← Beranda
8 Kebiasaan Orang yang Nyaman dengan Suaranya Sendiri Saat Berkomunikasi Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahJumat, 18 September 2026 | 22.04 WIB
Kepribadian orang mendengar suara sendiri dan merasa nyaman menurut psikologi

JawaPos.com – Suara merupakan salah satu bagian penting dalam komunikasi. Selain menyampaikan informasi, karakter suara juga dapat menjadi bagian dari cara seseorang menampilkan dirinya kepada orang lain.

Setiap individu mempunyai karakter vokal yang berbeda, mulai dari tinggi-rendah nada, ritme, hingga warna suara. Ada orang yang merasa biasa saja ketika mendengar rekaman suaranya, tetapi ada pula yang justru merasa nyaman dan menyukai suara sendiri.

Ketertarikan terhadap suara sendiri dapat tercermin melalui cara seseorang berkomunikasi. Meski perilaku tersebut tidak otomatis menunjukkan karakter kepribadian tertentu, ada sejumlah pola yang kerap dikaitkan dengan orang yang merasa nyaman terhadap suaranya.

Dilansir dari Geediting, berikut delapan kebiasaan yang disebut dapat terlihat pada orang yang menyukai warna suaranya sendiri ketika terlibat dalam percakapan.

Baca Juga: Sering Tak Disadari, 8 Kebiasaan Ini Bisa Membuat Kondisi Keuangan Jalan di Tempat

1. Cenderung Banyak Mengambil Porsi Bicara

Orang yang merasa nyaman dengan suaranya biasanya tidak terlalu ragu untuk berbicara dalam durasi panjang.

Mereka dapat dengan mudah mengembangkan pembicaraan, terutama ketika menemukan topik yang menarik bagi dirinya. Banyaknya porsi bicara tidak selalu menunjukkan keinginan mendominasi karena bisa saja mereka memang mempunyai banyak hal untuk dibagikan.

Namun, jika tidak diimbangi dengan kesempatan bagi orang lain untuk berbicara, percakapan dapat terasa seperti komunikasi satu arah.

2. Sering Mengulang Cerita

Kebiasaan lain yang mungkin terlihat adalah mengulang cerita atau penjelasan yang sebenarnya sudah pernah disampaikan.

Pengulangan tersebut bisa muncul karena ingin memberikan sudut pandang tambahan, menambahkan detail, atau sekadar menikmati kembali proses bercerita.

Tidak jarang pula seseorang menceritakan pengalaman yang sama kepada orang berbeda dengan cara penyampaian yang sedikit berbeda.

3. Gemar Memainkan Intonasi

Bagi sebagian orang, suara bukan hanya soal kata-kata yang keluar dari mulut. Mereka juga memperhatikan bagaimana sebuah kalimat terdengar.

Orang yang menikmati karakter suaranya dapat lebih sering memainkan tinggi-rendah nada, memberikan tekanan pada kata tertentu, atau menggunakan jeda sebelum menyampaikan bagian penting.

Permainan intonasi tersebut dapat membuat pembicaraan terasa lebih hidup dan membantu mereka menyampaikan emosi secara lebih jelas.

4. Lebih Nyaman Berbicara di Depan Banyak Orang

Rasa nyaman terhadap suara sendiri dapat membuat seseorang lebih terbiasa mendengar dirinya ketika berbicara.

Dalam situasi seperti rapat, presentasi, diskusi, atau forum, mereka mungkin tidak terlalu canggung untuk menyampaikan pendapat.

Meski demikian, kepercayaan diri berbicara di depan umum tentu dipengaruhi banyak faktor, bukan hanya bagaimana seseorang menilai suaranya sendiri.

5. Memilih Pembicaraan yang Bisa Berkembang Panjang

Percakapan singkat mungkin terasa kurang menarik bagi mereka. Sebaliknya, mereka cenderung menikmati topik yang memberikan ruang untuk bertukar cerita dan pendapat secara lebih panjang.

Pengalaman pribadi, hobi, pekerjaan, maupun bidang yang dikuasai dapat menjadi topik yang membuat mereka semakin bersemangat berbicara.

Ketika menemukan pembahasan yang sesuai, mereka bisa dengan mudah mengembangkan satu topik menjadi beberapa cerita atau sudut pandang.

6. Perlu Lebih Banyak Melatih Kemampuan Mendengarkan

Ketika seseorang terlalu fokus pada apa yang ingin disampaikan, perhatian terhadap lawan bicara bisa berkurang.

Hal ini dapat terlihat dari kebiasaan menyela, buru-buru memberikan tanggapan, atau tidak menangkap detail yang sebelumnya disampaikan orang lain.

Kondisi tersebut tidak otomatis berarti seseorang bersikap egois. Namun, kemampuan mendengarkan secara aktif tetap penting agar percakapan berjalan seimbang dan kedua pihak merasa dihargai.

7. Tidak Canggung Mendengarkan Rekaman Suara Sendiri

Voice note, rekaman presentasi, atau video menjadi media yang memungkinkan seseorang mendengar kembali suaranya.

Bagi orang yang menyukai karakter suaranya, mendengarkan rekaman tersebut mungkin tidak terasa mengganggu. Mereka bahkan dapat memperhatikan pengucapan, ritme, maupun perubahan intonasi ketika berbicara.

Sebagian orang juga menggunakan rekaman tersebut untuk mengevaluasi kemampuan berbicara dan memperbaiki cara berkomunikasi.

8. Sering Menambahkan Cerita atau Humor

Ketika pembicaraan hampir selesai, mereka mungkin masih memiliki cerita tambahan untuk disampaikan.

Anekdot, pengalaman lucu, komentar spontan, hingga humor dapat menjadi cara untuk membuat percakapan terus berlangsung.

Kebiasaan tersebut bisa membuat suasana menjadi lebih cair. Namun, tetap penting memperhatikan respons lawan bicara agar percakapan tidak berlangsung sepihak.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho