← Beranda
Selalu Betah dengan Dekorasi Lama? 7 Karakter Ini Mungkin Ada dalam Dirimu
Mohammad Maulana IqbalSenin, 24 Agustus 2026 | 22.48 WIB
Kepribadian orang yang tak pernah mengubah dekorasi rumah.

JawaPos.com - Rumah bukan hanya tempat untuk beristirahat, tetapi juga ruang yang sering mencerminkan kebiasaan dan preferensi penghuninya. Ada orang yang senang mengganti furnitur dan dekorasi secara berkala, tetapi ada pula yang merasa nyaman mempertahankan suasana rumah selama bertahun-tahun.

Kebiasaan tersebut tidak selalu berarti seseorang tidak mengikuti tren interior. Bisa saja ada alasan lain, mulai dari rasa nyaman terhadap lingkungan yang familiar hingga keterbatasan waktu untuk melakukan perubahan.

Dalam perspektif psikologi populer, cara seseorang memperlakukan ruang pribadi terkadang dikaitkan dengan kebutuhan akan kenyamanan, konsistensi, atau kontrol. Namun, hal tersebut tidak bisa digunakan sebagai diagnosis kepribadian secara mutlak.

Dilansir dari Geediting.com, berikut sejumlah karakter yang disebut dapat dikaitkan dengan orang yang jarang atau tidak pernah mengubah dekorasi rumah.

Baca Juga: Ternyata Bukan Sekadar Bersih, 7 Kepribadian Ini Sering Dimiliki Orang yang Rajin Cuci Piring

1. Sangat Mengutamakan Kenyamanan

Sebagian orang merasa rumah harus menjadi tempat yang memberikan ketenangan setelah menjalani aktivitas sehari-hari. Karena sudah menemukan tata ruang yang dirasa nyaman, mereka tidak memiliki alasan kuat untuk mengubahnya.

Lingkungan yang sudah familiar juga membuat mereka lebih mudah merasa tenang. Posisi sofa, meja, tempat tidur, hingga berbagai benda lainnya sudah diketahui dan terbiasa digunakan.

Bagi kelompok ini, perubahan dekorasi bukan sesuatu yang wajib dilakukan hanya demi mengikuti tren. Selama rumah masih nyaman dan berfungsi dengan baik, mempertahankan kondisi yang ada justru terasa lebih menyenangkan.

2. Memiliki Sisi Nostalgis

Benda-benda yang ada di rumah terkadang menyimpan cerita pribadi. Foto, furnitur lama, hadiah dari seseorang, atau barang yang diperoleh pada momen tertentu bisa memiliki nilai emosional yang tidak tergantikan.

Orang yang memiliki kecenderungan nostalgia mungkin merasa enggan mengganti dekorasi karena setiap benda mengingatkan mereka pada pengalaman tertentu.

Rumah akhirnya menjadi semacam ruang penyimpan kenangan. Mengubah terlalu banyak bagian di dalamnya bisa membuat suasana yang selama ini terasa akrab menjadi berbeda.

3. Cenderung Memikirkan Penilaian Orang Lain

Ada pula orang yang mempertahankan dekorasi karena terlalu banyak mempertimbangkan pendapat orang lain. Mereka mungkin khawatir pilihan warna, furnitur, atau gaya interior yang baru justru dianggap kurang menarik oleh tamu.

Daripada mengambil risiko dan kemudian merasa tidak percaya diri dengan hasilnya, mereka memilih mempertahankan tata ruang yang sudah diketahui aman.

Dalam kondisi tertentu, sikap ini dapat berkaitan dengan kecenderungan seseorang untuk lebih berhati-hati ketika harus mengambil keputusan yang berpotensi mendapat penilaian dari lingkungan sekitar.

4. Kurang Menyukai Perubahan

Tidak semua orang mudah beradaptasi dengan perubahan. Bagi sebagian individu, rutinitas dan lingkungan yang familiar justru memberikan rasa aman.

Kondisi tersebut juga dapat muncul dalam urusan dekorasi rumah. Menggeser furnitur, mengganti warna dinding, atau membeli perabot baru berarti harus beradaptasi dengan suasana yang berbeda.

Karena tidak melihat adanya kebutuhan mendesak untuk berubah, mereka lebih memilih mempertahankan kondisi yang sudah berjalan.

5. Memiliki Kecenderungan Perfeksionis

Menariknya, tidak mengubah dekorasi juga bisa dikaitkan dengan sifat perfeksionis. Seseorang mungkin sudah menghabiskan banyak waktu untuk mendapatkan susunan rumah yang menurutnya ideal.

Setelah merasa semuanya berada pada tempat yang tepat, perubahan kecil pun dianggap berpotensi merusak keseimbangan yang sudah dibuat.

Orang dengan kecenderungan seperti ini biasanya memperhatikan detail. Posisi benda, kombinasi warna, hingga fungsi setiap ruangan dapat dipertimbangkan secara matang.

6. Tidak Terlalu Menyukai Eksperimen

Mengganti dekorasi membutuhkan keberanian untuk mencoba sesuatu yang belum tentu sesuai dengan harapan. Bagi orang yang tidak gemar bereksperimen, proses tersebut justru dapat terasa merepotkan.

Mereka mungkin lebih memilih gaya yang sudah terbukti cocok daripada mencoba konsep interior baru yang belum diketahui hasilnya.

Konsistensi memberikan keuntungan berupa kepastian. Mereka sudah mengetahui apa yang disukai dan tidak perlu menghabiskan waktu untuk mencoba berbagai alternatif.

7. Tidak Memiliki Banyak Waktu

Alasan paling sederhana bisa jadi bukan soal kepribadian sama sekali, melainkan kesibukan.

Menata ulang rumah membutuhkan waktu untuk mencari inspirasi, membeli barang, memindahkan furnitur, membersihkan ruangan, hingga menyesuaikan kembali berbagai perlengkapan.

Bagi seseorang yang memiliki pekerjaan padat atau banyak tanggung jawab, kegiatan tersebut mungkin bukan prioritas. Selama dekorasi yang ada masih nyaman dan berfungsi, mereka memilih menggunakan waktu untuk kebutuhan lain.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho