JawaPos.com- Kasus kematian awak kapal akibat hantavirus belakangan ramai diperbincangkan dan membuat heboh jagat sosial media.
Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan hantavirus tersebut?
Menurut kemkes.go.id Hantavirus merupakan infeksi virus yang ditularkan melalui hewan pengerat. Contohnya, tikus got, tikus rumah, tikus belukar, tikus mencit, dan tikus wirok.
Penularannya bisa terjadi karena gigitan tikus yang terinfeksi, makanan dan minuman yang terkontaminasi urin maupun feses tikus, serta urin dan kotoran tikus yang bercampur di udara (aerosol) yang terhirup oleh manusia.
Menurut jurnal berjudul Hantavirus Infection:Anticipation of Zoonotic Disease in Indonesia, karya Indrawati Sendow dan tim, hantavirus dapat menimbulkan masalah kesehatan serius yang berdampak fatal bagi organ tubuh.
Gejalanya dimulai dari demam, bintik perdarahan pada muka, sakit kepala, hipotensi, sakit saat buang air kecil dan penyakit diuretik, sampai berakhir pada gangguan ginjal dan paru-paru.
Lebih lanjut, hantavirus memiliki dua gejala utama yang menyerang dua organ berbeda, yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan sistem pernapasan, kemudian Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal.
Hantavirus juga bisa dicegah dengan menerapkan hidup bersih dan menjaga sanitasi lingkungan.
Beberapa langkah pencegahan yang bisa anda lakukan antara lain
-
Rutin membersihkan rumah dan saluran air agar sanitasi menjadi bersih,sehingga tidak menjadi sarang tikus
-
Memakai masker, sarung tangan, dan sandal saat membersihkan area kotor
-
Membersihkan kotoran, urin, feses tikus.lalu menyemprotkan disinfektan
-
Menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat atau memakai APD
-
Cuci tangan [pakai sabun 40-60 detik, serta memakai cairan antiseptik selama 20-30 detik
-
Memasang kawat kasa supaya tikus tidak masuk rumah
-
Memasang peragkap tikus
-
Membuang sampah secara rutin
-
Serta melakukan pengendalikan tikus di sekitar
Pencegahan ini menjadi penting dilakukan supaya tidak terlambat. Sehingga penanganan medis bisa diberikan lebih cepat, efektif, dan tidak berisiko sampai menjadi wabah.
***