← Beranda
Waspada! 8 Kebiasaan Buruk Ini Mempercepat Kamu Jadi Pelupa di Usia Muda, Salah Satunya Kerap Mengonsumsi Alkohol
Nadilla SyabriyaJumat, 21 Juni 2024 | 13.15 WIB
ilustrasi sosok yang pelupa. (Sumber foto: Freepik)

JawaPos.com - Pada dasarnya, lupa akan sesuatu adalah hal yang wajar dialami oleh setiap orang. Namun, kondisi ini perlu diwaspadai jika terjadi berulang kali.

Sifat pelupa biasanya disebabkan oleh faktor bertambahnya umur dan rentan dialami oleh para lansia. Kendati demikian, orang-orang yang masih berusia muda pun bisa mengalami hal ini.

Penyebab menjadi pelupa di usia muda seringkali dikaitkan dengan kebiasaan buruk. Oleh sebab itu, berikut kebiasaan buruk yang memicu terjadinya sifat pelupa sebagaimana dikutip Huffington Post., Jumat (21/6).

1. Kurang tidur

Orang dewasa sebaiknya memiliki waktu tidur tujuh hingga sembilan jam setiap malamnya. Kurang tidur dapat membuat informasi yang baru diperoleh tidak disimpan dalam memori jangka panjang dan kemungkinan besar akan menghilang.

Selain itu, melewatkan waktu tidur cenderung kurang perhatian, fokus, dan energik. Orang yang kurang tidur gampang menjadi pelupa karena fungsi perhatian di otaknya, seperti korteks prefrontal, tidak begitu tajam.

2. Multitasking

Julia Kogan, seorang psikolog kesehatan di Florida mengatakan bahwa mengerjakan tugas secara bersamaan dapat menyebabkan kurangnya produktivitas dan lebih banyak kelupaan.

Alasannya, perhatian dan fokus adalah bagian penting dari menerima informasi, yang tidak bisa didapatkan saat melakukan multitasking.

Kogan merekomendasikan untuk hanya fokus pada satu hal dalam waktu tertentu. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membatasi satu tugas dengan tugas lainnya dengan jeda istirahat 5-10 menit.

3. Tidak berolahraga

Olahraga sangat penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk daya ingat. Dengan berolahraga, aliran darah ke otak akan meningkat serta membantu melindungi sel-sel di otak.

Tidak berolahraga hanya akan membuat beberapa bagian otak yang penting untuk daya ingat menjadi cepat menipis. Tak hanya itu, olahraga juga membantu mengurangi risiko penyakit, seperti diabetes, kolesterol, dan darah tinggi.

4. Minum alkohol

Seseorang yang mengonsumsi alkohol dalam jangka panjang kemungkinan besar akan menjadi pelupa. Diketahui bahwa, alkohol dapat merusak sel-sel otak dan menyebabkan masalah pada daya ingat.

Batasi konsumsi alkohol mulai dari sekarang, yakni tidak boleh lebih dari dua gelas per hari untuk pria dan satu gelas untuk wanita. Bila memang bisa, sebaiknya jangan minum alkohol sama sekali.

5. Merokok

Kebiasaan buruk lain yang mempercepat jadi pelupa di usia muda adalah merokok. Sebuah penelitian di Journal of Neuroscience menunjukkan bahwa kandungan nikotin pada rokok secara kronis dapat merusak mekanisme otak yang berkaitan dengan daya ingat.

Selain itu, merokok juga mengganggu fungsi paru-paru dan jantung sehingga memperlambat transportasi oksigen ke otak. Hal ini tentu berdampak pada fungsi otak serta kemampuan daya ingat seseorang.

6. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Apakah kamu sedang mengonsumsi obat baru belakangan ini? Ini juga bisa jadi pemicu terjadinya sifat pelupa di usia muda.

Obat-obatan seperti antidepresan, alergi, penstabil tekanan darah, dan banyak lagi dapat mempengaruhi daya ingat karena sifat sedatifnya.

Obat lain yang memicu risiko serupa antara lain benzodiazepin, obat penurun kolesterol, agen antiepilepsi, obat antihipertensi, antihistamin dan lain-lain. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk menemukan obat terbaik dengan menyesuaikan gaya hidup kamu.

7. Berantakan

Terkadang beberapa orang sering menyepelekan untuk menata barang atau jadwal aktivitas harian secara terorganisir. Padahal, hal ini sangat berpengaruh pada kemampuan daya ingat seseorang.

Kebiasaan berantakan membuat seseorang menjadi pelupa karena selalu menempatkan segala hal dengan asal-asalan. Penting untuk mengetahui sistem yang sesuai agar bisa terorganisir secara konsisten.

8. Tidak mengasah pikiran

Salah satu hal terbaik yang membantu untuk tidak menjadi pelupa di usia muda adalah dengan menstimulasi otak kamu.

Asah ketajaman pikiran kamu dengan mempelajari hal-hal baru, bermain game, membaca atau aktivitas lain yang dapat merangsang otak.

Pikiran otak dan ingatan adalah sesuatu yang harus terus dilatih seperti bagian tubuh lainnya. Jika tidak dilakukan, maka fungsi otak akan berhenti berkembang.

EDITOR: Hanny Suwindari