← Beranda
Jika Kamu Berusaha Membuat Pasangan Merasa Dicintai, Coba Lakukan 7 Cara Sederhana Ini
Irfan FerdiansyahKamis, 3 September 2026 | 21.57 WIB
seseorang yang membuat pasangannya merasa dicintai / foto: Magnific/timeimage
 
JawaPos.com - Mencintai seseorang sebenarnya bukan hanya tentang seberapa besar perasaan yang kita miliki. Dalam sebuah hubungan, cinta juga perlu dirasakan oleh orang yang menerimanya.

Kamu mungkin sangat menyayangi pasanganmu. Kamu rela bekerja keras untuk masa depan, berusaha memenuhi kebutuhannya, atau selalu ada ketika dia membutuhkan bantuan. Namun, terkadang semua itu belum tentu membuat pasangan merasa benar-benar dicintai.

Mengapa?

Karena setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam memahami kasih sayang. Ada orang yang merasa dicintai ketika pasangannya memberikan perhatian kecil. Ada yang membutuhkan kata-kata penghargaan. Ada pula yang merasa paling disayangi ketika pasangannya mau meluangkan waktu dan benar-benar hadir secara emosional.

Dilansir dari Psychology Today pada Kamis (3/9), dalam psikologi hubungan, kualitas hubungan tidak hanya berkaitan dengan adanya rasa cinta, tetapi juga dengan bagaimana pasangan mengalami rasa aman, dihargai, dipahami, dan diperhatikan.

Kabar baiknya, membuat pasangan merasa dicintai tidak selalu membutuhkan sesuatu yang mahal atau romantis secara berlebihan.

Sering kali, justru hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten memiliki dampak paling besar.

Jika kamu sedang berusaha membuat pasanganmu merasa lebih dicintai, berikut tujuh cara sederhana yang bisa kamu coba.

1. Dengarkan pasangan tanpa buru-buru memberikan solusi

Salah satu bentuk kasih sayang yang sering diremehkan adalah mendengarkan.

Ketika pasangan bercerita tentang masalah di tempat kerja, konflik dengan keluarga, rasa lelah, atau sesuatu yang membuatnya kecewa, mungkin naluri pertama kita adalah langsung mencari solusi.

"Ya sudah, jangan dipikirkan."

"Kalau aku jadi kamu, aku akan..."

"Kamu seharusnya melakukan..."

Niatnya mungkin baik. Kita ingin membantu.

Namun, tidak setiap cerita membutuhkan solusi.

Kadang-kadang pasangan hanya ingin merasa bahwa emosinya diterima dan dirinya tidak sendirian dalam menghadapi sesuatu.

Dalam psikologi hubungan, kemampuan untuk memahami dan merespons keadaan emosional pasangan berkaitan dengan terbentuknya rasa aman dalam hubungan. Ketika seseorang merasa didengarkan tanpa langsung dihakimi atau diperbaiki, ia cenderung lebih nyaman untuk terbuka.

Karena itu, ketika pasangan sedang bercerita, cobalah berhenti sejenak dari keinginan untuk memperbaiki semuanya.

Tatap matanya.

Letakkan ponsel.

Dengarkan sampai selesai.

Kemudian kamu bisa mengatakan:

"Aku ngerti kenapa kamu merasa capek."

atau,

"Kalau aku mengalami hal seperti itu, mungkin aku juga akan merasa berat."

Kalimat sederhana seperti itu dapat membuat pasangan merasa bahwa perasaannya tidak dianggap sepele.

Mendengarkan bukan berarti kamu harus selalu setuju.

Mendengarkan berarti kamu bersedia memahami sebelum memberikan penilaian.

Dan bagi banyak orang, merasa dipahami adalah salah satu pengalaman paling dekat dengan merasa dicintai.

2. Perhatikan hal-hal kecil yang sering dianggap sepele

Hubungan yang sehat tidak hanya dibangun oleh momen besar.

Justru hubungan sering kali dibentuk oleh ratusan interaksi kecil yang terjadi setiap hari.

Menanyakan apakah pasangan sudah makan.

Mengingat bahwa hari ini dia punya rapat penting.

Membawakan makanan kesukaannya ketika kamu pulang.

Mengirim pesan singkat ketika tahu dia sedang menghadapi hari yang berat.

Mengucapkan terima kasih ketika dia melakukan sesuatu untukmu.

Kelihatannya sederhana.

Namun, perhatian kecil seperti ini memberikan sebuah pesan emosional:

"Aku memperhatikanmu."

Dan merasa diperhatikan merupakan bagian penting dari pengalaman merasa dihargai dalam hubungan.

Bayangkan pasanganmu pernah bercerita bahwa dia sedang menghadapi presentasi penting pada hari Jumat.

Pada hari Jumat pagi, kamu mengirim pesan:

"Semoga presentasinya lancar hari ini. Kamu sudah mempersiapkannya dengan baik. Semangat."

Pesan itu mungkin hanya membutuhkan beberapa detik untuk diketik.

Tetapi bagi pasangan, pesan tersebut dapat memiliki arti yang jauh lebih besar.

Dia tahu bahwa kamu mengingat sesuatu yang penting baginya.

Inilah mengapa perhatian kecil sering kali lebih bermakna daripada hadiah besar yang diberikan sesekali.

Cinta tidak selalu terlihat seperti kejutan besar. Kadang-kadang cinta terlihat seperti seseorang yang mengingat hal kecil tentang dirimu.

3. Berikan apresiasi secara spesifik, bukan hanya mengatakan "aku sayang kamu"

Mengatakan "aku mencintaimu" tentu penting.

Tetapi sesekali, cobalah membuat apresiasimu lebih spesifik.

Daripada hanya mengatakan:

"Aku sayang kamu."

Cobalah mengatakan:

"Aku suka caramu tetap berusaha meskipun akhir-akhir ini kamu sedang capek."

atau:

"Aku berterima kasih karena kamu selalu berusaha mendengarkan aku ketika aku punya masalah."

Mengapa ini lebih bermakna?

Karena apresiasi yang spesifik menunjukkan bahwa kamu benar-benar memperhatikan kualitas dan usaha pasangan.

Seseorang biasanya akan merasa lebih dihargai ketika bukan hanya hasil akhirnya yang diperhatikan, tetapi juga proses dan usaha yang dilakukannya.

Misalnya pasangan memasak untukmu.

Daripada hanya mengatakan:

"Enak."

Kamu bisa mengatakan:

"Terima kasih sudah masak. Aku tahu kamu juga capek hari ini."

Ada perbedaan besar di antara keduanya.

Kalimat kedua menunjukkan bahwa kamu tidak hanya menikmati makanannya, tetapi juga menyadari usaha di balik makanan tersebut.

Cobalah membiasakan diri mencari sesuatu yang bisa kamu hargai dari pasangan setiap hari.

Tidak harus sesuatu yang luar biasa.

Bisa tentang kesabarannya.

Caranya memperlakukan orang lain.

Usahanya dalam pekerjaan.

Cara dia merawat keluarga.

Humornya.

Atau bahkan kebiasaan kecil yang membuat hidupmu terasa lebih nyaman.

Orang ingin dicintai, tetapi mereka juga ingin tahu bahwa usaha mereka terlihat.

4. Luangkan waktu berkualitas tanpa terdistraksi

Menghabiskan waktu bersama tidak selalu sama dengan benar-benar hadir bersama.

Kamu dan pasangan mungkin duduk di sofa selama dua jam.

Tetapi kalau kamu sibuk bermain ponsel, membalas pesan, menonton sesuatu sendiri, sementara pasangan juga sibuk dengan dunianya, mungkin secara fisik kalian berdekatan tetapi secara emosional tidak benar-benar terhubung.

Karena itu, sesekali cobalah menciptakan waktu khusus untuk pasangan.

Tidak harus pergi ke restoran mahal.

Tidak harus liburan.

Kalian bisa berjalan kaki bersama.

Membuat kopi.

Memasak makan malam.

Duduk di teras.

Atau sekadar berbicara selama 20–30 menit tanpa memegang ponsel.

Yang penting bukan selalu berapa lama kalian bersama.

Tetapi seberapa hadir kamu ketika bersamanya.

Dalam hubungan, perhatian yang diberikan secara penuh dapat membantu pasangan merasa bahwa dirinya memiliki tempat penting dalam hidupmu.

Cobalah bertanya sesuatu yang lebih dalam daripada:

"Hari ini bagaimana?"

Misalnya:

"Apa hal paling melelahkan yang kamu alami minggu ini?"

"Ada sesuatu yang akhir-akhir ini kamu pikirkan?"

"Hal apa yang paling kamu nantikan sekarang?"

Pertanyaan seperti ini membuka kesempatan untuk mengenal pasangan bukan hanya sebagai seseorang yang tinggal atau menjalani rutinitas bersamamu, tetapi sebagai manusia yang terus berubah dan memiliki dunia batin sendiri.

5. Belajar menyentuh dengan cara yang membuat pasangan nyaman

Sentuhan fisik juga dapat menjadi bentuk komunikasi emosional yang kuat.

Memeluk pasangan ketika dia sedang sedih.

Menggenggam tangannya ketika berjalan.

Memberikan kecupan sebelum berangkat bekerja.

Menyandarkan kepala di bahunya.

Atau sekadar menyentuh lengannya ketika sedang berbicara.

Bagi sebagian orang, sentuhan seperti itu dapat memberikan rasa dekat dan aman.

Namun, ada satu hal penting:

sentuhan harus selalu memperhatikan kenyamanan dan batasan pasangan.

Tidak semua orang memiliki kebutuhan sentuhan yang sama.

Karena itu, jangan menganggap bahwa pasangan pasti menyukai bentuk sentuhan tertentu hanya karena kamu menyukainya.

Tanyakan.

Perhatikan responsnya.

Hormati batasannya.

Dalam hubungan yang sehat, kasih sayang bukan tentang melakukan apa yang menurut kita romantis, tetapi menemukan bentuk kasih sayang yang juga terasa nyaman bagi pasangan.

Bahkan pelukan singkat yang diberikan pada waktu yang tepat bisa menjadi pesan sederhana:

"Aku di sini bersamamu."

6. Ketika terjadi konflik, jangan membuat pasangan merasa menjadi musuh

Tidak ada hubungan yang selalu harmonis.

Pasangan yang saling mencintai pun tetap bisa berbeda pendapat.

Masalahnya bukan apakah kalian pernah bertengkar atau tidak.

Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kalian bertengkar.

Saat emosi meningkat, kita mudah mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu.

Mengungkit kesalahan lama.

Merendahkan pasangan.

Menggunakan kata-kata seperti "kamu selalu" atau "kamu tidak pernah".

Mengancam hubungan.

Atau sengaja diam untuk menghukum.

Padahal, ketika konflik berubah menjadi serangan terhadap pribadi, masalah yang awalnya kecil dapat berkembang menjadi luka emosional yang jauh lebih besar.

Cobalah memisahkan antara pasanganmu dan masalah yang sedang kalian hadapi.

Alih-alih:

"Kamu memang egois."

Cobalah:

"Aku merasa tidak didengarkan ketika keputusan ini dibuat tanpa membicarakannya denganku."

Perbedaannya terlihat sederhana, tetapi dampaknya bisa besar.

Kalimat pertama menyerang karakter.

Kalimat kedua menjelaskan pengalaman dan kebutuhan.

Selain itu, jangan menjadikan kemenangan dalam argumen sebagai tujuan utama.

Dalam hubungan, pertanyaan yang lebih penting bukan:

"Siapa yang benar?"

Tetapi:

"Bagaimana kita bisa menyelesaikan ini tanpa saling melukai?"

Ketika pasangan tahu bahwa bahkan dalam konflik kamu tetap menghormati dirinya, hubungan dapat terasa jauh lebih aman.

7. Tunjukkan bahwa kamu memilih pasanganmu, bukan hanya mencintainya

Ada perbedaan antara mencintai seseorang dan membuat seseorang merasa dipilih.

Kamu mungkin mengatakan:

"Aku sayang kamu."

Tetapi pasangan juga perlu melihatnya melalui tindakan sehari-hari.

Mempertimbangkan pendapatnya.

Memasukkan kebutuhannya dalam keputusan.

Menjaga kepercayaan.

Menepati janji.

Membela hubungan ketika menghadapi tekanan dari luar.

Dan menunjukkan bahwa hubungan tersebut memiliki tempat yang penting dalam hidupmu.

Bukan berarti kamu harus mengorbankan seluruh dirimu demi pasangan.

Hubungan yang sehat tetap membutuhkan batasan, kemandirian, dan kehidupan pribadi masing-masing.

Namun, pasangan perlu merasakan bahwa hubungan kalian bukan sesuatu yang hanya dipertahankan ketika semuanya mudah.

Ketika kamu tetap berusaha berkomunikasi setelah konflik.

Ketika kamu meminta maaf ketika melakukan kesalahan.

Ketika kamu berusaha memperbaiki sesuatu yang membuatnya terluka.

Ketika kamu bertanya:

"Apa yang bisa aku lakukan supaya hubungan kita lebih baik?"

Semua itu memberikan pesan:

"Aku tidak hanya mencintaimu dalam kata-kata. Aku bersedia merawat hubungan ini."

Dan perasaan itulah yang sering kali membuat cinta terasa nyata.

Yang Paling Penting: Konsistensi

Pada akhirnya, membuat pasangan merasa dicintai bukan tentang menemukan satu tindakan ajaib.

Bukan tentang membeli hadiah mahal.

Bukan tentang membuat kejutan setiap minggu.

Bukan pula tentang menjadi pasangan yang sempurna.

Hubungan justru lebih sering dibangun melalui konsistensi dalam hal-hal kecil.

Mendengarkan.

Memperhatikan.

Menghargai.

Meluangkan waktu.

Menghormati batasan.

Berkomunikasi ketika ada masalah.

Dan terus menunjukkan bahwa pasangan penting bagimu.

Bayangkan kamu menyiram tanaman hanya sekali dengan satu ember air, kemudian membiarkannya selama berbulan-bulan.

Air yang banyak pada satu hari tidak akan menggantikan kebutuhan tanaman untuk dirawat secara rutin.

Begitu pula dengan hubungan.

Satu hadiah besar tidak selalu dapat menggantikan kebutuhan akan perhatian setiap hari.

Satu perjalanan romantis tidak selalu dapat memperbaiki komunikasi yang buruk.

Satu ucapan "aku cinta kamu" tidak selalu cukup jika tindakan sehari-hari justru membuat pasangan merasa diabaikan.

Karena itu, jika kamu benar-benar ingin membuat pasangan merasa dicintai, jangan hanya bertanya:

"Apa yang bisa aku lakukan agar dia bahagia?"

Coba tanyakan juga:

"Apa yang membuat dia merasa aman, dihargai, didengar, dan penting dalam hubungan ini?"

Jawaban atas pertanyaan tersebut bisa berbeda pada setiap pasangan.

Dan mungkin, di situlah inti dari mencintai seseorang:

Bukan hanya memberikan cinta dengan cara yang menurut kita benar, tetapi belajar memahami bagaimana cinta itu bisa benar-benar dirasakan oleh orang yang kita cintai.

Karena pada akhirnya, cinta bukan hanya sesuatu yang kita rasakan di dalam hati.

Cinta adalah sesuatu yang kita komunikasikan melalui tindakan, perhatian, dan cara kita memperlakukan seseorang setiap hari.***
EDITOR: Setyo Adi Nugroho