← Beranda
Anak Terlihat Mudah Lelah dan Pucat? Waspadai Gejala Awal Leukemia Sejak Dini
Zalfa Hanifatul Wafa• Selasa, 14 Oktober 2025 | 17.44 WIB
Ilustrasi ketika anak mengalami leukemia. (Freepik)

JawaPos.com - Kesehatan anak merupakan prioritas utama bagi setiap orang tua, namun terkadang kondisi medis serius dapat menyerang tanpa peringatan. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah leukemia atau kanker darah yang dapat menyerang anak-anak.

Meskipun mendengar diagnosis kanker pada anak sangat mengkhawatirkan, pemahaman yang baik tentang penyakit ini dapat membantu orang tua mengambil langkah tepat untuk penanganan dini. Pengetahuan tentang leukemia menjadi penting agar orang tua dapat mengenali tanda-tanda awal dan segera mencari bantuan medis.

Leukemia adalah jenis kanker yang menyerang sel-sel darah putih dalam tubuh. Penyakit ini terjadi ketika sumsum tulang memproduksi sel darah putih abnormal secara berlebihan, yang kemudian mengganggu produksi sel darah sehat.

Sel-sel kanker ini tidak dapat berfungsi dengan baik seperti sel darah putih normal dan akan menumpuk di dalam darah serta sumsum tulang. Akibatnya, tubuh kekurangan sel darah merah, sel darah putih sehat, dan trombosit yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh normal.

Leukemia memiliki berbagai jenis yang diklasifikasikan berdasarkan kecepatan perkembangannya dan jenis sel darah yang terkena. Menurut Kementerian Kesehatan, terdapat empat jenis utama leukemia yang perlu diketahui:

1. Leukemia Limfositik Akut

Jenis ini biasanya menyerang anak-anak, meskipun juga dapat terjadi pada orang dewasa. Leukemia ini berkembang dengan cepat dan memerlukan penanganan segera. Ini merupakan jenis leukemia yang paling sering ditemukan pada anak-anak.

2. Leukemia Mielositik Akut

Jenis ini lebih sering ditemukan pada orang dewasa, tetapi juga bisa menyerang anak-anak. Seperti jenis akut lainnya, leukemia ini berkembang dengan cepat dan membutuhkan perawatan intensif. Sel-sel kanker pada jenis ini menyerang sel myeloid yang seharusnya berkembang menjadi berbagai jenis sel darah.

3. Leukemia Limfositik Kronis

Jenis ini ditemukan pada orang dewasa dan anak-anak, namun lebih jarang terjadi pada anak. Leukemia kronis berkembang lebih lambat dibanding jenis akut dan umumnya tidak menunjukkan gejala selama beberapa tahun pertama. Penderita mungkin baru menyadari penyakit ini setelah pemeriksaan darah rutin.

4. Leukemia Mielositik Kronis

Jenis ini umumnya terjadi pada orang dewasa dan sangat jarang pada anak-anak. Leukemia ini mungkin tidak menunjukkan gejala selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun sebelum masuk fase di mana sel mulai diproduksi dengan lebih cepat. Ketika memasuki fase akut, penyakit ini dapat berkembang dengan sangat agresif.

Dari keempat jenis leukemia tersebut, anak-anak paling umum terserang jenis Leukemia Limfositik Akut (ALL) dan Leukemia Mielositik Akut (AML). Kedua jenis leukemia akut ini berkembang dengan cepat dan memerlukan diagnosis serta penanganan yang segera.

ALL merupakan jenis yang paling sering didiagnosis pada anak-anak usia 2-5 tahun, sementara AML dapat menyerang anak-anak di berbagai kelompok usia. Meskipun terdengar menakutkan, tingkat kesembuhan leukemia pada anak cukup tinggi dengan penanganan yang tepat.

Untuk itu, penting bagi setiap orang tua untuk memahami gejala leukemia pada anak sebagai upaya untuk deteksi dini. Dilansir dari Healthline, gejala leukemia pada anak bisa sulit dikenali pada awalnya karena banyak gejala yang mirip dengan kondisi lain yang kurang serius.

Namun, karena leukemia pada anak menyebar dengan cepat, mendapatkan perhatian medis sesegera mungkin sangat penting. Jika anak kamu mengalami gejala yang disebutkan di bawah ini, terutama jika berlangsung lebih dari 2 minggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

1. Gejala Umum

Kelelahan yang berlebihan, demam tanpa sebab jelas, kelemahan tubuh, hilangnya nafsu makan, dan penurunan berat badan. Anak juga mungkin mengalami sakit kepala yang berulang dan nyeri pada persendian.

2. Perubahan Fisik

Kulit tampak pucat, kesulitan bernapas, batuk yang tidak kunjung sembuh, menggigil, dan pusing atau kepala terasa ringan. Perubahan ini terjadi karena tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat.

3. Pembengkakan

Perut yang membengkak, kelenjar getah bening yang membesar, serta pembengkakan di lengan atau wajah. Pembengkakan terjadi karena penumpukan sel-sel leukemia di organ atau kelenjar getah bening.

4. Infeksi Berulang

Infeksi yang tidak kunjung sembuh dan muntah-muntah juga bisa menjadi tanda leukemia pada anak.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua anak akan menunjukkan semua gejala atau bahkan sebagian besar gejala ini. Sebagian besar, bahkan mungkin semua gejala ini lebih sering disebabkan oleh kondisi lain yang tidak serius.

Jadi, jika seorang anak mengalami gejala-gejala tersebut, bukan berarti mereka pasti menderita leukemia. Walau begitu, sebaiknya mereka segera diperiksa oleh tenaga medis untuk memastikan kondisinya.

Setelah diagnosis leukemia ditegakkan, berbagai pilihan pengobatan tersedia untuk anak. Menurut Cleveland Clinic, anak-anak dengan leukemia biasanya menerima perawatan kanker standar bersamaan dengan terapi kanker baru. Tujuan pengobatan adalah memberikan perawatan kanker terbaik dengan efek samping seminimal mungkin.

1. Kemoterapi

Ini adalah pengobatan paling umum untuk membunuh sel kanker pada leukemia. Anak kamu mungkin mendapatkan pengobatan ini melalui infus (IV), suntikan, atau pil oral. Kemoterapi dapat diberikan dalam beberapa siklus dengan periode istirahat di antaranya untuk memberi waktu tubuh pulih.

2. Terapi Radiasi

Jarang diberikan pada anak, terapi radiasi kadang dikombinasikan dengan kemoterapi. Seringkali, pengobatan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan transplantasi sel punca. Radiasi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker di area tertentu.

3. Kemoterapi Dosis Tinggi dengan Transplantasi Sel Punca

Dengan pengobatan ini, anak kamu menerima kemoterapi untuk membunuh sel kanker terlebih dahulu. Kemudian, mereka mendapatkan sel punca baru (bentuk awal dari sel darah) untuk menggantikan sel kanker yang telah dihancurkan. Sel punca yang baru ini akan berkembang menjadi sel darah yang sehat di dalam sumsum tulang.

4. Terapi Tertarget

Pengobatan ini menargetkan sel kanker yang memiliki perubahan gen spesifik. Terapi ini lebih tepat sasaran dibanding kemoterapi tradisional sehingga dapat mengurangi kerusakan pada sel sehat. Obat-obatan dalam terapi ini dirancang khusus untuk menyerang kelemahan spesifik dari sel kanker.

5. Imunoterapi

Pengobatan ini memperkuat sistem kekebalan tubuh anak sehingga lebih baik dalam melawan leukemia. Imunoterapi membantu tubuh mengenali dan menyerang sel kanker secara lebih efektif. Beberapa jenis imunoterapi bahkan dapat "melatih" sel imun untuk terus menyerang sel leukemia.

6. Perawatan Paliatif

Pengobatan ini dapat membantu anak kamu mengelola efek samping dari perawatan kanker. Berbeda dengan perawatan akhir hayat, perawatan paliatif tersedia tanpa memandang prognosis (kemungkinan hasil pengobatan) anak kamu. Perawatan ini fokus pada kenyamanan dan kualitas hidup selama proses pengobatan.

Leukemia pada anak memang kondisi yang serius, namun dengan kemajuan ilmu kedokteran modern, tingkat kesembuhan terus meningkat dari tahun ke tahun. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat sangat menentukan hasil pengobatan, sehingga kesadaran orang tua terhadap gejala-gejala yang muncul menjadi sangat penting.

Jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika kamu menemukan gejala yang mencurigakan pada anak, karena penanganan yang cepat dapat membuat perbedaan besar dalam proses penyembuhan. Dengan dukungan medis yang tepat dan kasih sayang keluarga, anak-anak dengan leukemia memiliki harapan yang baik untuk sembuh dan menjalani kehidupan yang normal. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah