← Beranda
Mau Lebih Cerdas? Bangun 7 Kebiasaan Ini dalam Kehidupan Sehari-hari
Rabbany WanadrianiMinggu, 30 Agustus 2026 | 00.29 WIB
ilustrasi orang yang membaca buku. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Menjadi lebih cerdas bukan hanya soal seberapa banyak informasi yang mampu diingat. Kondisi otak juga sangat dipengaruhi oleh kebiasaan yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah aktivitas yang semakin padat dan paparan layar yang sulit dihindari, menjaga konsentrasi serta kejernihan pikiran menjadi tantangan tersendiri. Kabar baiknya, sejumlah kebiasaan sederhana dapat membantu mendukung fungsi kognitif dan menjaga otak tetap aktif.

Dilansir English Jagran, terdapat tujuh kebiasaan yang dapat diterapkan untuk membantu mempertahankan ketajaman otak dan mendukung kemampuan kognitif.

Baca Juga: Tetap Tenang Saat Dihina, 7 Kebiasaan Ini Sering Dilakukan Orang Cerdas

1. Pastikan tidur cukup dan berkualitas

Tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas seharian. Saat tidur, tubuh dan otak memiliki kesempatan untuk melakukan proses pemulihan.

Tidur selama sekitar 7 hingga 9 jam setiap malam dapat membantu mendukung kemampuan otak dalam menjalankan fungsi seperti mengingat informasi, mempertahankan perhatian, hingga menyelesaikan persoalan yang membutuhkan logika.

Sebaliknya, kurang tidur dapat membuat seseorang lebih mudah kehilangan fokus, mengantuk, dan mengalami kelelahan mental.

2. Jangan malas bergerak

Aktivitas fisik secara rutin juga berkaitan dengan kesehatan otak. Tidak harus selalu melakukan olahraga berat, berjalan cepat selama sekitar 20 menit atau melakukan aktivitas fisik ringan setiap hari sudah dapat menjadi pilihan.

Bergerak secara teratur dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah ke otak sekaligus mendukung suasana hati dan fungsi kognitif.

3. Pilih makanan yang mendukung kesehatan otak

Apa yang dikonsumsi sehari-hari juga memiliki peran terhadap kesehatan tubuh, termasuk otak. Salah satu pilihan yang dapat dimasukkan ke dalam pola makan adalah makanan yang mengandung asam lemak omega-3.

Ikan, kenari, dan biji rami merupakan beberapa contoh makanan yang mengandung nutrisi tersebut. Selain itu, buah beri dan sayuran berdaun hijau juga dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan otak, termasuk dalam menjaga kemampuan mengingat pada usia lanjut.

4. Luangkan waktu untuk meditasi

Meditasi atau latihan mindfulness dapat menjadi cara sederhana untuk melatih perhatian. Kebiasaan ini membantu seseorang mengarahkan fokus pada kondisi saat ini sehingga pikiran tidak terus-menerus terbebani berbagai hal.

Praktik mindfulness juga dikaitkan dengan pengelolaan stres dan emosi yang lebih baik. Dengan pikiran yang lebih tenang, seseorang dapat lebih mudah berkonsentrasi saat menjalani aktivitas.

5. Jangan abaikan kebutuhan cairan tubuh

Asupan cairan yang cukup juga penting untuk menunjang fungsi tubuh, termasuk kemampuan kognitif. Bahkan, kekurangan cairan dalam tingkat ringan dapat membuat konsentrasi dan daya ingat jangka pendek terganggu.

Karena itu, pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi sepanjang hari. Jumlah kebutuhan setiap orang dapat berbeda, tergantung aktivitas, kondisi tubuh, cuaca, dan faktor lainnya.

6. Beri otak waktu untuk beristirahat dari layar

Penggunaan perangkat digital secara terus-menerus dapat membuat mata dan pikiran cepat lelah. Aktivitas berpindah dari satu layar ke layar lain tanpa jeda juga berpotensi membuat seseorang merasa mengalami kelelahan mental.

Memberikan jeda secara berkala dari ponsel, komputer, maupun perangkat digital lainnya dapat membantu memberikan kesempatan bagi pikiran untuk beristirahat.

Tak harus dalam waktu lama. Mulailah dengan mengurangi penggunaan perangkat pada waktu tertentu dan gunakan kesempatan tersebut untuk berjalan, berbincang langsung, atau melakukan aktivitas tanpa layar.

7. Biasakan mempelajari hal baru

Otak membutuhkan rangsangan agar tetap aktif. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menjadikan proses belajar sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.

Tidak harus selalu mempelajari sesuatu yang sulit. Membaca informasi baru, mempelajari keterampilan, memahami fakta yang belum diketahui, atau mencoba tantangan berbeda dapat menjadi bentuk stimulasi bagi otak.

Konsistensi menjadi hal penting. Dengan terus memberikan tantangan intelektual kepada diri sendiri, kemampuan kognitif dapat terus dilatih sekaligus membantu menjaga pikiran tetap aktif dan jernih.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho