JawaPos.com - Banyak orang masih mengabaikan risiko kanker kulit, padahal penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa pandang usia atau jenis kelamin.
Kanker kulit umumnya dipicu oleh paparan sinar ultraviolet berlebihan, tetapi faktor gaya hidup juga berperan besar dalam meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit tersebut.
Maka dari itu, penting bagi setiap orang untuk mulai menerapkan langkah-langkah sederhana yang terbukti mampu mengurangi risiko kanker kulit sejak dini.
Dilansir dari laman Healthline dan Center for Disease Control and Prevention (CDC), berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan kulit sekaligus mengurangi risiko kanker kulit.
1. Rutin Melakukan Pemeriksaan Kulit
Pemeriksaan kulit secara rutin membantu mendeteksi adanya kelainan pada kulit sebelum berkembang menjadi kanker kulit yang lebih berbahaya.
Seorang dermatolog dapat menilai kondisi kulit secara menyeluruh, termasuk bagian tubuh yang sulit terlihat atau dijangkau oleh mata sendiri.
Mendeteksi tanda-tanda kanker kulit sejak awal, misalnya perubahan bentuk atau warna pada tahi lalat, akan meningkatkan peluang penyembuhan lebih cepat.
Pemeriksaan kulit setahun sekali sangat dianjurkan untuk semua orang, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker kulit.
2. Selalu Menggunakan Sunscreen
Sunscreen adalah pelindung utama kulit dari paparan sinar ultraviolet yang dapat memicu kerusakan kulit hingga berkembang menjadi kanker kulit.
Pilihlah sunscreen dengan label broad spectrum untuk melindungi kulit dari sinar UVA yang berbahaya dan sinar UVB yang dapat menyebabkan penuaan dini.
Gunakan sunscreen minimal SPF 50 bagi yang sering beraktivitas di luar ruangan, serta aplikasikan ulang setiap dua jam sekali.
Perhatikan juga tanggal kedaluwarsa sunscreen agar kualitas perlindungannya tetap optimal sebab produk yang lama bisa kehilangan efektivitasnya.
3. Terapkan Kebiasaan Sun Safety
Menerapkan sun safety artinya berusaha melindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung yang dapat merusak sel kulit dalam waktu singkat.
Beberapa langkah sederhana adalah mencari tempat teduh, terutama antara pukul 10 pagi hingga 3 sore saat sinar UV paling kuat.
Selain itu, gunakan pakaian panjang berbahan ringan, kacamata hitam yang melindungi dari UVA dan UVB, serta topi bertepi lebar.
Menghindari sinar matahari berlebihan tidak hanya menjaga kesehatan kulit, tetapi juga melindungi mata dan wajah dari penuaan dini.
4. Hindari Tanning Bed
Menggunakan tanning bed bukanlah solusi aman untuk mendapatkan kulit berwarna kecokelatan karena sinar buatan tetap berisiko memicu kanker kulit.
Penggunaan tanning bed sebelum usia 30 tahun dapat meningkatkan risiko melanoma hingga lebih dari 70 persen.
Selain itu, paparan sinar UV dari tanning bed juga dapat merusak mata dan memicu penuaan kulit lebih cepat.
Oleh karena itu, sebaiknya hindari tanning bed. Pilih alternatif aman seperti self-tanning lotion untuk mendapatkan warna kulit yang lebih sehat.
5. Perhatikan Penggunaan Retinol dan Vitamin B-3
Produk berbahan retinol dapat membantu regenerasi kulit, tetapi penggunaannya harus hati-hati karena bisa membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari.
Sementara itu, niacinamide atau vitamin B-3 terbukti membantu mengurangi risiko kanker kulit pada beberapa orang dengan risiko tinggi.
Vitamin ini dapat mengurangi peradangan, memperbaiki skin barrier, serta meningkatkan kelembapan kulit agar lebih tahan terhadap kerusakan lingkungan.
Meski begitu, penggunaan vitamin B-3 masih memerlukan penelitian lanjutan sehingga konsultasi dengan dokter sangat disarankan sebelum memulai perawatan.
Kanker kulit memang tidak sepenuhnya bisa dicegah, tetapi risikonya dapat diminimalkan dengan menjaga gaya hidup yang lebih sehat.
Langkah sederhana seperti rajin menggunakan sunscreen, mengenakan pakaian pelindung, atau menghindari tanning bed bisa memberikan perlindungan yang signifikan.
Pemeriksaan kulit secara rutin oleh dermatolog juga sangat penting agar deteksi dini bisa dilakukan sejak gejala awal muncul.
Selain itu, pemilihan produk perawatan kulit harus lebih bijak, terutama bila mengandung bahan aktif seperti retinol atau vitamin B-3.
Dengan konsistensi menjalankan kebiasaan baik, kulit tidak hanya lebih sehat dan terawat, tetapi juga terlindungi dari risiko kanker kulit di masa depan.