← Beranda
Ternyata Sederhana, 10 Kebiasaan Ini Bikin Kamu Lebih Menyenangkan bagi Orang Lain
Mohammad Maulana Iqbal• Selasa, 22 September 2026 | 05.09 WIB
tips agar disukai orang dan senang di dekat kamu./Freepik/ pressfoto

JawaPos.com - Menjalin hubungan yang baik dengan orang lain tidak selalu membutuhkan usaha besar. Sering kali, kebiasaan sederhana dalam berkomunikasi dan memperlakukan orang lain justru dapat membuat seseorang merasa dihargai dan nyaman.

Sikap seperti mau mendengarkan, memberikan perhatian, hingga menjaga konsistensi dalam bersikap bisa membantu menciptakan hubungan sosial yang lebih positif. Hal-hal kecil tersebut juga membuat interaksi sehari-hari terasa lebih menyenangkan.

Jika ingin membangun kesan positif tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain, ada sejumlah kebiasaan yang dapat mulai diterapkan.

Dilansir dari geediting.com, berikut sepuluh tips yang dapat membantu membuat orang lain merasa nyaman ketika berada di dekatmu.

Baca Juga: 8 Kebiasaan Sederhana yang bisa Lindungi Anak dari Penularan Influenza A

1. Berikan Perhatian Saat Orang Berbicara

Di tengah banyaknya gangguan dari ponsel dan media sosial, memberikan perhatian penuh kepada lawan bicara merupakan bentuk penghargaan yang sederhana.

Saat seseorang sedang berbicara, cobalah menyimpan ponsel, melakukan kontak mata sewajarnya, dan benar-benar menyimak perkataannya. Sikap tersebut menunjukkan bahwa kamu menghargai keberadaan dan cerita mereka.

Mendengarkan dengan sungguh-sungguh juga dapat membuat percakapan terasa lebih bermakna karena orang lain merasa didengar, bukan sekadar menjadi pendengar sementara.

2. Biasakan Tersenyum dengan Tulus

Senyuman yang tulus dapat membuat suasana interaksi menjadi lebih hangat. Berbeda dengan senyum yang dibuat-buat, ekspresi yang muncul secara alami biasanya terasa lebih ramah dan menyenangkan.

Tidak perlu terus-menerus tersenyum. Cukup berikan senyuman ketika situasinya memang tepat, misalnya saat bertemu, menyapa, atau merespons sesuatu yang menyenangkan.

Sikap sederhana ini dapat membuat orang lain merasa lebih santai ketika berinteraksi denganmu.

3. Ingat Hal-Hal Kecil tentang Orang Lain

Perhatian tidak selalu harus ditunjukkan melalui tindakan besar. Mengingat detail kecil dari cerita seseorang juga bisa menjadi bentuk kepedulian.

Misalnya, kamu masih mengingat nama hewan peliharaannya, makanan favoritnya, atau cerita yang pernah disampaikan beberapa waktu lalu.

Ketika kamu menanyakan kembali hal tersebut, orang tersebut akan mengetahui bahwa percakapan sebelumnya benar-benar kamu perhatikan. Hal sederhana seperti ini dapat membuat hubungan terasa lebih dekat.

4. Berikan Pujian yang Jujur

Pujian akan terasa lebih bermakna jika disampaikan berdasarkan sesuatu yang memang kamu hargai dari orang tersebut.

Daripada memberikan pujian secara berlebihan, cobalah mengapresiasi hal yang spesifik. Misalnya, memuji cara seseorang menyelesaikan masalah, ide yang disampaikan, atau kesabarannya menghadapi situasi tertentu.

Yang terpenting adalah ketulusan. Pujian yang diberikan hanya untuk mencari perhatian justru bisa terasa kurang nyaman bagi penerimanya.

5. Sesuaikan Bahasa Tubuh Secara Natural

Dalam sebuah percakapan, bahasa tubuh turut memengaruhi suasana interaksi. Salah satu cara membangun kedekatan adalah menyesuaikan gestur secara alami dengan lawan bicara.

Misalnya, memberikan anggukan ketika mereka menjelaskan sesuatu atau menyesuaikan posisi tubuh agar percakapan terasa lebih nyaman.

Namun, hal ini tidak berarti harus meniru setiap gerakan orang lain. Lakukan secara wajar agar tidak terlihat dibuat-buat.

6. Beri Orang Lain Ruang

Menjadi pribadi yang menyenangkan bukan berarti harus selalu menjadi pusat perhatian. Ada kalanya justru memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara atau tampil menjadi sikap yang lebih menarik.

Hindari mendominasi setiap percakapan. Berikan ruang agar orang lain dapat menyampaikan pendapat, menceritakan pengalaman, atau menikmati momennya sendiri.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa kamu tidak selalu membutuhkan perhatian dan mampu menghargai keberadaan orang lain.

7. Ceritakan Pengalaman, Bukan Sekadar Informasi

Percakapan akan terasa lebih hidup ketika seseorang tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga membagikan pengalaman yang pernah dialaminya.

Cerita sederhana tentang kejadian lucu, pengalaman tidak terduga, atau momen berkesan dapat membuat percakapan menjadi lebih menarik.

Namun, tetap perhatikan keseimbangan. Jangan sampai seluruh pembicaraan hanya berpusat pada dirimu. Setelah berbagi cerita, beri kesempatan lawan bicara untuk menceritakan pengalaman mereka.

8. Sebut Nama Lawan Bicara

Menyebut nama seseorang dalam percakapan dapat membuat interaksi terasa lebih personal. Nama merupakan bagian penting dari identitas seseorang sehingga menggunakannya secara tepat dapat menunjukkan perhatian.

Misalnya, ketika memberikan tanggapan, kamu bisa menyebut nama mereka secara natural. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menciptakan suasana yang lebih akrab.

Meski demikian, jangan terlalu sering mengulang nama karena justru bisa terdengar tidak alami.

9. Jangan Takut Tertawa

Humor dapat membuat suasana yang awalnya kaku menjadi lebih santai. Tertawa secara natural ketika ada sesuatu yang memang lucu juga dapat membuat interaksi terasa lebih ringan.

Tidak harus selalu menjadi orang yang paling lucu. Menikmati candaan orang lain dan menunjukkan respons yang hangat juga sudah cukup untuk membuat suasana menjadi menyenangkan.

Yang perlu diperhatikan, hindari menjadikan orang lain sebagai bahan lelucon jika berpotensi membuat mereka merasa malu atau tersinggung.

10. Jadilah Pribadi yang Konsisten

Salah satu hal yang membuat orang merasa nyaman adalah mengetahui bahwa seseorang dapat dipercaya dan diandalkan.

Konsistensi dapat ditunjukkan dengan menepati perkataan, bersikap sopan kepada orang lain, dan tidak mudah berubah sikap hanya karena suasana hati.

Menjadi konsisten bukan berarti harus selalu sempurna. Justru, sikap yang stabil dan dapat dipercaya membantu orang lain merasa lebih aman ketika berinteraksi denganmu.

Pada akhirnya, menjadi pribadi yang disukai bukan berarti harus berusaha membuat semua orang menyukaimu. Hubungan yang sehat lebih banyak dibangun melalui sikap saling menghargai, mendengarkan, memberikan ruang, dan menjadi diri sendiri dengan tetap memperhatikan perasaan orang lain.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho