JawaPos.com – Ketika menstruasi mengalami nyeri secara berlebihan sampai mengganggu aktivitas dan muncul rasa khawatir.
Nyeri haid yang dialami setiap perempuan tentu berbeda-beda, ada yang nyeri berat, sedang bahkan tidak merasakan apa-apa.
Dikutip dari kanal YouTube @Saddam_Ismail (14/1), membagikan lima cara membedakan rasa nyeri saat menstruasi normal dan tidak normal.
Durasi mendekati menstruasi
Endometrium akan menebal kemudian tempat untuk menempelnya sel telur akan meluruh bersama dengan darah yang disebut menstruasi.
Kemudian akan melepaskan prostaglandin yang menimbulkan peradangan atau kram perut berlangsung 2-3 hari.
Rentan waktu tersebut, ketika menstruasi akan merasakan nyeri perut dan dikategorikan normal. Jika sudah melebihi waktu tiga hari maka tidak normal dan harus segera diperiksakan.
Nyeri yang mudah diatasi
Baca Juga: Simak, Makanan yang Wajib Dihindari Bagi Penderita Darah Tinggi!
Situasi adanya nyeri bagi yang normal mudah diatasi. Cara mengatasinya adalah bisa menggunakan botol dengan diisi air hangat lalu dikompres pada bagian perut yang sakit atau konsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol dan ibuprofen.
Nyeri mengganggu aktivitas
Jika sudah memberi penanganan berupa kompres perut atau minum obat pereda nyeri kemudian tidak ada perubahan ini menandakan tidak normal.
Tips bagi yang mengalami hal ini adalah meminta pertolongan dokter, disarankan untuk melakukan olahraga agar pasokan oksigen di rahim lancar.
Nyeri tidak dapat diatasi dengan obat non resep
Mengkonsumsi obat pereda nyeri yang terjual bebas di apotek namun tidak berpengaruh sama sekali maka ini tidak normal.
Sangat disarankan untuk segera konsultasi ke dokter karena ditakutkan ada fibroid rahim, endometriosis, atau penyakit rahim lainnya.
Nyeri tidak tiap bulan
Ketika merasakan nyeri haid namun tidak selalu setiap bulan atau baru mengalami hal ini sekali maka ini tidak normal.
Nyeri tersebut disebut dismenore primer maupun sekunder. Dismenore primer adalah nyeri haid setiap bulan sedangkan sekunder tidak konsisten setiap bulan. Bisa berpotensi radang panggul, kista, ovarium, fibroid rahim dan lain-lain.