← Beranda
7 Hal yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua agar Anak Dewasa Tetap Terbuka, Apa Saja?
Mohammad Maulana IqbalMinggu, 23 Agustus 2026 | 04.18 WIB
tips anak dewasa tetap menghormati dan mencintai orang tua menurut Psikologi./Freepik.

JawaPos.com - Hubungan antara orang tua dan anak tidak berhenti ketika seorang anak memasuki usia dewasa. Justru, pada tahap ini hubungan tersebut perlu berkembang menjadi relasi yang lebih setara, dengan tetap mempertahankan rasa hormat dan kasih sayang.

Ketika anak sudah memiliki pekerjaan, pasangan, rumah tangga, atau kehidupan sendiri, orang tua perlu memahami bahwa peran mereka juga mengalami perubahan. Dukungan dan komunikasi yang sehat dapat membuat hubungan tetap dekat tanpa membuat anak merasa dikendalikan.

Dilansir dari Geediting.com, berikut tujuh cara yang dapat dilakukan orang tua untuk menjaga hubungan positif dengan anak yang telah dewasa menurut sudut pandang psikologi.

Baca Juga: 6 Perilaku Orang yang Mudah Mengantuk saat Hujan Menurut Perspektif Psikologi

1. Jangan buru-buru memberikan nasihat

Orang tua tentu memiliki pengalaman hidup yang dapat menjadi pelajaran bagi anak. Namun, tidak setiap persoalan membutuhkan nasihat secara langsung.

Anak yang sudah dewasa memiliki hak untuk menentukan pilihan dan belajar dari keputusannya sendiri. Karena itu, sebelum memberikan saran, cobalah bertanya apakah mereka memang membutuhkan masukan.

Sikap seperti ini dapat membuat anak merasa dipercaya sekaligus tetap mengetahui bahwa orang tua siap membantu ketika dibutuhkan.

2. Hargai pilihan hidup anak

Anak dewasa mungkin memilih jalan hidup yang berbeda dari harapan orang tua. Mulai dari pekerjaan, pasangan, tempat tinggal, hingga cara menjalani kehidupan.

Perbedaan tersebut tidak selalu berarti keputusan anak salah. Terlalu sering mengkritik pilihan mereka justru dapat membuat komunikasi semakin renggang.

Alih-alih terus membandingkan atau mempertanyakan keputusan anak, orang tua dapat menunjukkan dukungan sambil tetap memberikan ruang bagi mereka untuk bertanggung jawab atas pilihannya.

3. Hormati batasan pribadi

Ketika anak telah dewasa, mereka memiliki kehidupan pribadi yang perlu dihormati. Batasan tersebut bisa berkaitan dengan rumah tangga, pekerjaan, keuangan, pasangan, hingga cara mereka membesarkan keluarga.

Menghormati batasan bukan berarti hubungan menjadi jauh. Sebaliknya, hal tersebut dapat menunjukkan bahwa orang tua mempercayai anak sebagai individu yang sudah mampu mengambil keputusan sendiri.

4. Jadilah pendengar yang baik

Tidak semua percakapan membutuhkan solusi. Terkadang, anak hanya ingin didengarkan.

Ketika anak bercerita, berikan perhatian tanpa langsung memotong pembicaraan, menyalahkan, atau mengubah cerita menjadi pengalaman orang tua sendiri.

Mendengarkan dengan sungguh-sungguh membuat anak merasa pendapat dan emosinya dihargai. Dari sinilah komunikasi yang terbuka dapat tumbuh.

5. Jangan terus mengungkit kesalahan lama

Setiap orang pernah membuat keputusan yang kurang tepat, termasuk anak. Mengingatkan kesalahan masa lalu secara terus-menerus tidak akan mengubah apa yang sudah terjadi.

Jika suatu kesalahan telah dibicarakan dan dijadikan pembelajaran, berikan kesempatan kepada anak untuk melanjutkan hidup tanpa terus dibayangi masa lalu.

Kemampuan untuk memaafkan dan melepaskan masalah lama dapat menciptakan hubungan yang lebih ringan dan sehat.

6. Hindari terlalu mencampuri pola asuh cucu

Ketika anak sudah menjadi orang tua, mereka memiliki tanggung jawab untuk menentukan cara membesarkan anaknya sendiri.

Pengalaman dari generasi sebelumnya tentu berharga, tetapi tidak semua metode lama harus diterapkan kembali. Jika anak meminta pendapat, orang tua dapat membagikan pengalaman tanpa memaksakannya sebagai satu-satunya pilihan.

Dukungan yang diberikan pada saat dibutuhkan biasanya jauh lebih membantu daripada kritik yang datang terus-menerus.

7. Tunjukkan kasih sayang secara nyata

Anak yang sudah dewasa tetap membutuhkan kasih sayang dari orang tuanya. Jangan berasumsi bahwa mereka otomatis mengetahui perasaan tersebut tanpa pernah mendengarnya atau merasakannya secara langsung.

Ucapan sederhana seperti menunjukkan rasa bangga, mengapresiasi usaha mereka, menanyakan kabar, atau sekadar meluangkan waktu bersama dapat memiliki arti besar.

Pada akhirnya, hubungan yang sehat antara orang tua dan anak dewasa bukan tentang siapa yang paling banyak memberi nasihat. Hubungan tersebut lebih banyak dibangun melalui kepercayaan, penghargaan terhadap batasan, komunikasi terbuka, dan kasih sayang yang konsisten.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho