← Beranda
Kerap Memberikan Perhatian pada Hewan Peliharaan? Tanpa Disadari Anda Menerima 6 Manfaat
Irfan FerdiansyahRabu, 19 Agustus 2026 | 20.27 WIB
seseorang yang memberikan perhatian pada hewan peliharaan./Magnific/dekazigzag

JawaPos.com - Bagi banyak orang, hewan peliharaan bukan sekadar teman di rumah. Kucing yang selalu menyambut ketika kita pulang, anjing yang antusias ketika diajak bermain, atau bahkan hewan kecil yang membutuhkan perhatian setiap hari dapat menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Menariknya, kebiasaan memberikan perhatian kepada hewan peliharaan ternyata tidak hanya memberikan manfaat bagi hewan tersebut.

Tanpa disadari, manusia juga dapat memperoleh berbagai dampak psikologis yang positif. Interaksi sederhana seperti membelai bulu, mengajak bermain, berbicara, memberi makan, atau sekadar duduk bersama dapat menjadi pengalaman yang membantu seseorang merasa lebih tenang dan terhubung secara emosional.

Dalam psikologi, hubungan manusia dengan hewan sering dikaitkan dengan aspek seperti dukungan sosial, regulasi emosi, rutinitas, rasa memiliki, dan aktivitas fisik.

Meski manfaatnya dapat berbeda pada setiap orang dan tidak berarti hewan peliharaan dapat menggantikan bantuan profesional ketika seseorang mengalami masalah psikologis yang serius, keberadaan hewan tetap dapat menjadi bagian yang berarti dalam kehidupan seseorang.

Dilansir dari Psychology Today pada Rabu (19/8), terdapat enam manfaat psikologis yang mungkin Anda rasakan jika sering memberikan perhatian kepada hewan peliharaan.

1. Membantu Meredakan Stres dan Membuat Pikiran Lebih Tenang

Salah satu manfaat yang paling sering dirasakan pemilik hewan adalah munculnya rasa tenang setelah berinteraksi dengan hewan peliharaan.

Bayangkan Anda baru saja melewati hari yang melelahkan. Pekerjaan menumpuk, berbagai persoalan belum selesai, dan pikiran terus berjalan tanpa henti. Kemudian Anda duduk di sofa dan kucing kesayangan datang mendekat. Anda membelainya secara perlahan atau menggendongnya beberapa saat.

Momen tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi dapat memberikan jeda psikologis.

Perhatian kita untuk sementara berpindah dari masalah yang sedang dipikirkan kepada sesuatu yang konkret di hadapan kita. Kita merasakan sentuhan, memperhatikan gerakan hewan, mendengar suaranya, atau sekadar menikmati kehadirannya.

Proses semacam ini dapat membantu seseorang keluar sejenak dari pola berpikir yang terlalu penuh.

Bukan berarti semua stres langsung menghilang hanya karena membelai hewan. Namun, interaksi positif dengan hewan dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menciptakan suasana yang lebih rileks.

Inilah mengapa sebagian orang secara spontan mencari hewan peliharaannya ketika sedang lelah, sedih, atau membutuhkan ketenangan.

Hewan tidak meminta kita menjelaskan mengapa hari ini terasa buruk. Mereka juga tidak menghakimi ketika kita sedang tidak dalam kondisi terbaik.

Kadang-kadang, kehadiran yang sederhana justru menjadi bentuk kenyamanan tersendiri.

2. Membantu Mengurangi Perasaan Kesepian

Kesepian bukan hanya tentang tidak adanya orang lain di sekitar kita. Seseorang dapat berada di tengah banyak orang tetapi tetap merasa tidak memiliki hubungan emosional yang berarti.

Di sinilah hewan peliharaan dapat memainkan peran yang menarik.

Memiliki hewan berarti ada makhluk hidup lain yang hadir dalam kehidupan sehari-hari. Ada yang menunggu ketika kita pulang, ada yang membutuhkan makanan, ada yang mengajak bermain, dan ada yang terbiasa berada di dekat kita.

Rutinitas tersebut dapat memberikan rasa ditemani.

Bagi sebagian orang, interaksi dengan hewan bahkan terasa lebih mudah dibandingkan interaksi sosial dengan manusia. Kita dapat berbicara kepada hewan tanpa khawatir akan dinilai. Kita dapat mengelusnya ketika sedang sedih tanpa harus menjelaskan perasaan secara panjang lebar.

Tentu, hewan peliharaan tidak dapat menggantikan hubungan sosial dengan keluarga, teman, atau pasangan. Namun, mereka dapat menjadi salah satu sumber koneksi emosional yang membuat seseorang merasa tidak sepenuhnya sendirian.

Perasaan bahwa "ada yang membutuhkan saya" juga dapat memberikan makna tertentu dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, ketika seseorang harus bangun pada pagi hari untuk memberi makan hewan peliharaannya, aktivitas kecil tersebut menciptakan alasan untuk memulai hari.

Dan terkadang, alasan sederhana seperti itu memiliki arti yang jauh lebih besar daripada yang kita sadari.

3. Melatih Rasa Tanggung Jawab dan Membentuk Rutinitas

Memelihara hewan bukan hanya tentang mendapatkan hiburan. Ada tanggung jawab yang menyertainya.

Hewan membutuhkan makanan, air, kebersihan, perhatian, dan dalam banyak kasus juga aktivitas fisik serta perawatan kesehatan.

Ketika seseorang secara konsisten memenuhi kebutuhan tersebut, ia secara tidak langsung sedang membangun pola rutinitas.

Contohnya, pemilik anjing mungkin terbiasa berjalan pagi atau sore karena anjingnya membutuhkan aktivitas. Pemilik kucing mungkin memiliki jadwal tertentu untuk memberi makan dan membersihkan tempat tinggalnya.

Rutinitas seperti ini dapat memberikan struktur pada kehidupan sehari-hari.

Bagi sebagian orang, struktur tersebut sangat berharga. Hari yang sebelumnya terasa tidak teratur menjadi memiliki pola yang lebih jelas.

Ada waktu untuk bangun, memberi makan, bermain, membersihkan, berjalan-jalan, dan beristirahat.

Selain itu, merawat makhluk hidup lain dapat memperkuat rasa tanggung jawab. Kita belajar bahwa tindakan kita memiliki konsekuensi terhadap makhluk lain.

Jika lupa memberi makan, hewan akan membutuhkan perhatian. Jika jarang mengajaknya beraktivitas, kebutuhannya tidak terpenuhi.

Dengan demikian, hubungan dengan hewan dapat menjadi latihan sehari-hari dalam hal konsistensi, kepedulian, dan tanggung jawab.

4. Membuat Anda Lebih Sering Bergerak

Manfaat psikologis ternyata juga dapat berhubungan dengan aktivitas fisik.

Bagi orang yang memelihara anjing, misalnya, aktivitas berjalan kaki sering menjadi bagian dari rutinitas. Anjing membutuhkan kesempatan untuk bergerak dan menjelajahi lingkungan, sehingga pemiliknya terdorong untuk ikut berjalan.

Aktivitas fisik sendiri memiliki hubungan erat dengan kesejahteraan psikologis.

Berjalan kaki, bermain, membersihkan kandang, atau melakukan aktivitas fisik bersama hewan dapat membuat tubuh lebih aktif dibandingkan hanya duduk sepanjang hari.

Yang menarik, seseorang mungkin tidak menganggap aktivitas tersebut sebagai "olahraga" karena dilakukan dalam konteks merawat hewan.

Anda mungkin merasa hanya sedang mengajak anjing berjalan-jalan. Namun, pada saat yang sama, Anda sebenarnya sedang keluar rumah, bergerak, menghirup udara luar, dan memberikan kesempatan kepada tubuh untuk beraktivitas.

Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi lebih mudah dipertahankan karena ada motivasi eksternal: hewan peliharaan Anda membutuhkan aktivitas tersebut.

Dengan kata lain, hewan peliharaan terkadang menjadi "teman olahraga" yang tidak pernah mengirim pesan untuk membatalkan janji.

5. Membantu Menumbuhkan Rasa Empati dan Kepedulian

Memberikan perhatian kepada hewan juga dapat mengajarkan seseorang untuk memperhatikan kebutuhan makhluk lain.

Hewan tidak dapat menjelaskan dengan kata-kata bahwa mereka lapar, takut, tidak nyaman, atau ingin bermain. Pemilik harus belajar membaca perilaku mereka.

Apakah ekornya bergerak dengan cara tertentu? Apakah ia bersembunyi? Apakah nafsu makannya berubah? Apakah ia terlihat lebih pasif dari biasanya?

Seiring waktu, pemilik belajar mengenali berbagai tanda tersebut.

Proses ini membutuhkan perhatian terhadap kondisi makhluk lain. Dari sinilah rasa empati dapat berkembang.

Empati pada dasarnya berkaitan dengan kemampuan memahami atau merespons keadaan emosional makhluk lain. Ketika seseorang terbiasa memperhatikan kebutuhan hewan, ia belajar bahwa makhluk lain juga memiliki perasaan, kebutuhan, dan batasan.

Misalnya, seseorang belajar bahwa hewan tidak selalu ingin digendong. Ada saat ketika hewan ingin bermain, tetapi ada pula saat ketika ia membutuhkan ruang.

Belajar menghormati batasan tersebut merupakan bagian penting dari hubungan yang sehat.

Dengan demikian, merawat hewan bukan sekadar memberi makanan dan tempat tinggal. Ada proses belajar memahami bahasa tubuh, kebutuhan, dan karakter makhluk lain.

6. Memberikan Rasa Bahagia dan Meningkatkan Kualitas Momen Sehari-hari

Manfaat terakhir mungkin merupakan hal yang paling mudah dirasakan: hewan peliharaan dapat membuat kehidupan sehari-hari terasa lebih menyenangkan.

Ada banyak momen kecil yang mungkin tidak memiliki arti besar bagi orang lain tetapi sangat berarti bagi pemiliknya.

Misalnya, kucing tidur di dekat kaki ketika Anda bekerja. Anjing berlari menyambut ketika Anda pulang. Hewan peliharaan melakukan tingkah lucu yang membuat Anda tertawa di tengah hari yang melelahkan.

Momen-momen tersebut menciptakan pengalaman positif.

Dalam kehidupan yang sering dipenuhi pekerjaan, target, berita, notifikasi, dan berbagai tuntutan, perhatian kepada hewan dapat mengajak seseorang kembali menikmati hal-hal sederhana.

Anda tidak perlu melakukan sesuatu yang spektakuler.

Terkadang cukup duduk bersama hewan peliharaan, mengelusnya, bermain selama beberapa menit, atau memperhatikan tingkah lakunya.

Kebahagiaan kecil seperti itu dapat menjadi pengingat bahwa kehidupan tidak selalu harus dipenuhi pencapaian besar agar terasa berarti.

Perhatian yang Anda Berikan Ternyata Bisa Menjadi Hubungan Dua Arah

Sering kali kita memandang aktivitas merawat hewan sebagai sesuatu yang sepenuhnya dilakukan untuk kepentingan hewan.

Kita memberi makan karena mereka lapar. Kita membersihkan tempat tinggal mereka karena mereka membutuhkannya. Kita mengajak bermain karena mereka membutuhkan stimulasi.

Namun, hubungan manusia dan hewan sebenarnya dapat memberikan manfaat timbal balik.

Ketika Anda memberikan perhatian kepada hewan, Anda juga mendapatkan kesempatan untuk berhenti sejenak, bergerak, membangun rutinitas, merasakan koneksi, dan menunjukkan kasih sayang.

Ada sesuatu yang menarik dalam hubungan semacam ini: hewan tidak membutuhkan kita menjadi sempurna.

Mereka tidak peduli apakah pekerjaan kita berhasil hari ini. Mereka tidak mengetahui berapa banyak uang yang kita miliki atau seberapa tinggi pencapaian kita.

Mereka hanya merespons cara kita memperlakukan mereka.

Karena itu, hubungan dengan hewan dapat terasa sangat sederhana dan autentik.

Namun, Jangan Menganggap Hewan Peliharaan sebagai Pengganti Bantuan Profesional

Meskipun banyak orang memperoleh manfaat emosional dari hubungan dengan hewan, penting untuk tetap memiliki perspektif yang seimbang.

Hewan peliharaan bukan obat untuk semua masalah psikologis. Jika seseorang mengalami tekanan emosional yang berat, gangguan kecemasan, depresi, atau masalah lain yang mengganggu kehidupan sehari-hari, bantuan dari tenaga profesional tetap penting.

Selain itu, memelihara hewan juga merupakan tanggung jawab besar. Hewan membutuhkan waktu, biaya, perhatian, perawatan kesehatan, dan lingkungan yang aman.

Jadi, keputusan untuk memelihara hewan sebaiknya bukan hanya berdasarkan manfaat psikologis yang mungkin kita dapatkan, tetapi juga berdasarkan kemampuan kita memenuhi kebutuhan hewan tersebut.

Hubungan yang sehat adalah hubungan yang memberikan manfaat tanpa mengabaikan kesejahteraan salah satu pihak.

Kesimpulan

Memberikan perhatian kepada hewan peliharaan mungkin terlihat seperti aktivitas sederhana, tetapi dampaknya bagi kehidupan manusia bisa jauh lebih luas.

Mulai dari membantu meredakan stres, mengurangi rasa kesepian, membentuk rutinitas, membuat kita lebih aktif, menumbuhkan empati, hingga menghadirkan kebahagiaan dari momen-momen kecil—semuanya dapat menjadi bagian dari pengalaman positif ketika manusia membangun hubungan yang baik dengan hewan.

Pada akhirnya, mungkin bukan hanya hewan peliharaan yang membutuhkan perhatian kita.

Kita juga membutuhkan alasan untuk berhenti sejenak dari kesibukan, merasakan kehadiran makhluk lain, dan menikmati kehidupan tanpa terlalu banyak tuntutan.

Jadi, jika hari ini Anda meluangkan waktu untuk membelai kucing, mengajak anjing berjalan-jalan, berbicara kepada hewan peliharaan, atau sekadar duduk bersama mereka, jangan menganggapnya sebagai waktu yang terbuang.

Bisa jadi, dalam momen sederhana tersebut, Anda sedang memberikan sesuatu yang baik kepada hewan kesayangan sekaligus memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk merasa lebih tenang, terhubung, dan bahagia.

EDITOR: Hanny Suwindari