JawaPos.com — Stroke adalah suatu gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak dengan tanda dan gejala klinis yang berlangsung lebih dari 24 jam.
Serangan stroke terjadi saat pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang, yang jika dilihat dari penyebabnya dapat dibagi menjadi dua, yakni akibat penyumbatan yang disebut dengan stroke iskemik, serta akibat pecahnya pembuluh darah yang disebut dengan stroke hemoragik.
Stroke merupakan serangan yang mengancam nyawa dan sering kali dikaitkan dengan usia lanjut, namun kini telah menjadi perhatian serius di kalangan individu muda.
Meskipun stroke umumnya terjadi pada usia lanjut, peningkatan kasus pada populasi usia muda telah menjadi perhatian serius bagi komunitas medis dan masyarakat luas.
Sama halnya dengan jenis stroke, faktor penyebab terjadinya stroke di usia muda juga dikelompokkan berdasarkan jenis stroke-nya, yaitu faktor penyebab stroke iskemik atau sumbatan, dan faktor penyebab stroke hemoragik atau pendarahan.
Hal ini menekankan pentingnya memahami penyebab faktor risiko dan tanda peringatan yang mungkin dialami oleh individu muda. Diantaranya seperti :
1. Stroke iskemik
Stroke yang berupa sumbatan ini berkaitan dengan sirkulasi darah ke otak, dimana kondisi ini menunjukkan adanya penyumbatan yang menghambat sirkulasi darah menuju otak, sehingga menyebabkan stroke.
Ada beberapa hal yang dapat membuat hal ini terjadi, seperti :
-Kelainan pada jantung
Kelainan pada jantung dapat menjadi salah satu penyebab stroke pada usia muda.
Kelainan jantung yang sudah terjadi sejak lahir atau penyakit jantung bawaan.
Hal ini dapat menyebabkan saat darah dipompa keluar dari jantung, akan ada darah yang tersisa di dalam jantung.
Sisa darah ini akan menggumpal dan berpotensi terlepas atau keluar dengan sendirinya menuju otak sehingga terjadi emboli, yaitu hambatan pada aliran pembuluh darah di otak yang dapat menyebabkan stroke. Kondisi ini disebut dengan kardioemboli.
-Penyumbatan pada pembuluh darah
Selain kelainan jantung, stroke di usia muda juga dapat disebabkan karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah.
Kelainan yang dapat menyebabkan kondisi ini terjadi pada penyakit takayasu dan moyamoya.
Jika takayasu adalah kondisi dimana pembuluh darah pada otak menyempit atau buntu sama sekali, moyamoya adalah penyempitan pembuluh darah pada area leher menuju otak.
Tetapi, jika salah satunya terjadi, dapat meningkatkan potensi stroke di usia muda.
- Darah yang mengental
Stroke di usia muda juga dapat terjadi pada seseorang yang memiliki gangguan pembekuan darah, seperti berikut :
a. Pada orang yang memiliki kondisi antiphospholipid syndrome, darah di dalam tubuhnya cenderung menggumpal sehingga saat mengalir di dalam tubuh dan melewati pembuluh darah yang lebih kecil atau lebih sempit, darah tersebut akan menyangkut dan menyumbat.
Hal ini dapat menyebabkan stroke karena pembuluh darah menuju otak cenderung lebih kecil dibanding pembuluh darah di area tubuh lainnya.
b. Pada penderita talasemia, hemoglobin (Hb) pada penderita talasemia cenderung rendah.
Hal ini dapat menyebabkan stroke karena saat seseorang kekurangan hemoglobin, maka oksigen dan darah tidak akan memiliki akses untuk dibawa menuju otak, sehingga sirkulasi darah menuju otak tidak lancar dan menyebabkan terjadinya gangguan sirkulasi ke otak.
2. Stroke hemoragik
Berbeda dengan penyebab stroke iskemik pada usia muda, penyebab stroke pendarahan atau hemoragik biasanya disebabkan oleh kelainan-kelainan yang jarang terjadi tapi jika terjadi dapat meningkatkan risiko stroke pada usia muda. Seperti :
- Arteriovenous Malformation (AVM)
Pada orang yang mengalami kondisi ini, terjadi kelainan pembentukan arteri dan vena berupa anyaman dengan dinding tipis yang mudah sekali pecah sehingga menyebabkan perdarahan di otak dan sumsum tulang belakang. Perdarahan di otak akan menyebabkan stroke hemoragik.
- Aneurisma
Pada penderita aneurisma, pembuluh darah akan membesar seperti balon namun bisa menipis sehingga mudah pecah.
Jika pembuluh darah di dalam otak pecah akan terjadi perdarahan yang berujung pada stroke hemoragik di usia muda.
- Kelainan Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP)
Jika seseorang mengalami kelainan ITP, maka jumlah trombosit atau keping darah di dalam tubuhnya akan sangat rendah.
Maka, saat terjadi benturan di kepala atau ada sesuatu yang mengguncang kepalanya, akan mudah sekali terjadi kebocoran darah karena jumlah keping darah yang seharusnya bisa menutup kebocoran akibat benturan atau guncangan itu, tidak mencukupi.
- Kelainan pembekuan darah
Salah satu kelainan pembekuan darah yang mungkin terjadi adalah hemofilia yang merupakan kelainan bawaan langka yang dapat menyebabkan darah sulit beku.
Hal ini menyebabkan seseorang mudah mengalami perdarahan dan jika terjadi pada otak, maka orang tersebut dapat mengalami stroke hemoragik.
Untuk mengenali apakah seseorang terserang stroke, kuncinya adalah waspada pada sesuatu yang terjadi secara mendadak atau tiba-tiba. Perubahan secara mendadak tersebut dapat ditemukan pada enam hal yang dapat dirangkum dalam akronim “SeGeRa Ke RS”.
· Senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, sulit menelan air minum secara tiba-tiba
· Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba
· bicaRa pelo / tiba-tiba tidak dapat bicara / tidak mengerti kata-kata / bicara tidak nyambung
· Kebas atau kesemutan separuh tubuh
· Rabun, pandangan satu mata kabur, terjadi tiba-tiba
· Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya, Gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi (tremor / gemetar, sempoyongan).
Beberapa faktor risiko yang terkait dengan stroke pada usia muda termasuk gaya hidup yang tidak sehat, tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, serta penggunaan obat-obatan terlarang dan konsumsi alkohol yang berlebihan.
Selain itu, gaya hidup modern yang cenderung kurang aktif secara fisik dan pola makan yang tidak sehat juga berperan dalam peningkatan risiko stroke di kalangan muda.
Pola tidur yang tidak teratur dan tingkat stres yang tinggi juga dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan risiko stroke pada populasi muda.
Penting untuk mengenali gejala-gejala awal stroke agar tindakan medis dapat segera dilakukan.
Ketika gejala-gejala itu muncul, sangat penting untuk segera mencari bantuan medis untuk memastikan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Dengan meningkatnya kesadaran akan resiko stroke pada usia muda, penting bagi individu muda untuk memprioritaskan kesehatan mereka dan melakukan langkah pencegahan yang diperlukan.
Konsultasikan dengan profesional medis untuk mendapatkan saran yang sesuai mengenai langkah-langkah pencegahan dan perawatan yang tepat guna mengurangi resiko stroke di usia muda.