JawaPos.com - Lingkungan kerja tidak hanya berpengaruh terhadap produktivitas, tetapi juga dapat memengaruhi kenyamanan dan kondisi emosional seseorang. Hubungan yang kurang sehat dengan rekan kerja, terutama jika berlangsung terus-menerus, dapat membuat suasana kantor terasa melelahkan.
Masalahnya, perilaku toxic tidak selalu terlihat secara terang-terangan. Ada orang yang menunjukkannya melalui kebiasaan kecil, komunikasi terselubung, hingga cara memperlakukan orang lain secara tidak sehat.
Dilansir dari Times of India, berikut lima tanda yang dapat membantu mengenali perilaku rekan kerja toxic dari sudut pandang psikologi.
Baca Juga: 6 Perilaku Orang yang Mudah Mengantuk saat Hujan Menurut Perspektif Psikologi
1. Selalu Menempatkan Diri sebagai Korban
Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan terus-menerus merasa menjadi pihak yang paling dirugikan.
Ketika terjadi masalah, orang dengan pola perilaku seperti ini cenderung sulit mengakui kesalahan dan lebih mudah menunjuk orang lain sebagai penyebabnya. Mereka juga dapat mencari simpati dengan menggambarkan dirinya sebagai pihak yang selalu diperlakukan tidak adil.
Namun, satu kejadian saja tentu belum cukup untuk menyimpulkan seseorang toxic. Yang lebih penting adalah melihat apakah pola tersebut terjadi berulang kali.
2. Gemar Membicarakan dan Memperbesar Masalah
Gosip memang dapat terjadi di hampir setiap lingkungan kerja. Namun, kebiasaan menjadikan gosip sebagai cara untuk menjatuhkan atau merusak reputasi orang lain patut diwaspadai.
Rekan kerja yang sering membawa cerita pribadi orang lain ke dalam percakapan dapat menciptakan suasana penuh kecurigaan. Dalam jangka panjang, kebiasaan semacam ini berpotensi merusak kepercayaan di dalam tim.
3. Sering Melontarkan Sindiran
Perhatikan pula cara seseorang menyampaikan kritik atau ketidaksukaannya.
Ada rekan kerja yang tidak menyampaikan masalah secara langsung, tetapi memilih menggunakan komentar menyindir, meremehkan pencapaian, atau candaan yang membuat orang lain merasa tidak nyaman.
Jika pola tersebut terus berulang, perilaku itu dapat menyerupai komunikasi pasif-agresif, yaitu menyampaikan permusuhan atau ketidakpuasan secara tidak langsung.
4. Menggunakan Pesona untuk Mendapatkan Keuntungan
Rekan kerja toxic tidak selalu terlihat kasar atau tidak menyenangkan. Sebaliknya, beberapa orang justru sangat ramah, pandai berbicara, dan mudah membuat orang lain merasa nyaman.
Masalah muncul ketika keramahan tersebut secara konsisten digunakan untuk memanipulasi orang lain. Misalnya, seseorang hanya bersikap manis ketika membutuhkan bantuan, sering memberikan pujian demi mendapatkan sesuatu, atau mengubah sikap sesuai dengan siapa yang sedang dihadapinya.
Karena itu, jangan hanya menilai seseorang berdasarkan pesona di permukaan. Perhatikan pula konsistensi perilakunya.
5. Membuat Anda Merasa Terkuras
Tanda lainnya adalah dampak interaksi terhadap kondisi diri sendiri.
Setelah berulang kali berinteraksi dengan seseorang, Anda mungkin merasa sangat lelah secara emosional, stres, atau kehilangan semangat. Rekan tersebut bisa saja terus meminta perhatian, bantuan, atau dukungan, tetapi jarang memberikan hal serupa ketika Anda membutuhkannya.
Jika perasaan terkuras tersebut muncul secara konsisten setelah berinteraksi dengan orang yang sama, ada baiknya mengevaluasi kembali batasan dalam hubungan kerja tersebut.