← Beranda
9 Kebiasaan Ini Bisa Menyehatkan Usus, Salah Satunya Rutin Konsumsi Makanan Berserat
Setyo Adi NugrohoSenin, 30 Maret 2026 | 06.14 WIB
Ilustrasi mejnaga kesehatan usus. (Istimewa)

JawaPos.com – Banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan usus ketika mengalami masalah pencernaan seperti kembung, sembelit, atau perut tidak nyaman.

Padahal, usus memegang peran penting dalam menjaga energi, sistem kekebalan tubuh, bahkan suasana hati sehari-hari.

Usus sering disebut sebagai “otak kedua” yang bekerja tanpa henti, mengolah makanan yang dikonsumsi dan menyalurkan nutrisi vital ke seluruh tubuh.

Menjaga kesehatan usus sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Tidak perlu melakukan perubahan ekstrem atau diet ketat yang menimbulkan stres.

Cukup dengan membiasakan kebiasaan kecil secara konsisten setiap hari, kondisi usus dapat membaik perlahan dan berdampak positif pada kesehatan secara keseluruhan.

Kebiasaan-kebiasaan sederhana ini sering terlihat sepele, tetapi justru menjadi kunci agar tubuh bekerja lebih harmonis.

Dilansir dari Verywell Health, berikut sembilan kebiasaan harian yang dapat meningkatkan kesehatan usus dan membuat tubuh terasa lebih ringan.

1. Mulai Hari dengan Minum Air Hangat

Satu gelas air hangat di pagi hari membantu merangsang sistem pencernaan untuk bekerja lebih efektif. 

Air membantu melembutkan feses, menjaga gerakan usus tetap lancar, dan mendorong tubuh mengeluarkan racun yang menumpuk selama tidur. 

Banyak orang merasakan perbedaan signifikan dalam rutinitas buang air besar setelah memulai kebiasaan sederhana ini.

2. Perbanyak Makanan Berserat dalam Menu Harian

Serat adalah teman terbaik bagi usus. Makanan seperti sayuran, buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan membantu menjaga bakteri baik tetap hidup dan aktif. Serat juga membuat feses lebih halus dan mudah dikeluarkan. 

Dengan memperbanyak makanan berserat, Anda membantu usus bekerja dengan ritme yang lebih stabil dan nyaman.

3. Konsumsi Probiotik untuk Menjaga Keseimbangan Bakteri

Probiotik adalah bakteri baik yang dapat ditemukan dalam yogurt, kefir, tempe, atau kimchi. 

Bakteri baik ini membantu menjaga keseimbangan flora usus, meningkatkan kekebalan tubuh, dan mengurangi risiko infeksi pencernaan. 

Mengonsumsi probiotik secara rutin memberi dukungan tambahan agar usus tetap berfungsi optimal.

4. Kurangi Makanan Olahan dan Gula Berlebih

Makanan olahan sering mengandung pengawet, pewarna buatan, dan kadar gula yang sangat tinggi. 

Semua ini bisa merusak keseimbangan bakteri di dalam usus dan menyebabkan peradangan. 

Mengurangi makanan cepat saji, minuman manis, serta camilan tinggi gula bisa menjadi langkah besar untuk menjaga kesehatan usus. 

Pilih makanan alami atau yang diproses minimal agar usus tidak bekerja terlalu keras.

5. Bergerak Setiap Hari untuk Mendukung Pergerakan Usus

Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, peregangan ringan, atau olahraga singkat dapat membantu merangsang pergerakan usus. 

Ketika tubuh aktif, aliran darah meningkat dan sistem pencernaan ikut terstimulasii. 

Kebiasaan sederhana seperti berjalan 10–15 menit setelah makan dapat mengurangi risiko sembelit dan membuat pencernaan lebih lancar.

6. Kelola Stres agar Usus Tidak Ikut Terpengaruh

Stres memengaruhi pencernaan lebih daripada yang disadari banyak orang. 

Stres berlebihan dapat memperlambat gerakan usus, memicu kram, atau membuat bakteri baik berkurang. 

Melakukan aktivitas relaksasi seperti meditasi, mendengarkan musik, menghirup udara segar, atau sekadar duduk tenang bisa membantu mengurangi tekanan mental. Ketika pikiran tenang, usus pun bekerja lebih stabil.

7. Kunyah Makanan Secara Perlahan

Kebiasaan makan tergesa-gesa membuat usus bekerja lebih berat untuk memecah makanan. Dengan mengunyah secara perlahan, Anda memberi waktu pada enzim di mulut untuk memulai proses pencernaan lebih awal. 

Makanan yang dikunyah baik juga lebih mudah diserap tubuh. Kebiasaan ini tidak hanya menyehatkan usus, tetapi juga membantu mengontrol porsi makan tanpa sadar.

8. Tidur yang Cukup agar Pencernaan Bisa Beristirahat

Tidur bukan sekadar waktu beristirahat bagi otak, tetapi juga bagi sistem pencernaan. 

Kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur pencernaan dan nafsu makan. 

Usahakan tidur 6–8 jam setiap malam agar tubuh, termasuk usus, punya waktu untuk memulihkan diri. Tidur cukup membuat pencernaan lebih teratur dan nyaman.

9. Perbanyak Air Sepanjang Hari

Selain air pagi hari, tubuh juga membutuhkan hidrasi yang cukup sepanjang hari. 

Cairan membantu mengantar nutrisi ke seluruh tubuh, menjaga keseimbangan elektrolit, serta mencegah feses menjadi keras. 

Jika Anda sering mengalami sembelit atau perut terasa penuh, bisa jadi tubuh kekurangan cairan. 

Membiasakan diri membawa botol minum dapat membuat Anda lebih mudah ingat untuk minum.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho