← Beranda
Anda Masih Suka Menyetrika? Psikologi Mengaitkannya dengan 7 Karakter Ini
Irfan Ferdiansyah• Kamis, 24 September 2026 | 21.24 WIB
seseorang yang menyetrika pakaian sebelum menggunakan./Freepik/wayhomestudio

JawaPos.com - Di tengah gaya hidup yang semakin praktis, menyetrika pakaian mungkin bukan lagi rutinitas yang dilakukan semua orang. Pakaian dengan bahan yang minim kusut, tren busana kasual, serta layanan laundry membuat banyak orang memilih cara yang lebih cepat untuk mengurus pakaian.

Meski begitu, sebagian orang tetap meluangkan waktu untuk menyetrika pakaian sendiri. Bagi mereka, pakaian yang licin dan tertata memberikan rasa nyaman tersendiri.

Kebiasaan tersebut ternyata kerap dikaitkan dengan karakter tertentu. Pilihan untuk tetap menyetrika tidak selalu berarti seseorang memiliki kepribadian tertentu, tetapi sejumlah interpretasi psikologis menghubungkannya dengan kecenderungan menyukai keteraturan, ketelitian, dan rutinitas.

Dilansir dari Geediting, berikut tujuh ciri kepribadian yang mungkin dimiliki orang yang masih rutin menyetrika pakaian.

Baca Juga: Pecinta Latte Punya Karakter Berbeda? Kenali 8 Ciri Kepribadiannya

1. Teliti dan Memperhatikan Detail

Menyetrika membutuhkan perhatian terhadap bagian-bagian kecil pakaian. Kerutan di kerah, bagian lengan, hingga lipatan kain perlu dirapikan agar hasil akhirnya terlihat sempurna.

Kebiasaan tersebut sering dikaitkan dengan pribadi yang memperhatikan detail. Mereka biasanya memiliki standar tertentu terhadap hasil pekerjaan dan merasa kurang puas apabila sesuatu belum dikerjakan sesuai harapan.

Sikap teliti ini juga dapat terlihat ketika mereka menyelesaikan pekerjaan atau merencanakan berbagai keperluan sehari-hari.

2. Menghargai Kebiasaan yang Sudah Lama

Tetap menyetrika ketika banyak orang memilih cara yang lebih praktis dapat menunjukkan seseorang tidak selalu mengikuti perubahan tren.

Bagi sebagian orang, kegiatan tersebut merupakan kebiasaan yang sudah dilakukan sejak lama atau bahkan diperkenalkan oleh keluarga. Mereka merasa nyaman mempertahankan rutinitas yang dianggap bermanfaat.

Karakter seperti ini sering dikaitkan dengan penghargaan terhadap nilai-nilai lama dan kebiasaan yang memberikan rasa stabil dalam kehidupan sehari-hari.

3. Sabar dalam Menjalani Proses

Menyetrika membutuhkan waktu, terutama ketika pakaian yang harus dirapikan cukup banyak. Pekerjaan tersebut juga harus dilakukan secara bertahap hingga seluruh pakaian selesai.

Karena itu, kebiasaan menyetrika dapat diasosiasikan dengan sifat sabar dan konsisten. Seseorang yang terbiasa menjalani pekerjaan rutin mungkin lebih mampu menikmati proses daripada hanya berfokus pada hasil akhir.

Sikap tersebut juga dapat membantu ketika menghadapi pekerjaan atau tujuan yang membutuhkan waktu panjang untuk dicapai.

4. Menyukai Keteraturan

Bagi sebagian orang, melihat pakaian yang tersusun rapi dan bebas kusut memberikan kepuasan tersendiri. Mereka cenderung merasa lebih nyaman ketika lingkungan di sekitarnya berada dalam kondisi teratur.

Kecenderungan tersebut dapat muncul dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari menata rumah, mengatur jadwal, hingga menyusun pekerjaan.

Kerapian bagi mereka bukan hanya persoalan penampilan, tetapi juga dapat membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih terorganisasi.

5. Memiliki Rasa Tanggung Jawab

Meluangkan waktu untuk memastikan pakaian siap dikenakan dapat menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap diri sendiri.

Orang yang menganggap penampilan rapi sebagai hal penting mungkin juga berusaha menjalankan tanggung jawab lainnya dengan baik. Misalnya, menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat, memenuhi janji, atau menjaga berbagai kebutuhan keluarga.

Dengan kata lain, perhatian terhadap pakaian dapat menjadi bagian kecil dari kebiasaan yang lebih luas dalam menjaga tanggung jawab sehari-hari.

6. Cenderung Mandiri

Kemudahan menggunakan jasa laundry membuat seseorang sebenarnya tidak perlu lagi mengurus semua pakaian secara mandiri. Namun, sebagian orang tetap memilih mencuci atau menyetrika sendiri.

Pilihan tersebut dapat dikaitkan dengan karakter yang senang mengerjakan sesuatu menggunakan kemampuan sendiri. Mereka merasa lebih puas ketika dapat mengendalikan proses dan mengetahui secara langsung hasil pekerjaannya.

Kemandirian semacam ini juga dapat terlihat dalam cara seseorang mengambil keputusan dan menyelesaikan berbagai persoalan.

7. Memperhatikan Kesan yang Ditampilkan

Pakaian yang rapi dapat menjadi bagian dari cara seseorang mempersiapkan diri ketika bertemu orang lain. Mereka mungkin merasa bahwa penampilan memiliki peran dalam membentuk kesan pertama.

Hal ini tidak selalu berarti seseorang terlalu memikirkan penilaian orang lain. Bisa saja mereka sekadar ingin tampil pantas, profesional, dan menghargai situasi yang sedang dihadapi.

Perhatian terhadap penampilan juga dapat membuat seseorang lebih sadar mengenai bagaimana dirinya membawa diri dalam lingkungan sosial.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho