JawaPos.com - Ginjal menyaring produk limbah dan cairan berlebih dari darah, mengatur mineral, mengontrol tekanan darah, hingga menjaga tulang tetap kuat.
Meski begitu, penyakit ginjal sering kali bersifat tersembunyi dan dapat berkembang tanpa kita sadari.
Para ahli memperingatkan bahwa pada tahun 2040, penyakit ini dapat meningkat menjadi salah satu dari lima penyebab utama kematian di seluruh dunia.
Tren ini sebagian besar didorong oleh meningkatnya prevalensi diabetes, hipertensi, dan obesitas, yang merupakan faktor penyebab peningkatan kasus penyakit ginjal.
Baca Juga: 5 Langkah Tepat Menjaga Kesehatan Ginjal Saat Puasa Ramadhan agar Tetap Optimal
Dilansir english jagran, adapun macam-macam penyakit ginjal yang perlu Anda ketahui:
1. Penyakit ginjal kronis
Ini adalah kondisi di mana terjadi penurunan kemampuan penyaringan ginjal secara perlahan seiring waktu. Biasanya disebabkan oleh diabetes atau hipertensi.
2. Cedera ginjal akut
Ini adalah kondisi hilangnya fungsi ginjal secara tiba-tiba yang dapat disebabkan oleh infeksi berat, dehidrasi, atau cedera.
3. Batu ginjal
Batu ginjal biasanya terbuat dari mineral dan garam yang terbentuk di ginjal. Batu ginjal dapat menyebabkan nyeri hebat dan kesulitan buang air kecil.
Baca Juga: Sering Minum Soda? Hati-Hati Beberapa Makanan dan Minuman Ini Berisiko Merusak Ginjal
4. Glomerulonefritis
Ini adalah peradangan pada glomerulus, yang biasanya disebabkan oleh infeksi, penyakit autoimun, atau penyakit sistemik lainnya.
5. Penyakit ginjal polikistik
Ini adalah kelainan genetik yang ditandai dengan banyaknya kista berisi cairan yang berkembang di ginjal seiring waktu sehingga mengganggu fungsi ginjal normal.
6. Infeksi ginjal
Kondisi ini biasanya disebut sebagai pielonefritis dan biasanya disebabkan oleh bakteri dari bagian lain dari sistem saluran kemih.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh pasien penyakit ginjal adalah mereka tidak dapat mendeteksi gejala yang jelas sampai penyakit tersebut sudah berada pada stadium lanjut.
Namun, ada beberapa tanda dan gejala awal yang dapat diamati meliputi:
- Kelelahan dan lemas
- Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, dan bahkan pada wajah
- Perubahan pola buang air kecil
- Mual dan muntah
- Kehilangan nafsu makan
- Kesulitan bernapas
- Kesulitan berkonsentrasi
- Tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan
Para ahli kesehatan menyarankan tindakan pencegahan yang dapat memperlambat perkembangan penyakit.
Hal ini termasuk mengonsumsi makanan seimbang, mengontrol tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi, berolahraga secara teratur, meningkatkan asupan cairan, dan menghindari obat penghilang rasa sakit serta obat-obatan berbahaya lainnya.