← Beranda
Kenali Baby Blues Syndrome! Waspadai Jika Ibu Mengalaminya, Inilah Gejala, Penyebab, dan 6 Tips Mengatasinya
Lucia Krisnalia DhiantiSelasa, 11 Juni 2024 | 19.20 WIB
Ilustrasi ibu yang mengalami baby blues syndrome (Freepix)

JawaPos.com - Kelahiran merupakan momen yang ditunggu setiap keluarga. Kelahiran bayi dapat memicu berbagai emosi yang kuat, mulai dari kegembiraan hingga ketakutan dan kecemasan.

Namun hal ini juga dapat mengakibatkan sesuatu yang tidak diduga, yaitu depresi.

Kebanyakan ibu baru mengalami "baby blues" pasca melahirkan. Baby blues syndrome adalah kondisi ketika seorang ibu mengalami depresi ringan pasca melahirkan.

Meski terkadang terlihat sepele, kondisi ini bisa berdampak buruk baik bagi ibu maupun bayi apabila tidak segera ditangani.

Baby blues syndrome adalah gangguan kesehatan mental yang dialami wanita pasca melahirkan.

Gangguan ini ditandai dengan munculnya perubahan suasana hati, seperti gundah dan sedih secara berlebihan, tangisan, kecemasan, serta kesulitan tidur.

Baby blues biasanya dimulai dalam dua hingga tiga hari pertama setelah melahirkan dan dapat berlangsung hingga dua minggu.

Berikut beberapa gejala Baby Blues Syndrome:

1. Perubahan suasana hati (mood swings) dan tidak sabaran
2. Kecemasan
3. Kesedihan
4. Mudah marah dan tersinggung
5. Merasa kewalahan
6. Menangis tanpa alasan yang jelas
7. Konsentrasi berkurang
8. Nafsu makan menurun
9. Kesulitan tidur
10. Mudah merasa Lelah

Penyebab Baby Blues Syndrome

Tidak ada penyebab tunggal dari baby blues syndrome, namun faktor genetik, perubahan fisik, dan masalah emosional mungkin berperan.

1. Genetika

Penelitian menunjukkan bahwa memiliki riwayat keluarga yang mengalami depresi pascapersalinan, terutama jika depresinya parah akan meningkatkan risiko mengalami kondisi ini.

2. Perubahan fisik

Setelah melahirkan, penurunan drastis hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh Anda dapat menyebabkan baby blues syndrome.

Hormon lain yang diproduksi oleh kelenjar tiroid Anda juga mungkin turun tajam sehingga membuat Anda merasa lelah, lesu, dan depresi.

3. Masalah emosional

Saat Anda kurang tidur dan kewalahan, Anda mungkin kesulitan menangani masalah kecil sekalipun.

Anda cemas tentang kemampuan Anda merawat bayi baru lahir. Bisa jadi Anda merasa kurang menarik.

Anda merasa kehilangan kendali atas hidup Anda. Salah satu dari masalah ini dapat menyebabkan baby blues syndrome.

4. Faktor risiko

Setiap ibu baru dapat mengalami baby blues syndrome dan hal ini dapat berkembang setelah kelahiran anak mana pun, bukan hanya anak pertama.

Namun, risiko Anda meningkat jika mengalami kondisi seperti berikut:

Baca Juga: Rasa Es Krim Favoritmu Ternyata Dapat Mengungkapkan Kepribadian Tersembunyi, Simak Penjelasan Berikut Ini

- Memiliki riwayat depresi, baik saat hamil maupun di waktu lain
- Menderita gangguan bipolar (perubahan suasana hati secara drastis)
- Mengalami depresi pascapersalinan setelah kehamilan sebelumnya
- Memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami depresi atau gangguan mood lainnya
- Pernah mengalami kejadian yang membuat stres selama setahun terakhir, seperti komplikasi kehamilan, penyakit, atau kehilangan pekerjaan
- Bayi Anda mempunyai masalah kesehatan atau kebutuhan khusus lainnya
- Memiliki anak kembar
- Mengalami kesulitan menyusui
- Mengalami masalah dalam hubungan dengan pasangan
- Memiliki sistem pendukung yang lemah
- Memiliki masalah keuangan
- Kehamilan tersebut tidak direncanakan atau tidak diinginkan

Dilansir dari utswmed.org, Selasa (11/6), ada enam tips mengatasi baby blues syndrome. Berikut penjelasannya:

Tips Mengatasi Baby Blues Syndrome

1. Ketahui apa yang diharapkan

Saat Anda hamil, bicarakan dengan ibu atau teman Anda yang sudah memiliki anak tentang pengalaman mereka setelah melahirkan.

Selain itu ajukan pertanyaan kepada dokter Anda. Pengetahuan adalah kekuatan dan persiapan dapat membantu.

Buatlah daftar hal-hal yang menenangkan atau membuat Anda bahagia, seperti mandi air panas atau berjalan-jalan.

Dengan begitu, saat Anda merasa kewalahan atau sedih, Anda bisa merujuk kembali ke daftar tersebut.

2. Tidur yang cukup

Anda tidak dapat menghentikan bayi Anda untuk bangun sepanjang malam. Namun Anda dapat membatasi jumlah kafein yang Anda konsumsi.

Matikan perangkat elektronik Anda satu jam sebelum Anda tidur dan biarkan pasangan Anda meminumnya.

3. Keluar rumah dan bersosialisasi

Baca Juga: Resep Tempe Tahu Bacem Manis Legit dan Irit Minyak Goreng ala Martin Praja

Memiliki bayi mungkin terasa terisolasi. Anda perlu bertemu dengan teman untuk mengobrol. Bicaralah dengan mereka tentang apa yang Anda rasakan. Komunikasilah dengan ibu baru lainnya.

Pasti akan ada kekuatan dan dukungan. Jangan lupa untuk menikmati udara segar. Anda akan merasakan bahwa udara juga dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak.

4. Jangan berharap terlalu banyak

Anda mungkin tergoda untuk membandingkan diri Anda dengan semua ibu “sempurna” yang Anda lihat di TV dan media sosial.

Jangan menyerah pada tekanan itu. Beri diri Anda waktu untuk pulih setelah melahirkan dan menyesuaikan diri dengan peran baru Anda sebagai orang tua.

5. Minta bantuan dan curhat pada orang terdekat

Beritahu pasangan, keluarga, atau teman Anda apa yang bisa mereka lakukan untuk Anda.

Hal ini bisa berupa merawat si kecil saat Anda mandi atau pergi ke toko. Bisa juga menyiapkan beberapa makanan agar Anda dapat menikmati waktu tanpa gangguan bersama bayi Anda yang baru lahir.

6. Konsumsi makanan bernutrisi dan olahraga rutin

Anda disarankan untuk berolahraga secara rutin. Olahraga tidak hanya dapat mengalihkan kekhawatiran yang Anda rasakan, tapi juga meningkatkan suasana hati dan kualitas tidur menjadi lebih baik.

Apabila tidak sempat berolahraga, konsumsi makanan sehat juga bisa membantu Anda mengontrol mood.

EDITOR: Hanny Suwindari