← Beranda
Tak Selalu Terlihat Pintar, Ini 6 Kebiasaan yang Sering Dikaitkan dengan IQ Tinggi
Rabbany WanadrianiJumat, 28 Agustus 2026 | 23.50 WIB
ilustrasi orang dengan IQ tinggi. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Kecerdasan tidak selalu bisa dilihat hanya dari prestasi akademis atau kemampuan seseorang menyelesaikan soal sulit.

Secara umum, kecerdasan berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam memahami informasi, berpikir secara logis, menyadari kondisi diri, menghasilkan ide, hingga mencari jalan keluar dari sebuah persoalan.

Menariknya, sejumlah karakter yang terlihat sederhana, bahkan terkadang dianggap negatif, juga pernah dikaitkan dengan tingkat kecerdasan yang tinggi.

Dilansir dari YourTango, terdapat sejumlah sifat tidak biasa yang disebut lebih sering ditemukan pada orang dengan IQ tinggi. Meski demikian, karakter berikut tentu tidak dapat dijadikan patokan tunggal untuk menentukan tingkat kecerdasan seseorang.

Baca Juga: Hati-hati dan Bertanggung Jawab, 7 Karakter Ini Terlihat dari Kebiasaan Cek Rumah

Berikut enam di antaranya:

1. Sering menggunakan kata-kata kasar

Mengumpat mungkin selama ini dianggap sebagai kebiasaan yang kurang baik. Namun, beberapa temuan justru menunjukkan adanya hubungan menarik antara kemampuan verbal dan kebiasaan menggunakan kata-kata kasar.

Orang yang memiliki kemampuan verbal baik dapat mengenal dan menggunakan lebih banyak variasi kata, termasuk kata-kata yang dianggap kasar. Jadi, kebiasaan mengumpat tidak serta-merta berarti seseorang memiliki kemampuan bahasa yang rendah.

2. Tidak selalu menghindari risiko

Orang dengan kecerdasan tinggi disebut cenderung memiliki rasa ingin tahu yang kuat. Karena itu, mereka bisa saja lebih terbuka terhadap pengalaman baru, tantangan, atau situasi yang belum pernah dihadapi sebelumnya.

Keberanian mengambil risiko dalam konteks ini bukan berarti bertindak ceroboh. Sebaliknya, seseorang dapat terdorong mencoba sesuatu yang tidak pasti karena ingin belajar, memperoleh pengalaman, atau melihat kemungkinan baru.

3. Terlihat malas

Sifat malas mungkin menjadi hal terakhir yang terlintas ketika membayangkan seseorang dengan IQ tinggi. Namun, ada penelitian yang mengaitkan tingkat aktivitas fisik yang lebih rendah dengan kecenderungan berpikir lebih lama.

Seseorang yang tampak hanya duduk diam belum tentu sedang tidak melakukan apa-apa. Ia bisa saja tengah berpikir, menganalisis suatu persoalan, atau tenggelam dalam aktivitas mental yang membuatnya tetap merasa terstimulasi.

Dengan kata lain, waktu yang dihabiskan untuk diam tidak selalu identik dengan kemalasan.

4. Memiliki dorongan untuk berprestasi

Karakter lain yang kerap dikaitkan dengan orang cerdas adalah keinginan untuk mencapai hasil terbaik.

Mereka dapat menetapkan target tinggi, berusaha menyelesaikan pekerjaan dengan maksimal, dan tidak mudah berhenti sebelum tujuan tercapai. Sifat ini bisa terlihat dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks keluarga, anak sulung juga sering dikaitkan dengan kecenderungan berprestasi lebih tinggi. Salah satu penjelasan yang pernah diajukan adalah mereka biasanya memperoleh perhatian orang tua lebih besar pada masa awal kehidupannya.

5. Sering merasa cemas

Kecemasan juga menjadi salah satu karakter yang cukup mengejutkan ketika dikaitkan dengan kecerdasan.

Orang yang mudah cemas cenderung memikirkan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi. Mereka bisa menganalisis suatu situasi dari banyak sisi dan membayangkan beragam hasil sebelum mengambil keputusan.

Dilansir dari sumber yang dirujuk YourTango, sejumlah penelitian sebelumnya memang pernah menemukan hubungan antara kecemasan dan kemampuan kognitif tertentu. Namun, hal ini bukan berarti setiap orang dengan IQ tinggi pasti mengalami kecemasan atau sebaliknya.

6. Lebih menyukai kucing

Karakter terakhir terdengar paling unik. Orang dengan kecerdasan tinggi disebut lebih mungkin menyukai kucing dibandingkan anjing.

Sejumlah survei mengenai kepribadian pemilik hewan peliharaan memang pernah menemukan perbedaan karakter antara pecinta kucing dan anjing. Pecinta anjing, misalnya, sering digambarkan lebih aktif dan mudah bergaul, sementara pecinta kucing dikaitkan dengan sifat yang lebih mandiri dan terbuka terhadap pengalaman.

Namun, anggapan bahwa penyuka kucing pasti lebih cerdas tentu tidak bisa diterapkan kepada semua orang.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho