← Beranda
Waspada Penyakit Hipertensi sejak Dini, Pahami Dampaknya bagi Kesehatan dan Cara Ampuh Menjaga Tensi Tetap Normal
Muhammad Irvan Aditya SudarwantoJumat, 22 Agustus 2025 | 00.57 WIB
Ilustrasi pasien mengalami hipertensi (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Hipertensi, atau yang dikenal sebagai tekanan darah tinggi, menjadi masalah kesehatan serius yang kian mengintai, terutama bagi orang lanjut usia.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi hipertensi pada penduduk usia di atas 18 tahun mencapai 8,6% berdasarkan diagnosis dokter. Sementara itu, 30,8% populasi memiliki tekanan darah rendah.

Tiga provinsi dengan tingkat prevalensi hipertensi tertinggi di Indonesia adalah Kalimantan Tengah (40,7%), Kalimantan Selatan (35,8%), dan Jawa Barat (34,4%).

Meskipun sebagian besar orang dengan hipertensi tidak menunjukkan gejala, dampak jangka panjangnya bisa sangat merusak. Lalu, apa saja dampak yang bisa terjadi dan langkah apa yang bisa dilakukan untuk mengantisipasinya?

Dampak Buruk Hipertensi pada Kesehatan

1. Kerusakan pada Jantung

Tekanan darah tinggi dapat merusak arteri yang memasok darah ke jantung, kondisi yang dikenal sebagai penyakit arteri koroner. Kerusakan ini menyebabkan aliran darah ke jantung berkurang, yang bisa menimbulkan nyeri dada (angina), detak jantung tidak teratur, dan bahkan serangan jantung.

2. Kerusakan pada Otak

Sebagai organ vital, otak sangat bergantung pada suplai darah yang sehat. Tekanan darah tinggi dapat mengganggu fungsi otak dan meningkatkan risiko stroke. Stroke terjadi saat otak tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup, atau akibat pendarahan di otak. Tekanan darah tinggi juga bisa memicu pembentukan gumpalan darah yang dapat menyumbat aliran darah, meningkatkan potensi risiko stroke.

3. Kerusakan pada Ginjal

Ginjal berfungsi menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah. Proses ini membutuhkan pembuluh darah yang sehat. Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah di ginjal. Kerusakan ini diperparah pada penderita diabetes dan hipertensi. Ketika fungsi ginjal terganggu, limbah tidak bisa disaring secara efektif, yang pada akhirnya dapat menyebabkan gagal ginjal.

Langkah Pencegahan Hipertensi

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga tekanan darah agar tetap normal.

- Pola Makan Sehat

Pola makan berperan penting dalam mengendalikan tekanan darah. Konsumsi makanan kaya akan antioksidan, magnesium, dan serat seperti buah-buahan, sayuran, produk olahan susu, serta makanan tinggi protein seperti ikan dan dada ayam.

- Batasi Garam

Melansir dari Alodokter.com, anjuran konsumsi garam bagi penderita hipertensi adalah 1,5 gram per hari, atau kurang dari 1 sendok teh. Sebaiknya hindari makanan kemasan dengan kandungan garam tinggi, mi instan, telur asin, dan makanan cepat saji.

- Olahraga Teratur

Olahraga dengan intensitas sedang, seperti jalan kaki atau jogging selama 30 menit per hari, dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Sebagai alternatif, Anda bisa melakukan olahraga intensitas tinggi seperti bersepeda selama 75 menit per minggu.

- Berhenti Merokok

Merokok dapat merusak dinding pembuluh darah dan memicu penyempitan (aterosklerosis). Hal ini memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah, sehingga tekanan darah meningkat. Dengan berhenti merokok, Anda sudah mengambil langkah besar untuk menjaga tekanan darah normal.

- Tidur yang Cukup

Kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan risiko hipertensi. Pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.

- Hindari Alkohol

Sama seperti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, terutama yang mengandung gula tinggi, dapat meningkatkan tekanan darah. Menghindari minuman beralkohol adalah salah satu cara efektif untuk mengurangi risiko hipertensi.

EDITOR: Candra Mega Sari