JawaPos.com - Dinobatkan menjadi Negara paling bahagia di dunia, apa rahasia kebahagiaan masyarakat Denmark?
Yuk, kenali 5 kebiasaan yang dikaitkan dengan konsep hygge dan kehidupan yang lebih tenang, hangat, serta bermakna.
Denmark sering kali masuk dalam jajaran negara dengan tingkat kebahagiaan masyarakat yang tinggi.
Di balik reputasi tersebut, terdapat sebuah konsep kehidupan yang cukup populer, yaitu hygge, sebuah filosofi Denmark yang menekankan kenyamanan, kebersamaan, ketenangan, dan kemampuan menikmati momen sederhana.
Menariknya, rahasia hidup bahagia ala masyarakat Denmark ini bukan selalu tentang memiliki lebih banyak uang atau mengejar pencapaian yang lebih tinggi.
Justru, ada kebiasaan sederhana yang membuat seseorang belajar menikmati hubungan sosial, mengurangi persaingan, dan hadir sepenuhnya dalam momen yang sedang dijalani.
Informasi yang dirangkum dari laman YourTango ini, akan membahas lima kebiasaan yang dikaitkan dengan konsep hygge dan kehidupan masyarakat Denmark.
YUk, simak informasi selengkapnya, terkait lima hal paling dominan yang sering dilakukan masyarakat Denmark hingga dinobatkan menjadi negara paling bahagia di dunia.
1. Tetap Menjadi Diri Sendiri dan Tidak Sibuk Membuktikan Diri
Salah satu hal yang dikaitkan dengan konsep hygge adalah kemampuan untuk menjadi diri sendiri tanpa terus-menerus berusaha terlihat lebih baik di hadapan orang lain.
YourTango menjelaskan bahwa autentisitas merupakan salah satu bagian penting dari hygge. Seseorang tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain atau membangun citra tertentu hanya agar mendapatkan pengakuan. Ketika orang-orang dapat menurunkan “pertahanan” masing-masing, hubungan sosial dapat terasa lebih alami dan nyaman.
Kebiasaan ini sebenarnya relevan dengan kehidupan modern. Media sosial membuat seseorang semakin mudah membandingkan kehidupannya dengan orang lain. Foto liburan, pencapaian karier, rumah, kendaraan, hingga gaya hidup orang lain dapat membuat seseorang merasa harus menunjukkan bahwa dirinya juga berhasil.
Masyarakat Denmark yang menerapkan semangat hygge justru menekankan pengalaman bersama daripada kompetisi untuk menjadi yang paling menonjol.
Dalam kehidupan sehari-hari, prinsip ini dapat diterapkan dengan berhenti terlalu memikirkan bagaimana orang lain menilai diri kita. Tidak semua percakapan harus menjadi ajang menunjukkan keberhasilan.
Terkadang, hubungan yang paling menyenangkan justru muncul ketika seseorang merasa cukup aman untuk tampil apa adanya.
2. Menghindari Percakapan yang Sengaja Memicu Konflik
Kebiasaan kedua yang disoroti YourTango adalah kecenderungan menghindari topik yang terlalu kontroversial atau memecah belah ketika sedang menikmati waktu bersama.
Dalam konsep hygge, tujuan berkumpul adalah menciptakan suasana hangat dan menyenangkan. Karena itu, percakapan yang berpotensi memicu pertengkaran atau membuat suasana menjadi tegang tidak selalu menjadi pilihan utama.
Hal ini bukan berarti masyarakat Denmark tidak boleh membicarakan masalah serius atau menghindari semua perbedaan pendapat. Lebih tepatnya, terdapat kesadaran mengenai kapan sebuah percakapan memang perlu dilakukan dan kapan seseorang sebaiknya menikmati kebersamaan tanpa memperbesar konflik.
Prinsip tersebut sangat relevan di era media sosial. Seseorang bisa menghabiskan waktu berjam-jam berdebat mengenai politik, isu sosial, komentar orang lain, atau perbedaan pandangan yang sebenarnya tidak memberikan manfaat langsung bagi kehidupannya.
Tidak semua perbedaan harus diselesaikan dalam satu malam.
Ada kalanya menjaga suasana tetap tenang jauh lebih bermanfaat daripada memenangkan sebuah perdebatan.
Dalam kehidupan pribadi, kebiasaan ini dapat diterapkan dengan memilih topik yang membangun ketika sedang makan bersama keluarga atau berkumpul dengan teman. Jika pembicaraan mulai berubah menjadi konflik, seseorang dapat memilih mengalihkan topik atau memberi ruang bagi setiap orang untuk menenangkan diri.
3. Terbiasa Bekerja Sama, Bukan Berusaha Menjadi yang Paling Unggul
Kebahagiaan juga dapat muncul dari perasaan bahwa seseorang menjadi bagian dari sebuah kelompok. Inilah salah satu gagasan yang ditekankan dalam artikel YourTango ketika membahas kebiasaan masyarakat Denmark.
Konsep hygge tidak hanya berbicara mengenai duduk santai menikmati kopi atau suasana rumah yang nyaman. Ada pula unsur kebersamaan dan kerja sama di dalamnya. Ketika orang berkumpul, setiap orang diharapkan ikut berkontribusi sehingga kegiatan tersebut menjadi pengalaman bersama.
Contohnya sederhana. Ketika keluarga mengadakan makan malam bersama, satu orang mungkin memasak, orang lain menyiapkan meja, sementara yang lainnya membersihkan setelah selesai makan.
Tidak ada satu orang yang harus mengerjakan semuanya.
Prinsip tersebut dapat menciptakan rasa memiliki. Seseorang tidak hanya datang sebagai “tamu”, tetapi ikut membuat pengalaman bersama menjadi lebih menyenangkan.
Di lingkungan kerja, semangat serupa juga dapat diterapkan. Alih-alih selalu ingin menjadi orang yang paling terlihat atau mengambil semua pujian, seseorang dapat belajar mendengarkan ide rekan kerja dan memberikan penghargaan terhadap kontribusi orang lain.
Kerja sama juga memungkinkan seseorang melihat persoalan dari perspektif yang berbeda. Pada akhirnya, hidup tidak selalu harus menjadi perlombaan.
Kadang-kadang, melakukan sesuatu bersama orang lain justru membuat prosesnya terasa lebih ringan dan menyenangkan.
4. Menciptakan Ruang Percakapan yang Aman Tanpa Penghakiman
Salah satu alasan seseorang merasa nyaman berada bersama orang lain adalah karena ia tidak takut terus-menerus dihakimi.
YourTango menjelaskan bahwa dalam konsep hygge, waktu bersama dapat menjadi semacam ruang aman sementara dari tekanan untuk selalu terlihat sukses, kompetisi sosial, maupun materialisme. Di ruang tersebut, orang dapat berbicara dan menikmati kebersamaan tanpa harus terus membuktikan sesuatu.
Konsep ini sebenarnya sangat penting dalam hubungan keluarga dan pertemanan.
Bayangkan seseorang pulang setelah mengalami hari yang buruk. Jika setiap cerita langsung mendapatkan kritik, perbandingan, atau nasihat yang tidak diminta, ia mungkin akan memilih diam pada kesempatan berikutnya.
Sebaliknya, ketika seseorang tahu bahwa dirinya akan didengarkan tanpa langsung dihakimi, ia akan merasa lebih aman untuk terbuka.
Menciptakan ruang aman bukan berarti selalu membenarkan semua tindakan seseorang. Perbedaan pendapat tetap dapat disampaikan, tetapi dengan cara yang menghargai lawan bicara.
Dalam kehidupan sehari-hari, Anda bisa memulainya dari hal sederhana: ketika seseorang bercerita, dengarkan sampai selesai. Jangan buru-buru membandingkan pengalaman mereka dengan pengalaman Anda.
Terkadang, seseorang tidak membutuhkan solusi. Ia hanya membutuhkan tempat untuk merasa didengar.
5. Belajar Menikmati Momen yang Sedang Dijalani
Kebiasaan terakhir mungkin terlihat paling sederhana, tetapi justru cukup sulit dilakukan: hadir sepenuhnya dalam momen yang sedang dijalani.
YourTango menjelaskan bahwa masyarakat Denmark yang menjalankan semangat hygge berusaha menikmati waktu bersama keluarga dan teman, menikmati suasana di luar rumah, serta memberikan perhatian terhadap pengalaman yang sedang berlangsung.
Masalahnya, kehidupan modern sering membuat seseorang berada di satu tempat secara fisik tetapi pikirannya berada di tempat lain.
Saat makan bersama keluarga, pikiran memikirkan pekerjaan. Saat liburan, seseorang sibuk memeriksa pesan kantor. Ketika sedang berbicara dengan teman, perhatian justru tertuju pada layar ponsel.
Akibatnya, momen yang seharusnya menyenangkan berlalu tanpa benar-benar dinikmati.
Hygge menawarkan pendekatan berbeda. Ketika sedang berkumpul, cobalah benar-benar hadir. Letakkan ponsel untuk sementara, nikmati makanan, dengarkan percakapan, dan perhatikan suasana di sekitar.
Kebahagiaan tidak selalu berasal dari sesuatu yang luar biasa. Terkadang, kebahagiaan justru muncul ketika seseorang menyadari bahwa momen sederhana yang sedang dialaminya sebenarnya sudah cukup berharga.
Apa Itu Hygge dan Mengapa Banyak Orang Tertarik Menirunya?
Kelima kebiasaan tersebut memiliki benang merah yang sama, yaitu mengurangi tekanan untuk selalu tampil sempurna dan menggantinya dengan kehidupan yang lebih autentik, hangat, serta berorientasi pada hubungan.
YourTango juga menjelaskan bahwa hygge merupakan bagian penting dari budaya Denmark. Konsep ini berkaitan dengan suasana nyaman, kebersamaan, dan menikmati kesenangan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Hygge bukan sekadar menyalakan lilin, menggunakan selimut tebal, atau menikmati secangkir kopi. Benda-benda tersebut memang dapat menciptakan suasana nyaman, tetapi inti filosofinya lebih dalam.
Hygge mengajarkan seseorang untuk memperhatikan pengalaman sehari-hari.
Makan bersama keluarga bisa menjadi momen yang bermakna. Percakapan sederhana dengan teman bisa menjadi sesuatu yang patut disyukuri. Bahkan duduk sendirian dengan secangkir teh sambil menikmati suasana rumah juga dapat menjadi bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.
Dengan kata lain, kebahagiaan tidak selalu harus dikejar melalui pencapaian besar.
Benarkah Denmark Menjadi Negara Paling Bahagia karena Kebiasaan Ini?
Perlu dicatat bahwa tidak tepat menyimpulkan bahwa lima kebiasaan tersebut merupakan satu-satunya penyebab masyarakat Denmark memiliki tingkat kebahagiaan yang tinggi.
Peringkat kebahagiaan suatu negara dipengaruhi banyak faktor, termasuk kondisi sosial, ekonomi, kualitas hubungan, rasa aman, kepercayaan terhadap institusi, serta berbagai aspek kehidupan lainnya.
Bahkan posisi negara dalam indeks kebahagiaan dapat berubah dari tahun ke tahun. Misalnya, YourTango sebelumnya mencatat Finlandia sebagai negara dengan peringkat tertinggi dalam World Happiness Report 2021, sementara Denmark berada di posisi ketiga.
Karena itu, judul “negara paling bahagia” lebih tepat dipahami sebagai gambaran dari reputasi dan posisi Denmark yang konsisten berada di jajaran atas berbagai pemeringkatan kebahagiaan, bukan sebagai bukti bahwa semua orang Denmark selalu bahagia.
Namun, ada pelajaran menarik yang tetap bisa diterapkan.
Menjadi diri sendiri, mengurangi konflik yang tidak perlu, bekerja sama, menciptakan ruang aman dalam percakapan, dan menikmati momen sederhana merupakan kebiasaan yang dapat membantu seseorang membangun kehidupan sosial yang lebih sehat.
Rahasia Hidup Bahagia Tidak Selalu Rumit
Pada akhirnya, mungkin bukan Denmark yang memiliki satu “rahasia kebahagiaan” yang bisa diterapkan oleh semua orang.
Yang lebih menarik adalah cara budaya hygge mengingatkan kita bahwa kehidupan yang menyenangkan tidak harus selalu penuh pencapaian, kemewahan, atau kesibukan.
Ada kalanya seseorang justru merasa lebih bahagia ketika berhenti membandingkan diri, menikmati waktu bersama orang yang disayangi, membantu pekerjaan bersama, dan memberikan perhatian penuh terhadap percakapan yang sedang berlangsung.
Lima kebiasaan yang dirangkum YourTango tersebut dapat menjadi inspirasi sederhana untuk kehidupan sehari-hari. Tidak perlu mengubah hidup secara drastis.
Mulailah dengan hal kecil: nikmati makan malam tanpa ponsel, dengarkan cerita orang terdekat tanpa menghakimi, berhenti berdebat mengenai hal yang tidak penting, dan izinkan diri sendiri menikmati waktu tanpa harus selalu produktif.
Sebab terkadang, hidup yang lebih bahagia bukan tentang memiliki lebih banyak hal, melainkan tentang mampu menikmati dengan lebih utuh apa yang sudah dimiliki.
***