JawaPos.com - Psoriasis adalah salah satu penyakit autoimun yang ditandai dengan peradangan pada kulit, menjadikannya kering, tebal, bersisik, dan gatal. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Psoriasis biasanya muncul di area lutut, siku, punggung bawah, hingga kulit kepala. Perlu diketahui, penyakit ini bersifat genetik dan tidak menular.
Dikutip dari Halodoc, jenis psoriasis yang paling umum adalah psoriasis plak, yang ditandai dengan bintik kemerahan pada kulit yang sedikit bengkak dan menonjol.
Penyebab Terjadinya Psoriasis
Psoriasis diduga kuat sebagai penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel kulit yang sehat. Hal ini mempercepat proses regenerasi kulit menjadi lebih cepat dari normal.
Melansir dari Alodokter, normalnya, proses pergantian sel kulit normalnya membutuhkan waktu sekitar 1 bulan. Namun, pada penderita psoriasis, proses ini bisa terjadi hanya dalam beberapa hari, yang mengakibatkan penumpukan dan penebalan kulit.
Ada beberapa kondisi yang dapat memperburuk gejala psoriasis, antara lain:
- Stres
Saat stres, tubuh melepaskan hormon kortisol yang membuat peradangan kulit semakin parah.
- Cuaca Dingin
Cuaca dingin membuat kulit menjadi kering, mudah iritasi, dan retak, memicu respons peradangan. Penggunaan pelembap dapat membantu mengurangi iritasi ini.
- Infeksi Tenggorokan
Sistem imun yang bekerja lebih keras saat ada infeksi akan keliru menyerang sel kulit sehat pada penderita psoriasis.
Solusi untuk Penderita Psoriasis
Pengobatan psoriasis dilakukan untuk meredakan dan meringankan gejala yang mengganggu, karena penyakit autoimun umumnya sulit disembuhkan. Berikut beberapa cara yang dapat membantu proses pengobatan:
1. Obat Topikal
Cara pertama yaitu dengan pemakaian obat krim atau salep yang mengandung bahan aktif seperti kortikosteroid, salisilat, atau vitamin D analog.
2. Terapi Cahaya (Phototherapy)
Terapi ini menggunakan pancaran sinar UVB atau PUVA (Psoralen dan UVA) yang berguna untuk mengendalikan pertumbuhan sel kulit.
3. Pengobatan Biologis
Memasukkan organisme biologis ke dalam tubuh melalui suntikan atau infus. Organisme ini akan mengganggu proses peradangan kulit di tingkat sel. Jenis organisme yang sering digunakan termasuk adalimumab, etanercept, infliximab, dan ustekinumab.
Karena penyakit ini mudah kambuh pada kondisi tertentu, diperlukan langkah pencegahan seperti mengelola stres, mengonsumsi makanan bergizi, menggunakan pelembap dan tabir surya, serta menghindari merokok.