← Beranda
Gagal Ginjal karena Diabetes Hantui Anak dan Remaja, Pentingnya Cek Gula Darah dan Perbaiki Gaya Hidup
Nurul Adriyana SalbiahSenin, 19 Agustus 2024 | 02.35 WIB
Ilustrasi tes gula darah untuk mendeteksi penyakit diabetes./Freepik

JawaPos.com – Beberapa waktu belakangan ini muncul fenomena cuci darah di kalangan anak muda karena gagal ginjal. Hal ini dikarenakan kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama sehingga menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk di ginjal.

Gagal ginjal akibat diabetes ini disebut sebagai nefropati diabetik, dan bisa menyebabkan kerusakan pada fungsi ginjal. Kasus gagal ginjal yang dikarenakan diabetes memang perlu perhatian khusus, terutama orang tua. Pasalnya, berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) secara global, terjadi peningkatan pasien diabetes usia muda pada 2021 dan 2022. Pada 2021, prevalensi diabetes tipe 1 pada anak dan remaja (0-19 tahun) mencapai 1,2 juta.

Kemudian, angka kasus baru diabetes tipe 1 pada anak dan remaja pada tahun yang sama adalah 184.100 kasus. Angka tersebut meningkat pada 2022 dimana angka prevalensi bertambah menjadi 1,52 juta dan jumlah kasus baru per tahun mencapai 201.000.

Gaya Hidup Tak Sehat Sebabkan Diabetes

Tak bisa dipungkiri, gaya hidup tak sehat menjadi faktor generasi muda mudah terkena diabetes. Mulai dari pola makan yang tidak sehat hingga mengosumsi makanan instans dan junk food, turut menyumbang efek gula yang tinggi bagi tubuh.

Lalu terlalu kebiasaan mengonsumsi minuman manis seperti minuman bersoda, minuman energi, dan minuman olah raga, juga dapat meningkatkan kadar gula dalam darah karena kandungan gula yang tinggi. Di samping itu, tingkat stres dan polusi juga turut memperbesar risiko anak muda terkena diabetes.

Sekertaris Kecamatan Medan Polonia, Pak Rangga Karfika Sakti mengikuti cek kesehatan massal gratis di Helen’s Medan. (IST)
Sekertaris Kecamatan Medan Polonia, Pak Rangga Karfika Sakti mengikuti cek kesehatan massal gratis di Helen’s Medan. (IST)

Untuk itu, diperlukan kesadaran untuk tetap menjalani gaya hidup sehat. Pola makan teratur hingga olah raga perlu digiatkan. Bahkan, perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memantau kadar gula darah, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan diabetes.

Namun sayangnya, banyak warga yang masih belum sadar tentang pentingnya lakukan cek kesehatan. Melihat fenomena ini Gold Dragon dan Golden Tiger Medan menggelar sosialisasi edukasi kesehatan mengenai diabetes dan tes gula darah dalam medical check-up masal gratis atau tanpa biaya untuk 50 warga.

Selain tes gula darah, dalam pemeriksaan kesehatan yang diadakan pada hari Minggu (11/08/24), Gold Dragon dan Golden Tiger Medan di bawah naungan Holywings Group melalui team CSR HW Peduli juga melakukan pengecekan lainnya seperti tekanan darah, asam urat, kolestrol serta pemeriksaan darah lengkap juga masuk dalam agenda medical check-up.

Pemeriksaan kesehatan gratis ini melibatkan tim paramedis profesional dari Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya Medan. Selain untuk menekan tingginya angka penderita diabetes, cek kesehatan masal yang digelar juga bertujuan untuk mencegah penyakit-penyakit yang berhubungan dengan gula darah seperti gagal ginjal.

"Jadi, tujuan kami mengadakan kegiatan ini untuk mengajak masyarakat mengetahui kadar gula darah dan penyakit yang ada di dalam tubuh. Selain itu, kami juga mengadakan cek kesehatan gratis sebagai bentuk kampanye akan bahaya penyakit diabetes dan gagal ginjal. Sehingga, bisa dicegah atau ditangani lebih awal," papar Karis sebagai team leader HW Peduli.

Menurut Tengku Roby Chairi selaku Camat Medan Barat, kegiatan ini dapat membantu warga yang kurang mampu agar dapat mengetahui lebih dini penyakit yang diidap selama ini. Dan tentunya hal ini sejalan dengan program pemerintah yakni mengenai sosialisasi kesehatan.

"Selama ini kami pemerintah bekerja sama dengan puskesmas dengan metode penyuluhan door to door memberikan edukasi kesehatan pada masyarakat. Dengan adanya cek kesehatan gratis dari Dragon, Tiger dan HW Peduli ini, kami sangat mengapresiasi karna membantu kami dalam sosialiasi kesehatan terutama diabetes. Masyarakat juga sangat antusias karena warga belum tentu mendapatkan fasilitas ini ditempat lain. Terima kasih HW Peduli," ujar Tengku Roby Chairi.

Salah satu warga, Hanifa, 65, mengaku sangat senang serta terbantu dengan adanya kegiatan seperti ini. Apalagi ia sudah lama mengetahui dirinya memiliki penyakit diabetes tapi tidak rutin melakukan pemeriksaan lagi karena terkendala biaya.

"Yah bagaimana, habis hobi sekali makan manis. Tapi, tadi setelah dikasi tahu dokter kapok lah saya. Saya nggak mau makan makanan manis lagi. Makasi yah HW Peduli," ujar Hanifa.

Peserta dalam medical check-up masal ini tak hanya melibatkan peserta lansia. Anak-anak muda pun antusias mengikuti kegiatan ini. Seperti Deri, 26, ia akui banyak teman seusianya yang sudah terkena diabetes karena pola hidup dan makan sembarangan.

"Mumpung gratis cek kesehatan di sini saya memberanikan diri ikut dan Alhamdulillah-nya gula darahnya normal. Karena takut ya, saya banyak denger sekarang banyak anak muda kena diabetes karena mudah dapat minuman manis di sekitar kantor, kampus, dan rumah," tuturnya.

Acara ini juga menjadi momen bagi HW Peduli untuk memberikan bantuan berupa satu unit mesin pemotong rumput, dua roll sajadah, satu unit lemari kaca, 10 unit tempat sampah, dan 20 unit peralatan kebersihan dengan total nilai Rp 20 juta kepada warga Kelurahan Kesawan, Medan.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah