JawaPos.com - Menggunakan celana ketat memang sedang menjadi tren, baik bagi laki-laki maupun perempuan.
Banyak orang memilih jenis pakaian ini karena dianggap mampu menunjang penampilan dan memberikan kesan lebih modis.
Celana ketat sendiri merupakan model celana yang menonjolkan bentuk pinggul, bokong, hingga kaki pemakainya.
Secara umum, celana ketat aman dipakai sehari-hari. Akan tetapi, menurut informasi dari alodokter.com, penggunaan yang terlalu sering dan terlalu ketat dapat memberikan tekanan pada organ kelamin hingga membatasi pergerakan tubuh. Kondisi ini bisa memicu sejumlah masalah kesehatan.
Bahkan, sebuah studi menyebutkan bahwa kebiasaan menggunakan celana ketat dapat digolongkan sama buruknya dengan merokok atau mengonsumsi alkohol.
Fakta ini tentu membuat banyak orang perlu lebih berhati-hati dalam memilih pakaian.
Menurut penjelasan dari puskesmassesela-dikes.lombokbaratkab.go.id, pakaian yang terlalu ketat, termasuk celana ketat, dapat menimbulkan sejumlah dampak buruk termasuk dapat mengakibatkan ketidaknyamanan, iritasi kulit dan kulit lecet, perut kembung, perubahan warna kulit, dan gangguan sirkulasi darah.
Jika celana ketat membuat tubuh terasa tidak nyaman, menyebabkan rasa nyeri, atau mengganggu kelancaran aktivitas, sebaiknya segera diganti dengan pakaian yang lebih longgar.
Berikut ini beberapa bahaya menggunakan celana ketat yang tidak bisa diabaikan.
1. Infeksi Jamur pada Vagina
Bagi wanita, penggunaan celana ketat berisiko menyebabkan infeksi jamur di area vagina.
Hal ini dipicu oleh meningkatnya kelembapan serta berkurangnya sirkulasi udara, sehingga jamur lebih mudah berkembang. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa gatal, perih, hingga keputihan berlebih.
2. Penurunan Produksi Sperma
Pada pria, terutama yang memiliki masalah kesuburan, pemakaian celana ketat sebaiknya dihindari.
Celana yang terlalu menekan area testis dapat meningkatkan suhu di sekitar organ tersebut.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini bisa mengganggu proses produksi sperma dan memperburuk kualitasnya.
3. Asam Lambung Naik
Celana yang ketat di bagian pinggang dapat memberikan tekanan pada perut. Tekanan ini berpotensi membuat asam lambung naik ke esofagus atau saluran antara tenggorokan dan lambung.
Akibatnya, perut terasa panas, mulas, hingga muncul sensasi terbakar di dada (heartburn).
4. Gangguan Fungsi Otot
Beberapa kasus menunjukkan, celana ketat dapat memicu sindrom kompartemen, yaitu kondisi ketika otot mengalami pembengkakan akibat tekanan berlebih.
Hal ini membuat jaringan otot sulit digerakkan dan bisa menimbulkan rasa sakit yang mengganggu aktivitas.
5. Sakit Punggung dan Masalah Sendi
Penggunaan celana yang terlalu ketat dapat memengaruhi postur tubuh. Kebiasaan ini membuat punggung bagian bawah mengalami tekanan berlebih, sehingga jaringan ikat dan fascia meregang.
Jika berlangsung lama, kondisi ini bisa mengubah postur tubuh sekaligus memicu sakit punggung maupun gangguan pada sendi.
6. Saraf Terjepit
Celana ketat juga bisa menekan saraf di sekitar pangkal paha hingga paha bagian atas.
Kondisi ini menimbulkan rasa kesemutan, nyeri, bahkan mati rasa di area paha luar. Dalam istilah medis, gangguan ini dikenal dengan sebutan saraf terjepit.
7. Gangguan Pencernaan dan Sakit Perut
Tekanan dari celana ketat pada bagian perut sering memicu rasa tidak nyaman, perut kembung, hingga asam lambung.
Risiko semakin tinggi jika Anda sering membungkuk atau jongkok dalam waktu lama saat memakai celana ketat.
8. Aliran Darah Terhambat
Mengenakan celana terlalu ketat dalam jangka panjang juga dapat menghambat sirkulasi darah. Akibatnya, tubuh kekurangan suplai oksigen, saraf terasa kebas, dan risiko gangguan kesehatan lain bisa meningkat.