← Beranda
Tak Sekadar Bekerja, Orang yang Puas dengan Kariernya Tidak Melakukan 8 Hal Ini
Lania MonicaSabtu, 12 September 2026 | 04.22 WIB
Ilustrasi orang yang bahagia dengan kariernya (freepik)

JawaPos.com – Memiliki pekerjaan belum tentu membuat seseorang merasa puas dengan perjalanan kariernya. Ada orang yang mendapatkan penghasilan besar, tetapi tetap merasa tertekan dan tidak menikmati pekerjaannya.

Sebaliknya, sebagian orang justru mampu menemukan kepuasan dari pekerjaan yang dijalani karena mereka memahami apa yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi.

Kebahagiaan dalam bekerja juga tidak selalu ditentukan oleh jabatan atau besarnya pendapatan. Cara seseorang memandang pekerjaan, menghadapi kegagalan, menjaga kesehatan, hingga membangun hubungan dengan rekan kerja turut memengaruhi kepuasan tersebut.

Dilansir dari Geediting, terdapat sejumlah kesalahan yang cenderung dihindari oleh orang-orang yang merasa bahagia sekaligus berkembang dalam kariernya. Berikut delapan di antaranya.

Baca Juga: 3 Zodiak yang Bakal Jalani Nasib Baik di September 2026, Karier dan Usahanya Kian Bersinar

1. Menjadikan Uang sebagai Satu-Satunya Pertimbangan

Penghasilan tentu menjadi salah satu faktor penting ketika memilih pekerjaan. Namun, menjadikan uang sebagai satu-satunya alasan bertahan dalam sebuah pekerjaan bisa membuat seseorang kehilangan kepuasan.

Orang yang menikmati karier biasanya memahami bahwa pekerjaan ideal juga perlu sesuai dengan minat, prinsip, dan kebutuhan hidupnya.

Pendapatan yang baik memang memberikan rasa aman, tetapi pekerjaan yang selaras dengan nilai pribadi dapat memberikan kepuasan yang lebih berkelanjutan.

2. Mengorbankan Kehidupan Pribadi demi Pekerjaan

Bekerja keras bukan berarti harus menghabiskan seluruh waktu untuk urusan kantor.

Orang yang bahagia dengan kariernya menyadari bahwa keluarga, kesehatan, pertemanan, hobi, dan waktu untuk diri sendiri juga memiliki nilai penting.

Mereka berusaha menjaga batas antara kehidupan profesional dan pribadi. Dengan begitu, pekerjaan tidak mengambil seluruh energi yang seharusnya digunakan untuk menikmati kehidupan di luar kantor.

3. Berhenti Mengembangkan Kemampuan

Dunia profesional selalu berubah. Teknologi, kebutuhan industri, hingga cara bekerja dapat mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.

Karena itu, orang yang ingin tetap menikmati kariernya biasanya tidak berhenti belajar. Mereka terbuka terhadap keterampilan baru, pengalaman berbeda, maupun pengetahuan yang dapat menunjang pekerjaan.

Kebiasaan tersebut bukan hanya membantu seseorang tetap kompetitif, tetapi juga membuat perjalanan karier terasa lebih dinamis dan tidak membosankan.

4. Membiarkan Ketakutan Menguasai Diri

Takut melakukan kesalahan merupakan hal yang wajar. Namun, rasa takut yang terlalu besar dapat membuat seseorang tidak berani mengambil kesempatan.

Mereka yang bahagia dengan kariernya cenderung memandang kegagalan sebagai bagian dari proses belajar. Kesalahan tidak selalu dianggap sebagai bukti ketidakmampuan, melainkan pengalaman yang dapat digunakan untuk memperbaiki langkah berikutnya.

Sikap tersebut membuat mereka lebih berani mencoba dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan.

5. Menganggap Relasi di Tempat Kerja Tidak Penting

Kemampuan profesional memang penting, tetapi hubungan yang baik dengan orang-orang di lingkungan kerja juga memiliki peran besar.

Orang yang menikmati pekerjaannya biasanya berusaha membangun komunikasi yang sehat dengan rekan kerja, menghargai kontribusi orang lain, dan tidak segan memberikan dukungan ketika dibutuhkan.

Lingkungan kerja yang dipenuhi hubungan positif dapat membuat tekanan terasa lebih mudah dihadapi. Jaringan profesional yang sehat juga berpotensi membuka kesempatan baru di masa depan.

6. Mengabaikan Kondisi Fisik dan Mental

Ambisi untuk mencapai target terkadang membuat seseorang lupa memperhatikan kondisi tubuh dan pikirannya sendiri.

Padahal, terus bekerja tanpa jeda dapat menyebabkan kelelahan, menurunkan produktivitas, bahkan meningkatkan risiko burnout.

Orang yang bahagia dalam karier memahami pentingnya menjaga stamina. Mereka berusaha mendapatkan tidur yang cukup, mengatur waktu istirahat, beraktivitas fisik, serta memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk berhenti sejenak dari rutinitas pekerjaan.

7. Terlalu Nyaman hingga Tidak Lagi Berkembang

Zona nyaman memang memberikan rasa aman. Namun, jika terlalu lama berada di dalamnya, seseorang dapat kehilangan dorongan untuk berkembang.

Orang yang puas dengan perjalanan karier bukan berarti tidak memiliki ambisi. Mereka justru tetap mencari cara untuk meningkatkan kemampuan dan mencoba peluang baru.

Ketika muncul kesempatan untuk mengambil tanggung jawab lebih besar atau mempelajari bidang berbeda, mereka mempertimbangkannya dengan matang alih-alih langsung menolak karena takut keluar dari kebiasaan.

8. Tidak Lagi Memahami Alasan di Balik Pekerjaan

Ada kalanya rutinitas membuat seseorang lupa mengapa dirinya memilih karier tersebut sejak awal.

Padahal, memiliki tujuan yang jelas dapat menjadi sumber motivasi ketika pekerjaan sedang terasa berat.

Orang yang bahagia dengan karier biasanya memiliki alasan pribadi yang membuat pekerjaan mereka terasa berarti. Bagi sebagian orang, alasannya bisa berupa kecintaan terhadap bidang tertentu. Bagi yang lain, pekerjaan mungkin menjadi cara untuk membantu keluarga, memberikan manfaat kepada orang lain, atau mencapai tujuan hidup tertentu.

Ketika seseorang memahami alasan di balik pekerjaannya, tantangan yang muncul tidak selalu terasa sebagai beban.

Pada akhirnya, menikmati karier bukan berarti menjalani pekerjaan tanpa tekanan atau masalah. Setiap profesi tetap memiliki tuntutan dan masa sulit.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho