JawaPos.com - Istana Buckingham mengabarkan kondisi kesehatan Raja Charles III yang didiagnosa mengidap penyakit kanker.
Sempat mengalami pembesaran prostat, Raja Charle III menjalani perawatan selama tiga malam di salah satu rumah sakit di London dalam rangka pengobatan penyakit prostat jinak.
Sebenarnya, apa itu penyakit pembesaran prostat jinak? Apa saja gejala yang ditimbulkan penyakit tersebut?
Apa penyebab prostat jinak membesar? Dan bagaimana cara mengobati pembesaran prostat jinak?
Berikut akan dijelaskan terkait pembesaran prostat, penyebab, dan gejala yang dirasakan penderitanya.
Apa Itu Pembesaran Prostat Jinak?
Dilansir dari nhs.uk, Selasa (5/2), pembesaran prostat jinak merupakan istilah medis untuk menggambarkan pembesaran prostat, kondisi yang mempengaruhi cara buang air kecil.
Penyakit ini biasa terjadi pada usia di atas 50 tahun dan bukan merupakan kanker, sehingga tidak menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan.
Banyak orang yang khawatir jika pembesaran prostat akan memiliki risiko terkena penyakit kanker prostat.
Risiko kanker prostat pada pria dengan pembesaran prostat, tidak lebih besar dibandingkan pria tanpa pembesaran prostat.
Baca Juga: Pria Wajib Tahu! Simak Penjelasan dan Pencegahan Kanker Prostat!
Apa Gejala Pembesaran Prostat Jinak?
Prostat merupakan kelenjar kecil yang terletak di bagian panggul, tepatnya di antara penis dan kandung kemih.
Jika pembesaran prostat terjadi, maka akan memberikan tekanan pada kandung kemih dan uretra, yang menjadi saluran yang dilalui urin.
Adapun gejala lainnya yang dapat memengaruhi cara buang air kecil pada penderita penyakit ini, dapat menyebabkan beberapa gejala, sebagai berikut.
-
Kesulitan untuk memulai buang air kecil
-
Sering buang air kecil
-
Kesulitan mengosongkan kandung kemih sepenuhnya
Pada beberapa pria dengan penyakit ini dan memiliki gejala ringan tidak memerlukan pengobatan.
Apa Penyebab Prostat Jinak Membesar?
Penyebab pembesaran prostat tidak diketahui secara pasti, namun diyakini adanya keterkaitan dengan perubahan hormonal seiring bertambahnya usia.
Keseimbangan hormon dalam tubuh dapat berubah seiring bertambahnya usia dan dapat menyebabkan kelenjar prostat membesar.
Baca Juga: Pria Wajib Tahu! 5 Rekomendasi Makanan Ini Bantu Jaga Kesehatan Prostat
Bagaimana Cara Mengobati Pembesaran Prostat Jinak?
Pengobatan pembesaran prostat tergantung pada seberapa parah gejala yang dialami. Penderita dengan gejala ringan biasanya tidak memerlukan pengobatan segera.
Dokter akan memberikan tindak lanjut, apabila penderita pembesaran prostat memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Selain itu, beberapa penderita penyakit pembesaran prostat disarankan untuk melakukan gaya hidup, sebagai berikut.
-
Kurangi minum alkohol, kafein, dan minuman bersoda.
-
Membatasi asupan pemanis buatan.
-
Berolahraga secara teratur.
-
Minum lebih sedikit di malam hari.
Beberapa obat juga dapat mengobati dengan memperkecil ukuran prostat dan mengendurkan kandungan kemih, jika mengalami pembesaran prostat parah.
***