← Beranda
Puasa Ramadhan Bisa Jadi Momentum Jaga Gula Darah, Ini Tips Mencegah Diabetes Tipe 2
Rian Alfianto• Selasa, 10 Maret 2026 | 00.58 WIB
Ilustrasi pemeriksaan gula darah bagi penderita diabetes. (Istimewa)

 

JawaPos.com–Bulan Ramadhan kerap dimaknai sebagai waktu refleksi spiritual. Namun di sisi lain, periode puasa juga dapat menjadi momentum untuk memperbaiki pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat, termasuk dalam upaya mencegah penyakit metabolik seperti diabetes.

Data International Diabetes Federation dalam laporan IDF Diabetes Atlas 2025 menunjukkan sekitar 11,1 persen populasi dewasa berusia 20–79 tahun di dunia hidup dengan diabetes. Artinya, satu dari sembilan orang dewasa mengalami kondisi tersebut.

Yang menjadi perhatian, lebih dari empat dari sepuluh penderita tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit tersebut. Sebagian besar kasus merupakan Diabetes Melitus Tipe 2, yakni penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif atau produksi insulin tidak mencukupi.

Baca Juga: 6 Makanan Alami yang Kaya Akan Vitamin dan Cocok Dikonsumsi Saat Puasa, Bantu Tubuh Lebih Sehat dan Bugar

Kondisi ini menyebabkan kadar gula darah meningkat dalam jangka panjang. Laporan yang sama memperkirakan sekitar 19,5 juta orang dewasa hidup dengan diabetes tipe 2.

Penyakit ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pola makan tinggi gula, kurang aktivitas fisik, hingga faktor genetik dan lingkungan.

Puasa dan Pola Makan Lebih Teratur

Perubahan pola makan selama Ramadhan dapat memberi dampak pada metabolisme tubuh jika dijalani secara seimbang. Waktu makan yang lebih teratur serta pengendalian asupan makanan bisa membantu tubuh mengelola energi dengan lebih baik.

Baca Juga: 2 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Asam Urat Saat Puasa, Bantu Redakan Nyeri Sendi dan Jaga Stamina

Namun para ahli kesehatan mengingatkan bahwa manfaat tersebut hanya bisa dirasakan jika pola makan tetap dijaga, seperti menghindari konsumsi gula berlebih saat berbuka atau sahur.

Beberapa langkah sederhana yang dapat membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2 antara lain, mengonsumsi makanan tinggi serat seperti sayur, buah, dan biji-bijian dan membatasi makanan dan minuman tinggi gula.

Tetap aktif bergerak atau berolahraga ringan, menjaga berat badan ideal dan mengelola stres dan menjaga kualitas tidur juga penting untuk dilakukan. Sembari tetap, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting untuk mendeteksi kadar gula darah sejak dini, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga atau obesitas.

Baca Juga: 5 Menu Buka Puasa yang Sehat dan Aman untuk Penderita GERD supaya Ramadhan Berjalan Lancar

Selain perubahan gaya hidup, pengelolaan diabetes juga membutuhkan penanganan medis yang tepat dan sesuai kondisi masing-masing pasien.

Presiden Direktur PT Anugerah Pharmindo Lestari Christophe Piganiol mengatakan, peningkatan akses terhadap layanan kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan penyakit kronis seperti diabetes.

”Sebagai perusahaan layanan kesehatan, kami berkomitmen menghadirkan berbagai inovasi serta meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” kata Piganiol dalam keterangannya.

Baca Juga: 7 Minuman Sehat yang Efektif untuk Menurunkan Gula Darah dan Cocok Dikonsumsi Saat Bulan Puasa Ramadhan

Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, industri kesehatan, tenaga medis, dan masyarakat diperlukan untuk memperluas akses terhadap terapi serta meningkatkan kesadaran mengenai pengelolaan diabetes.

Upaya pencegahan melalui perubahan gaya hidup, deteksi dini, serta ketersediaan terapi yang tepat diharapkan dapat membantu menekan dampak Diabetes Melitus Tipe 2, sekaligus meningkatkan kualitas hidup para penyandangnya.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah