← Beranda
7 Tanda Ketertarikan Pasangan terhadap Orang Lain yang Dapat Berkembang Menjadi Sesuatu yang Serius
Irfan Ferdiansyah• Jumat, 16 Oktober 2026 | 03.40 WIB
seseorang yang cemburu dengan pasangannya./Magnific/tiko33

JawaPos.com - Dalam sebuah hubungan, ketertarikan terhadap orang lain tidak selalu berarti seseorang sudah tidak mencintai pasangannya. Manusia tetap dapat menyadari bahwa orang lain menarik, menyenangkan, cerdas, atau memiliki kualitas tertentu meskipun sedang berada dalam hubungan yang sehat.

Namun, situasinya menjadi berbeda ketika ketertarikan tersebut mulai mendapatkan ruang emosional yang semakin besar.

Seseorang mungkin mulai lebih sering memikirkan orang tertentu, mencari kesempatan untuk berinteraksi, menyimpan percakapan secara pribadi, atau merasa lebih dipahami oleh orang tersebut dibandingkan oleh pasangannya sendiri. Jika pola seperti ini terus berkembang tanpa batas yang jelas, ketertarikan sederhana dapat berubah menjadi kedekatan emosional yang lebih serius.

Dalam psikologi hubungan, hal yang penting bukan hanya siapa yang menarik perhatian pasangan, tetapi seberapa besar investasi emosional, waktu, perhatian, dan kerahasiaan yang diberikan kepada orang tersebut.

Dilansir dari Psychology Today pada Kamis (15/10), terdapat tujuh tanda yang patut diperhatikan.

1. Pasangan Mulai Lebih Sering Membicarakan Orang Tertentu

Salah satu tanda awal yang cukup mudah diamati adalah ketika pasangan mulai sering menyebut nama orang tertentu dalam percakapan sehari-hari.

Awalnya, hal ini mungkin terlihat biasa.

Misalnya, pasangan bercerita tentang rekan kerja, teman komunitas, teman kuliah, atau seseorang yang baru dikenalnya. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Masalahnya muncul ketika satu orang tertentu secara konsisten menjadi bagian dari banyak percakapan.

"Dia tadi bilang sesuatu yang lucu."

"Dia ternyata punya pemikiran yang menarik."

"Kalau sama dia, ngobrolnya nyambung."

"Dia memang orangnya perhatian."

Jika komentar semacam ini muncul sesekali, belum tentu berarti ada ketertarikan romantis. Namun, jika pasangan semakin sering membawa orang tersebut ke dalam percakapan bahkan ketika tidak ada kaitannya dengan topik pembicaraan, hal itu dapat menunjukkan bahwa orang tersebut mulai memiliki salience psikologis—dengan kata lain, menjadi sosok yang semakin menonjol dalam pikirannya.

Ketika seseorang tertarik kepada orang lain, perhatian terhadap orang tersebut cenderung meningkat. Hal-hal kecil yang dilakukan orang tersebut menjadi lebih mudah diingat, sehingga secara tidak sadar sering muncul dalam pembicaraan.

Yang perlu diperhatikan bukan hanya frekuensinya, tetapi juga nada emosionalnya.

Apakah pasangan hanya menceritakan fakta?

Ataukah ada kekaguman, antusiasme, pembelaan, atau ketertarikan yang terlihat dari cara ia berbicara?

Perbedaan tersebut penting.

Mengapa ini bisa berkembang menjadi serius?

Ketertarikan sering kali berkembang melalui perhatian yang berulang. Semakin seseorang memikirkan individu tertentu, semakin banyak kesempatan untuk membangun kedekatan emosional.

Karena itu, sering membicarakan seseorang bukan bukti bahwa hubungan romantis sudah terjadi. Tetapi jika dibarengi dengan tanda-tanda lain, hal tersebut dapat menjadi bagian dari pola yang lebih besar.

2. Pasangan Mulai Mencari Alasan untuk Berinteraksi dengan Orang Tersebut

Tanda berikutnya adalah munculnya usaha aktif untuk menciptakan kesempatan bertemu atau berkomunikasi.

Sebelumnya, interaksi mungkin terjadi karena tuntutan pekerjaan, pertemanan, organisasi, atau keadaan tertentu.

Namun, perlahan pasangan mulai mencari alasan tambahan.

Misalnya, ia sengaja memperpanjang percakapan, mencari kesempatan untuk berada dalam kelompok yang sama, mengirim pesan meskipun tidak ada kebutuhan penting, atau menemukan berbagai alasan untuk meminta bantuan kepada orang tersebut.

Perubahan ini penting karena menunjukkan perbedaan antara interaksi yang terjadi secara alami dan interaksi yang secara aktif dicari.

Ketika seseorang memiliki ketertarikan, motivasi untuk mendekati orang tersebut dapat meningkat. Ia mungkin mulai memperhatikan jadwal, aktivitas, kebiasaan, atau kesempatan untuk bertemu.

Dalam hubungan yang sehat, tentu pasangan tetap boleh memiliki teman dan hubungan sosial di luar hubungan romantisnya. Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan sekadar "pasangan sering bertemu dengan orang lain", tetapi apakah terdapat perubahan pola dibandingkan sebelumnya.

Misalnya:

sebelumnya jarang berkomunikasi, sekarang hampir setiap hari;

sebelumnya tidak terlalu peduli apakah orang tersebut hadir, sekarang selalu mencari keberadaannya;

sebelumnya interaksi hanya karena pekerjaan, sekarang mulai ada komunikasi personal;

sebelumnya tidak ada kebutuhan untuk bertemu di luar konteks tertentu, sekarang sering mencari alasan untuk bertemu.

Jika perubahan ini berlangsung terus-menerus, kemungkinan adanya ketertarikan menjadi lebih relevan untuk diperhatikan.

Ketertarikan biasanya membutuhkan investasi

Hubungan yang semakin serius tidak terbentuk hanya karena seseorang merasa orang lain menarik.

Biasanya ada investasi.

Investasi tersebut dapat berupa waktu, perhatian, energi, percakapan pribadi, dukungan emosional, dan usaha mempertahankan hubungan.

Semakin besar investasi yang diberikan kepada orang tertentu, semakin besar pula kemungkinan hubungan tersebut berkembang menjadi sesuatu yang lebih dekat.

3. Pasangan Mulai Lebih Menjaga Privasi Interaksi dengan Orang Tersebut

Ini merupakan salah satu tanda yang lebih penting.

Privasi dan kerahasiaan adalah dua hal yang berbeda.

Setiap orang tetap memiliki hak atas privasi, termasuk dalam hubungan yang sehat. Tidak semua percakapan harus dilaporkan kepada pasangan.

Namun, ketika seseorang mulai secara aktif menyembunyikan interaksi tertentu, situasinya menjadi berbeda.

Misalnya, pasangan tiba-tiba:

membalik layar ponsel ketika Anda datang;

menghapus percakapan tertentu;

mengganti nama kontak;

menjadi sangat defensif ketika ditanya;

keluar ruangan untuk menerima telepon dari orang tertentu;

tidak ingin Anda mengetahui seberapa sering mereka berkomunikasi;

memberikan penjelasan yang tidak konsisten mengenai hubungan tersebut.

Satu perilaku saja tentu tidak cukup untuk menyimpulkan adanya perselingkuhan.

Namun, perubahan pola kerahasiaan dapat menjadi sinyal bahwa pasangan menyadari interaksi tersebut memiliki makna yang mungkin tidak nyaman jika diketahui pasangannya.

Dalam psikologi hubungan, kerahasiaan dapat menjadi salah satu mekanisme yang memungkinkan kedekatan emosional berkembang di luar hubungan utama.

Sebab ketika interaksi mulai disembunyikan, batas sosial menjadi lebih longgar.

Seseorang dapat merasa lebih bebas berbicara, bercanda, mengungkapkan masalah pribadi, atau membangun kedekatan dengan orang lain tanpa menghadapi pengawasan sosial dari pasangannya.

Privasi bukan masalahnya

Yang lebih penting adalah perubahan.

Jika sejak awal pasangan memang memiliki batas privasi tertentu, itu belum tentu bermasalah.

Tetapi jika sebelumnya terbuka kemudian tiba-tiba sangat tertutup—khususnya terhadap satu orang tertentu—perubahan tersebut layak dibicarakan.

4. Pasangan Mulai Membandingkan Anda dengan Orang Tersebut

Perbandingan merupakan tanda yang perlu diperhatikan, terutama ketika dilakukan berulang kali.

Contohnya:

"Dia lebih mengerti aku."

"Kalau dia, dia selalu mau mendengarkan."

"Dia lebih santai daripada kamu."

"Kalau ngobrol dengannya, rasanya lebih nyambung."

Pernyataan seperti ini dapat menunjukkan bahwa orang tersebut mulai digunakan sebagai referensi emosional.

Pasangan tidak lagi sekadar melihat orang lain sebagai individu yang menarik, tetapi mulai membandingkan kualitas orang tersebut dengan kualitas Anda.

Perbandingan sesekali masih dapat terjadi dalam hubungan manusia. Namun, jika semakin sering, dampaknya dapat menjadi serius.

Sebab perhatian pasangan mulai bergeser dari:

"Apa yang aku sukai dari orang ini?"

menjadi:

"Bagaimana orang ini dibandingkan dengan pasanganku?"

Perubahan cara memandang tersebut dapat memperkuat ketertarikan.

Mengapa perbandingan berbahaya bagi hubungan?

Hubungan romantis dibangun melalui persepsi mengenai pasangan.

Ketika seseorang terus-menerus membandingkan pasangannya dengan individu lain, ia dapat mulai melihat kekurangan pasangan dengan lebih jelas dan kelebihan orang lain dengan lebih menonjol.

Padahal, orang yang sedang menjadi objek ketertarikan biasanya belum mengalami berbagai tantangan kehidupan sehari-hari bersama kita.

Dengan kata lain, pasangan mungkin melihat sisi terbaik orang tersebut sementara melihat sisi paling familiar dari Anda.

Ini dapat menciptakan persepsi yang tidak seimbang.

5. Pasangan Mulai Mencari Dukungan Emosional kepada Orang Lain

Ini merupakan salah satu tanda yang paling penting jika pembahasannya adalah kemungkinan hubungan berkembang menjadi serius.

Kedekatan romantis tidak selalu dimulai dari ketertarikan fisik.

Sering kali, kedekatan emosional justru menjadi pintu masuk.

Pasangan mulai menceritakan masalah pribadi kepada orang lain.

Kemudian orang tersebut menjadi tempat pertama untuk:

curhat;

mencari nasihat;

mendapatkan dukungan;

berbagi kabar baik;

mengeluhkan hubungan;

membicarakan ketakutan;

mencari validasi;

atau sekadar berbagi hal-hal kecil yang terjadi sepanjang hari.

Lama-kelamaan, orang tersebut dapat menjadi salah satu sumber utama kenyamanan emosional.

Inilah yang membuat situasinya berbeda dari pertemanan biasa.

Jika seseorang mulai merasa, "Dia adalah orang yang paling mengerti aku," maka kedekatan tersebut dapat memiliki fungsi emosional yang sebelumnya diberikan oleh pasangan.

Dari ketertarikan menuju keterikatan

Ketertarikan dapat berkembang menjadi keterikatan ketika seseorang mulai mengasosiasikan individu lain dengan rasa aman, dipahami, dihargai, atau diterima.

Misalnya, setiap kali sedang mengalami masalah, ia mencari orang tersebut.

Ketika mendapatkan kabar baik, ia ingin menceritakannya kepada orang tersebut.

Ketika merasa sedih, ia mencari dukungan dari orang tersebut.

Pola seperti ini dapat membuat hubungan emosional menjadi semakin kuat.

Yang menjadi perhatian bukan sekadar adanya teman curhat, tetapi apakah kedekatan emosional tersebut mulai menggantikan fungsi pasangan.

6. Perhatian terhadap Hubungan Utama Mulai Berkurang, tetapi Energi untuk Orang Lain Justru Bertambah

Tanda keenam berkaitan dengan distribusi perhatian.

Dalam sebuah hubungan, waktu dan energi emosional seseorang terbatas.

Jika pasangan mulai menginvestasikan semakin banyak perhatian kepada orang lain, sementara investasi terhadap hubungan utama menurun, perubahan tersebut patut diperhatikan.

Contohnya:

Dulu pasangan aktif bertanya tentang hari Anda.

Sekarang ia lebih antusias membicarakan aktivitas orang lain.

Dulu ia ingin menghabiskan waktu bersama.

Sekarang waktunya sering dialokasikan untuk komunikasi atau kegiatan dengan orang tertentu.

Dulu masalah hubungan dibicarakan bersama.

Sekarang ia lebih memilih membicarakannya dengan orang lain.

Perubahan ini dapat menciptakan emotional displacement, yaitu ketika kebutuhan atau energi emosional yang sebelumnya banyak diarahkan kepada pasangan mulai dialihkan kepada individu lain.

Hal ini tidak selalu terjadi secara sadar.

Pasangan mungkin tidak pernah berpikir, "Aku ingin menjauh dari hubunganku."

Sebaliknya, prosesnya dapat berlangsung secara perlahan.

Ia merasa nyaman berbicara dengan orang baru.

Kemudian mulai lebih sering berkomunikasi.

Kemudian mulai menantikan pesan.

Kemudian mulai berbagi hal-hal pribadi.

Kemudian merasa orang tersebut lebih memahami dirinya.

Pada tahap tertentu, hubungan emosional dengan orang tersebut dapat menjadi semakin penting.

Perubahan kecil yang terjadi terus-menerus lebih penting daripada satu kejadian

Hubungan biasanya tidak berubah hanya karena satu percakapan atau satu pertemuan.

Yang lebih bermakna adalah pola yang konsisten dari waktu ke waktu.

Karena itu, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan hanya berdasarkan satu kejadian.

Perhatikan perubahan keseluruhan.

7. Pasangan Mulai Membayangkan atau Membicarakan Kemungkinan Hubungan dengan Orang Tersebut

Ini adalah tanda yang paling jelas jika memang muncul secara eksplisit.

Misalnya, pasangan mulai mengatakan:

"Kalau aku tidak punya pasangan, mungkin..."

"Kayaknya kalau sama dia..."

"Dia sebenarnya tipe orang yang aku suka."

Atau bahkan mulai bercanda tentang kemungkinan menjadi pasangan.

Meskipun terkadang pernyataan semacam itu disampaikan sebagai candaan, konteks tetap penting.

Jika pernyataan tersebut muncul berulang kali dan disertai tanda-tanda lain, hal itu dapat menunjukkan bahwa pasangan tidak lagi sekadar menganggap orang tersebut menarik.

Ia mulai membayangkan kemungkinan hubungan.

Dalam psikologi, fantasi mengenai hubungan alternatif dapat menjadi indikator bahwa seseorang mulai mempertimbangkan kemungkinan di luar hubungan yang sedang dijalaninya.

Namun sekali lagi, fantasi tidak otomatis berarti tindakan.

Seseorang dapat memiliki pikiran atau ketertarikan tanpa pernah melakukan apa pun.

Yang menjadi lebih serius adalah ketika fantasi tersebut mulai disertai dengan tindakan nyata:

mencari lebih banyak waktu bersama;

membangun komunikasi rahasia;

mengungkapkan perasaan;

menguji respons orang tersebut;

membicarakan masalah hubungan kepada orang tersebut;

atau secara perlahan menciptakan jarak dengan pasangan sendiri.

Pada titik tersebut, masalahnya bukan lagi sekadar "tertarik kepada orang lain".

Masalahnya adalah arah hubungan mulai berubah.

Mengapa Ketertarikan kepada Orang Lain Bisa Berkembang Menjadi Serius?

Ketertarikan tidak selalu berkembang menjadi hubungan.

Banyak orang yang berada dalam hubungan romantis tetap dapat menemukan orang lain menarik tetapi tidak melakukan apa pun terhadap ketertarikan tersebut.

Yang membuat ketertarikan berpotensi berkembang adalah kombinasi beberapa faktor.

1. Kedekatan yang semakin sering

Semakin sering dua orang berinteraksi, semakin banyak kesempatan untuk mengenal satu sama lain.

Interaksi yang berulang dapat menciptakan rasa familiar dan kenyamanan.

2. Validasi emosional

Jika seseorang merasa didengar, dihargai, dan dipahami oleh orang lain, kedekatan dapat berkembang lebih cepat.

3. Kerahasiaan

Ketika interaksi mulai disembunyikan, batas-batas hubungan dapat menjadi semakin kabur.

4. Fantasi

Seseorang dapat mulai membayangkan bagaimana rasanya jika memiliki hubungan dengan orang tersebut.

5. Ketidakpuasan dalam hubungan

Masalah yang belum terselesaikan dalam hubungan utama dapat membuat perhatian terhadap alternatif terasa semakin menarik.

Namun, penting untuk memahami bahwa ketidakpuasan bukan pembenaran untuk tidak setia.

Masalah hubungan seharusnya dibicarakan dan diselesaikan secara terbuka.

Jangan Menilai Hanya dari Satu Tanda

Kesalahan terbesar ketika membaca tanda-tanda seperti ini adalah menganggap satu perilaku sebagai bukti.

Pasangan yang sering menggunakan ponsel bukan berarti berselingkuh.

Pasangan yang punya teman dekat bukan berarti jatuh cinta.

Pasangan yang memuji orang lain bukan berarti ingin meninggalkan hubungan.

Pasangan yang membutuhkan privasi bukan berarti menyembunyikan perselingkuhan.

Perilaku manusia memiliki banyak kemungkinan penjelasan.

Karena itu, lebih baik melihat kombinasi pola.

Misalnya:

Sering membicarakan orang tertentu + mencari kesempatan untuk bertemu + merahasiakan komunikasi + menjadikan orang tersebut tempat curhat + semakin menjauh dari pasangan.

Kombinasi seperti ini jauh lebih bermakna dibandingkan satu tanda saja.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Jika Anda Menemukan Beberapa Tanda Ini?

Jika Anda mulai merasa pasangan memiliki ketertarikan kepada orang lain, langkah pertama sebaiknya bukan langsung menuduh.

Cobalah mengamati perubahan dengan tenang.

Tanyakan kepada diri sendiri:

Apa yang sebenarnya berubah?

Sejak kapan perubahan tersebut terjadi?

Apakah ini pola yang konsisten?

Apakah pasangan semakin dekat dengan orang tertentu?

Apakah kedekatan tersebut mengurangi kualitas hubungan kami?

Apakah saya merasa kebutuhan emosional saya mulai diabaikan?

Setelah itu, bicarakan masalahnya secara langsung.

Gunakan kalimat yang berfokus pada pengalaman Anda daripada tuduhan.

Daripada mengatakan:

"Kamu pasti suka sama dia."

Lebih baik mengatakan:

"Aku merasa akhir-akhir ini kamu terlihat sangat dekat dengan dia, dan aku merasa hubungan kita jadi sedikit berbeda. Aku ingin memahami apa yang sebenarnya terjadi."

Pendekatan seperti ini memberikan kesempatan kepada pasangan untuk menjelaskan tanpa langsung menempatkannya dalam posisi defensif.

Perhatikan Respons Pasangan

Yang tidak kalah penting adalah bagaimana pasangan merespons pembicaraan tersebut.

Pasangan yang masih ingin menjaga hubungan biasanya bersedia mendengarkan kekhawatiran Anda dan membicarakan batas yang diperlukan.

Sebaliknya, jika setiap pembicaraan selalu dihindari, kekhawatiran Anda terus-menerus diremehkan, atau pasangan menolak berdiskusi tentang batas hubungan, masalah yang lebih besar mungkin perlu diperhatikan.

Namun, jangan menjadikan satu respons emosional sebagai bukti.

Orang dapat menjadi defensif karena merasa dituduh, bahkan ketika tidak melakukan sesuatu yang salah.

Karena itu, lihat pola komunikasi secara keseluruhan.

Kesimpulan

Ketertarikan pasangan kepada orang lain tidak otomatis berarti hubungan Anda akan berakhir.

Ketertarikan adalah bagian dari pengalaman manusia. Yang menentukan apakah ketertarikan tersebut berkembang menjadi sesuatu yang lebih serius adalah bagaimana seseorang mengelola ketertarikan tersebut.

Tujuh tanda yang patut diperhatikan adalah:

Pasangan semakin sering membicarakan orang tertentu.

Pasangan mulai mencari alasan untuk berinteraksi dengannya.

Interaksi tersebut mulai dirahasiakan.

Pasangan mulai membandingkan Anda dengannya.

Orang tersebut menjadi tempat utama untuk mendapatkan dukungan emosional.

Perhatian terhadap hubungan utama menurun sementara energi untuk orang lain meningkat.

Pasangan mulai membayangkan atau membicarakan kemungkinan hubungan dengannya.

Tidak satu pun tanda tersebut dapat menjadi bukti pasti bahwa pasangan sedang berselingkuh.

Namun, ketika beberapa tanda muncul bersamaan, berlangsung dalam waktu yang cukup lama, dan disertai perubahan kedekatan emosional, situasinya memang layak dibicarakan secara serius.

Pada akhirnya, pertanyaan terpenting bukan hanya:

"Apakah pasangan saya tertarik kepada orang lain?"

Melainkan:

"Apakah pasangan saya masih secara aktif memilih, menjaga, dan menghargai hubungan yang kami jalani?"

Sebab hubungan yang sehat bukan berarti tidak pernah menemukan orang lain yang menarik. Hubungan yang sehat dibangun ketika kedua orang mampu menetapkan batas, menjaga kepercayaan, berkomunikasi secara terbuka, dan tetap memilih untuk memberikan investasi emosional kepada hubungan mereka.

EDITOR: Hanny Suwindari