JawaPos.com - Menjaga tubuh tetap sehat dari ancaman penyakit kronis tidak cukup hanya saat sakit datang. Setidaknya ada lima aspek penting yang perlu diperhatikan secara rutin agar risiko penyakit seperti diabetes, jantung, hingga gangguan organ dapat dicegah sejak dini.
“Sebagian besar penyakit kronis berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas. Karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan rutin sangat penting agar kondisi dapat dikendalikan sejak awal dan tidak berkembang menjadi komplikasi,” ujar Dokter Penyakit Dalam Bethsaida Hospital Gading Serpont, dr. Timoteus Richard, Sp.PD, Rabu (22/4).
Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, ia mengatakan bahwa risiko penyakit kronis kini meningkat bahkan pada usia produktif.
Pola makan tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, hingga stres berkepanjangan menjadi faktor utama yang memicu berbagai gangguan kesehatan serius. Karena itu, pencegahan dan deteksi dini menjadi langkah krusial sebelum kondisi berkembang menjadi lebih parah.
Adapun lima aspek kesehatan utama yang wajib dipantau secara rutin untuk mencegah penyakit kronis adalah sebagai berikut.
1. Kesehatan Metabolik
Pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, hingga asam urat penting dilakukan karena gangguannya sering tidak menimbulkan gejala di tahap awal.
2. Tekanan Darah dan Kesehatan Jantung
Hipertensi kerap disebut sebagai “silent killer” karena dapat memicu stroke, gagal jantung, hingga kerusakan organ tanpa tanda jelas.
3. Fungsi Ginjal dan Hati
Kerusakan pada dua organ vital ini biasanya berlangsung perlahan dan baru terdeteksi saat sudah memasuki tahap lanjut.
4. Berat Badan dan Komposisi Tubuh
Obesitas berkaitan erat dengan peningkatan risiko diabetes, penyakit jantung, hingga gangguan hormonal.
5. Pola Hidup dan Faktor Risiko
Kebiasaan merokok, kurang tidur, stres, serta konsumsi makanan tinggi gula dan lemak jenuh berperan besar dalam memicu penyakit kronis.
dr. Richard menjelaskan bahwa pemeriksaan rutin membantu memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi tubuh. Mulai dari tes laboratorium seperti gula darah dan profil lipid, fungsi ginjal dan hati, hingga evaluasi tekanan darah, berat badan, dan kesehatan jantung.
Selain itu, evaluasi gaya hidup juga menjadi bagian penting, termasuk pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan tingkat stres.
Pendekatan ini memungkinkan penanganan yang lebih tepat dan terarah sesuai kondisi masing-masing individu.
Jika tidak dikendalikan, ia mengatakan bahwa penyakit kronis dapat memicu berbagai komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal, gangguan saraf, hingga masalah penglihatan.
Oleh karena itu, pengelolaan yang tepat melalui pengobatan, kontrol rutin, serta perubahan gaya hidup menjadi kunci utama.
Sementara itu, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, Margareth Aryani Santoso, menegaskan komitmen layanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan melalui deteksi dini dan pemantauan berkala.
"Melalui deteksi dini, monitoring berkala, serta kolaborasi multidisiplin, kami ingin memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang tepat, aman, dan berkelanjutan demi kualitas hidup yang lebih baik," pungkasnya.