← Beranda
Dari Roman hingga Egyptian, Ini 4 Karakter yang Dikaitkan dengan Bentuk Kaki
Rabbany WanadrianiMinggu, 13 September 2026 | 05.43 WIB
ilustrasi bentuk kaki. (Jagran Josh)

JawaPos.com – Setiap orang memiliki bentuk kaki yang berbeda. Selain dipengaruhi faktor anatomi dan genetik, bentuk kaki ternyata kerap dikaitkan dengan karakter atau kepribadian seseorang.

Dalam sejumlah kepercayaan dan pembahasan populer mengenai kepribadian, bentuk telapak serta susunan jari kaki dipercaya memiliki karakteristik tertentu. Ada yang disebut mencerminkan pribadi kreatif, mandiri, praktis, hingga mudah bergaul.

Dilansir dari Jagran Josh, terdapat empat tipe bentuk kaki yang kerap dikaitkan dengan karakter berbeda. Penasaran dengan kepribadian yang dipercaya menyertainya?

Baca Juga: Tak Peduli Virgo atau Libra, Ini 4 Kepribadian Utama Orang yang Lahir di Bulan September

1. Roman Foot

Bentuk kaki Roman biasanya digambarkan memiliki beberapa jari kaki bagian depan yang tampak memiliki panjang relatif serupa. Dalam interpretasi populer, pemilik bentuk kaki ini disebut sebagai pribadi yang mudah bergaul dan senang membangun hubungan dengan orang baru.

Mereka juga dianggap memiliki kemampuan komunikasi yang baik serta cukup percaya diri dalam menyampaikan gagasan. Sifat orisinal membuat mereka tidak terlalu takut menunjukkan pemikiran atau mengambil peran sebagai pemimpin.

Selain itu, pemilik Roman foot dipercaya mampu memadukan logika dengan empati. Mereka dapat bekerja secara mandiri sekaligus memiliki kemampuan menyelesaikan persoalan yang melibatkan orang lain.

Namun, rasa percaya diri yang terlalu kuat terkadang disebut dapat berkembang menjadi sikap keras kepala. Mereka juga mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menerima kritik atau mengakui bahwa sudut pandangnya perlu diperbaiki.

2. Square Foot

Seperti namanya, bentuk square foot memiliki bagian depan kaki yang terlihat lebih rata karena beberapa jari memiliki panjang yang relatif berdekatan.

Dalam tafsir kepribadian populer, pemilik bentuk ini dikenal sebagai sosok yang realistis, stabil, dan dapat diandalkan. Mereka cenderung mengutamakan solusi praktis ketika menghadapi persoalan.

Kemampuan mengatur waktu dan sumber daya juga disebut menjadi salah satu kelebihan mereka. Tak hanya itu, mereka dianggap mampu menjelaskan sesuatu dengan cara sederhana dan senang membantu orang lain.

Ketika berada dalam situasi penuh tekanan, pemilik square foot dipercaya lebih mampu mempertahankan ketenangan. Mereka cenderung tidak mudah terbawa emosi dan memilih melihat persoalan berdasarkan fakta yang ada.

3. Greek Foot

Greek foot memiliki ciri jari kedua yang tampak lebih panjang dibandingkan ibu jari. Bentuk ini dalam pembahasan populer sering dikaitkan dengan pribadi yang kreatif dan memiliki imajinasi kuat.

Pemiliknya disebut memiliki rasa ingin tahu tinggi dan tidak mudah puas dengan rutinitas. Mereka senang mencoba pengalaman baru serta tertantang untuk menemukan sesuatu yang berbeda.

Kemampuan melihat persoalan dari perspektif yang luas juga dipercaya membuat mereka mudah menghasilkan gagasan baru. Kemandirian menjadi hal penting sehingga mereka tidak keberatan memilih jalan yang berbeda dari kebanyakan orang.

Sikap optimistis dan idealis turut menjadi karakter yang sering dilekatkan pada tipe ini. Mereka disebut cukup peka terhadap perasaan orang lain dan mampu memahami sudut pandang berbeda.

4. Egyptian Foot

Egyptian foot merupakan bentuk kaki yang dalam penggambaran populer terlihat memiliki ibu jari paling panjang, kemudian jari-jari berikutnya menurun secara bertahap.

Tipe ini kerap dikaitkan dengan karakter mandiri, memiliki kemauan kuat, dan tidak mudah dipengaruhi orang lain. Pemiliknya disebut cenderung mengetahui apa yang mereka inginkan dan berusaha mempertahankan keputusan tersebut.

Sisi kreatif dan imajinatif juga dipercaya cukup menonjol. Hal itu membuat mereka dianggap mampu menemukan cara berbeda ketika menghadapi persoalan atau harus mengambil keputusan.

Dalam hubungan dengan orang lain, pemilik Egyptian foot disebut menghargai kesetiaan dan kepercayaan. Mereka juga cenderung menjaga batas privasi dan tidak terlalu suka membagikan kehidupan pribadi kepada banyak orang.

Mereka baru akan bersedia menjadi pusat perhatian ketika memang ada alasan penting, misalnya karena pencapaian atau hasil kerja yang mereka raih.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho