← Beranda
Hubungan Terasa Melelahkan? Kenali Kebiasaan Pasangan yang Kurang Matang secara Emosional
Leni Setya WatiMinggu, 23 Agustus 2026 | 12.55 WIB
konflik pasangan (pinterest)

JawaPos.com – Hubungan yang bahagia bukan hanya dibangun dari rasa cinta, tetapi juga dari cara pasangan menghadapi konflik dan menjaga kepercayaan.

Dalam artikel YourTango, terdapat lima kebiasaan yang sering muncul pada pasangan yang belum matang secara mental dan emosional.

Wignall menekankan bahwa hubungan yang lebih sehat terkadang justru dibangun dengan mengurangi kebiasaan buruk, bukan terus menambah usaha untuk memperbaikinya.

Kebiasaan pertama adalah membicarakan keburukan pasangan kepada orang lain. Mengeluh kepada sahabat atau keluarga mungkin terasa seperti cara untuk meluapkan emosi, tetapi jika dilakukan berulang kali, privasi dan kepercayaan dalam hubungan dapat terkikis.

Menurut Wignall, pasangan yang bahagia umumnya memiliki batasan yang jelas ketika membicarakan masalah hubungan dengan pihak luar.

Kedua, pasangan yang kurang matang secara emosional cenderung menghitung kesalahan satu sama lain. Ketika salah satu melakukan kesalahan, kesalahan masa lalu pasangannya langsung dijadikan pembelaan.

Kebiasaan seperti “kamu juga pernah melakukan hal yang sama” membuat hubungan berubah menjadi pertandingan untuk menentukan siapa yang paling bersalah, bukan ruang untuk menyelesaikan masalah bersama.

Kebiasaan ketiga adalah tidak menjadikan keintiman sebagai prioritas, sedangkan yang keempat adalah terlalu fokus pada anak hingga hubungan pasangan terabaikan.

Kehidupan sehari-hari, pekerjaan, dan tanggung jawab sebagai orang tua memang dapat menyita waktu, tetapi Wignall menilai pasangan tetap membutuhkan ruang untuk membangun kedekatan.

Bahkan, merencanakan waktu khusus berdua justru dapat membantu menciptakan kembali antusiasme dan keintiman.

Terakhir, pasangan yang belum matang secara emosional sering menghindari percakapan sulit. Padahal, kemampuan membicarakan persoalan sensitif seperti kebiasaan yang mengganggu, kondisi keuangan, atau masalah emosional merupakan bagian penting dari hubungan jangka panjang.

Menurut Wignall, pasangan yang sehat tidak harus selalu mahir menghadapi percakapan sulit, tetapi mereka memiliki kemauan untuk tetap menghadapinya.

Pada akhirnya, memiliki satu dari kebiasaan tersebut tidak otomatis berarti sebuah hubungan tidak sehat. Namun, jika pola yang sama terus berulang, pasangan perlu melihatnya sebagai sinyal untuk memperbaiki cara berkomunikasi dan membangun kepercayaan.

Seperti disampaikan Wignall melalui YourTango, kebiasaan buruk yang dipelajari juga dapat dilepaskan, selama kedua pihak bersedia bekerja sebagai satu tim dan menghadapi persoalan bersama.

EDITOR: Hanny Suwindari