← Beranda
6 Ucapan Merasa Terkucil yang Muncul Meski Dikelilingi Sahabat Dekat Menurut Psikologi
Mohammad Maulana IqbalRabu, 9 September 2026 | 20.55 WIB
Ucapan merasa terkucil yang muncul meski dikelilingi sahabat dekat menurut psikologi / foto : Magnific/ drobotdean

JawaPos.com - Merasa terkucil bisa muncul meski seseorang dikelilingi sahabat dekat yang sebenarnya menyayanginya.

Perasaan tersisih tidak selalu terlihat lewat duduk sendirian, namun bisa muncul lewat obrolan santai sehari-hari.

Sebagian orang sering menyembunyikan kesedihan tersebut lewat ucapan sederhana yang terlihat biasa saja sekilas.

Dilansir dari laman YourTango pada Rabu (9/9), berikut enam ucapan psikologi merasa terkucil yang biasa muncul meski seseorang dikelilingi sahabat-sahabat terdekatnya.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Malam yang Bikin Bahagia Orang yang Suka Tidur Cepat Menurut Psikologi

1. Mengaku tidak tahu rencana yang sedang dibahas

Ucapan ini terdengar sederhana, namun sebenarnya menyimpan pertanyaan tersembunyi mengapa dirinya tidak diberi tahu.

Rasa sakit muncul ketika menyadari bahwa orang lain sudah mengetahui sesuatu yang belum diketahuinya.

Perasaan ini dapat memicu keraguan terhadap loyalitas teman-teman terdekat dalam hubungan pertemanan tersebut.

Ketidakpastian ini sering memperkuat rasa tidak aman yang sebelumnya sudah dirasakan seseorang dalam pertemanan.

2. Memuji kedekatan teman lain secara tidak langsung

Ucapan ini terdengar seperti pujian, padahal sebenarnya menyimpan keinginan merasakan kedekatan yang sama.

Orang yang merasa terkucil biasanya sangat peka terhadap kedekatan hubungan orang lain di sekitarnya.

Semakin banyak yang diperhatikan, semakin mudah pula perasaan membandingkan diri dengan orang lain muncul.

Perasaan ini tetap terasa kesepian meski dikelilingi orang-orang yang bersikap ramah kepadanya.

3. Berpura-pura tidak keberatan saat tidak diajak

Ucapan ini terdengar santai, namun sebenarnya menjadi cara melindungi diri dari rasa kecewa.

Seseorang mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia tidak menginginkan undangan tersebut sejak awal.

Diundang sebenarnya tetap penting karena menunjukkan bahwa seseorang dianggap bagian dari kelompok tersebut.

Kebiasaan menyangkal perasaan ini justru membuat kekecewaan menumpuk tanpa pernah benar-benar terselesaikan.

4. Mengaku merasa ketinggalan informasi tertentu

Ucapan ini sering muncul saat seseorang menghadapi lelucon dalam kelompok yang tidak dipahaminya.

Secara emosional, ucapan ini menyiratkan pertanyaan mengapa dirinya tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.

Merasa tersisih tidak selalu berarti dikeluarkan secara fisik, tetapi juga tidak dilibatkan dalam keputusan tertentu.

Menyampaikan hal ini dengan nada bercanda menjadi cara lebih aman menyembunyikan rasa sakit sesungguhnya.

5. Mengaku sudah terbiasa menjadi teman tambahan

Ucapan ini mungkin menjadi salah satu ungkapan paling menyakitkan yang bisa disampaikan seseorang.

Perasaan tersisih ini seolah sudah menjadi bagian dari identitas diri yang diterima begitu saja.

Sikap ini dapat berkembang menjadi kemandirian berlebihan yang justru berujung pada isolasi diri sepenuhnya.

Meski terlihat mandiri, mereka sebenarnya tetap menginginkan perasaan dipilih oleh orang-orang terdekatnya.

6. Menyatakan tidak perlu selalu diajak dalam segala hal

Ucapan ini menjadi cara meyakinkan teman bahwa dirinya baik-baik saja meski sering dilewatkan.

Terdapat perbedaan antara benar-benar memahami batasan pertemanan dengan sekadar meyakinkan diri sendiri untuk tidak peduli.

Sebenarnya ucapan ini berarti tidak ingin terlihat butuh perhatian atau mengakui rasa kecewa yang dirasakan.

Sikap ini justru membuat kekecewaan terasa lebih kecil sebelum orang lain sempat mengabaikannya.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho