← Beranda
6 Kebiasaan Unik yang Kerap Dimiliki Orang dengan IQ Tinggi, Ada yang Suka Kucing
Rabbany WanadrianiMinggu, 6 September 2026 | 22.49 WIB
ilustrasi orang dengan IQ tinggi. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Kecerdasan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan soal atau mendapatkan nilai tinggi. Secara umum, kecerdasan mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir logis, memecahkan masalah, beradaptasi, hingga menghasilkan gagasan baru.

Menariknya, sejumlah penelitian dan pembahasan psikologi menemukan adanya hubungan antara kemampuan kognitif dengan beberapa karakter yang mungkin tidak langsung dianggap sebagai tanda kecerdasan.

Namun, sifat-sifat tersebut tentu tidak dapat digunakan sebagai tes IQ. Seseorang yang memiliki salah satu atau beberapa karakter di bawah ini belum tentu mempunyai IQ tinggi, begitu pula sebaliknya.

Dilansir dari YourTango, berikut enam sifat tidak terduga yang kerap dikaitkan dengan orang-orang dengan kemampuan kognitif tinggi.

Baca Juga: Tak Selalu Terlihat Pintar, Ini 6 Kebiasaan yang Sering Dikaitkan dengan IQ Tinggi

1. Tidak Terlalu Canggung Menggunakan Kata Kasar

Salah satu temuan yang cukup menarik berkaitan dengan kebiasaan menggunakan kata-kata kasar.

Orang yang sesekali mengumpat tidak otomatis memiliki kecerdasan lebih tinggi. Namun, beberapa penelitian mengenai bahasa menunjukkan bahwa kemampuan menghasilkan banyak kata tabu atau kata kasar dalam kondisi tertentu dapat berkaitan dengan kemampuan verbal yang baik.

Artinya, penggunaan kata kasar tidak selalu menunjukkan seseorang memiliki kosakata yang terbatas. Dalam konteks tertentu, orang tersebut justru mungkin mempunyai perbendaharaan kata yang cukup luas.

Meski begitu, kemampuan berbahasa tetap perlu dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari seberapa sering seseorang mengumpat.

2. Berani Mencoba Hal yang Mengandung Risiko

Orang dengan kemampuan kognitif tinggi terkadang lebih terbuka terhadap pengalaman baru dan situasi yang belum diketahui.

Rasa ingin tahu membuat mereka tertarik mengeksplorasi berbagai kemungkinan, termasuk mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Keberanian tersebut bukan berarti selalu mengambil keputusan secara gegabah. Sebaliknya, seseorang yang berpikir matang dapat mempertimbangkan manfaat, risiko, serta konsekuensi sebelum menentukan langkah.

Ketika dipadukan dengan rasa ingin tahu dan kemampuan menganalisis situasi, keberanian menghadapi ketidakpastian dapat menjadi salah satu karakter yang menarik pada orang dengan kemampuan berpikir tinggi.

3. Terlihat Malas, Padahal Suka Berpikir

Malas dan cerdas memang terdengar seperti dua hal yang bertolak belakang. Namun, ada pembahasan penelitian yang mengaitkan tingkat aktivitas fisik dengan kecenderungan seseorang untuk lebih banyak menghabiskan waktu dalam aktivitas berpikir.

Orang yang senang berpikir mendalam tidak selalu membutuhkan kesibukan fisik untuk merasa terstimulasi.

Bagi mereka, duduk diam, membaca, merenung, atau memikirkan sebuah persoalan dapat menjadi aktivitas yang cukup menarik.

Karena itu, seseorang yang terlihat tidak banyak bergerak belum tentu benar-benar tidak produktif. Bisa saja pikirannya sedang bekerja mengolah informasi atau mencari solusi.

4. Memiliki Dorongan Berprestasi

Kemampuan untuk menetapkan target dan berusaha mencapainya juga kerap dikaitkan dengan karakter orang berprestasi.

Mereka biasanya memiliki standar tertentu terhadap hasil pekerjaan dan tidak mudah puas sebelum tugas yang dilakukan selesai dengan baik.

Dorongan tersebut dapat terlihat di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga proyek pribadi.

Meski demikian, sifat ambisius bukanlah bukti langsung seseorang mempunyai IQ tinggi. Prestasi seseorang juga dipengaruhi oleh motivasi, lingkungan, kesempatan, disiplin, serta berbagai faktor lainnya.

5. Sering Mengalami Kekhawatiran

Hubungan antara kecemasan dan kecerdasan merupakan topik yang cukup kompleks.

Beberapa penelitian menemukan adanya hubungan tertentu antara kemampuan kognitif dengan kecenderungan berpikir berlebihan atau mengkhawatirkan berbagai kemungkinan. Orang yang sangat analitis dapat terbiasa mempertimbangkan banyak skenario sebelum mengambil keputusan.

Mereka mungkin memikirkan apa yang bisa terjadi, bagaimana sebuah masalah berkembang, dan apa dampak dari setiap pilihan.

Namun, kecemasan bukanlah tanda pasti kecerdasan tinggi. Gangguan kecemasan merupakan persoalan kesehatan mental yang berbeda dan tidak seharusnya dianggap sebagai keuntungan atau ukuran IQ.

6. Lebih Menyukai Kucing

Sifat terakhir yang cukup unik adalah kecenderungan menyukai kucing.

Beberapa survei mengenai kepribadian pemilik hewan peliharaan menemukan perbedaan karakter antara orang yang lebih menyukai kucing dan mereka yang lebih menyukai anjing. Dalam sejumlah temuan populer, pecinta kucing kerap digambarkan lebih terbuka terhadap pengalaman, sensitif, dan mandiri.

Ada pula penelitian yang pernah mengaitkan pecinta kucing dengan skor kemampuan kognitif tertentu.

Namun, tentu saja preferensi terhadap hewan peliharaan bukan alat untuk mengukur IQ seseorang. Menyukai kucing atau anjing lebih banyak berkaitan dengan preferensi dan karakter pribadi.

Pada akhirnya, tidak ada satu sifat yang bisa memastikan seseorang memiliki IQ tinggi. Kecerdasan merupakan konsep yang kompleks dan mencakup berbagai kemampuan.

Enam karakter di atas lebih tepat dipandang sebagai temuan atau korelasi yang menarik dalam pembahasan psikologi, bukan sebagai patokan untuk menilai kecerdasan seseorang.

Jadi, jika Anda memiliki beberapa sifat tersebut, bukan berarti otomatis mempunyai IQ tinggi. Begitu pula jika tidak memilikinya, bukan berarti kemampuan berpikir Anda rendah.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho