← Beranda
9 Perubahan Sering Dilakukan di Rumah Setelah Melewati Masa Sulit, Apakah Kamu Pernah Melakukan?
Leni Setya WatiKamis, 13 Agustus 2026 | 04.10 WIB
Ilustrasi perubahan yang sering dilakukan di rumah (magnific/wayhomestudio)

JawaPos.com - Ada kalanya berakhirnya masa sulit dalam hidup membawa keinginan untuk memulai semuanya dari awal. Salah satu cara sederhana yang kerap dilakukan adalah mengubah suasana rumah.

Tanpa harus melakukan renovasi besar, beberapa perubahan kecil dapat membuat hunian terasa lebih nyaman, ringan, dan sesuai dengan diri kita saat ini.

Setelah melewati periode penuh tekanan, ketidakpastian, atau perubahan besar, menata kembali rumah bisa menjadi simbol bahwa sebuah fase telah berakhir.

Rumah tidak lagi menjadi tempat yang mengingatkan pada masa lalu, tetapi ruang untuk membangun kehidupan yang baru.

Baca Juga: 4 Zodiak yang Ahli Memberikan Pujian, Bisa Bikin Mood Auto Balik

Dilansir dari YourTango, berikut sembilan perubahan yang sering dilakukan orang di rumah setelah melewati babak sulit dalam hidup.

1. Menyingkirkan Barang yang Mengingatkan pada Masa Lalu

Ketika sebuah fase kehidupan berakhir, seseorang biasanya mulai melihat kembali barang-barang yang selama ini disimpan. Foto, hadiah, pakaian, surat, atau benda tertentu mungkin memiliki kenangan yang tidak lagi ingin terus dibawa.

Menyingkirkan barang yang berkaitan dengan pengalaman buruk bukan berarti menghapus masa lalu.

Sebaliknya, langkah tersebut dapat menjadi simbol bahwa seseorang siap bergerak maju dan menciptakan ruang yang lebih sesuai dengan kehidupannya sekarang.

2. Menata Ulang Perabot Rumah

Memindahkan sofa, meja, lemari, atau perabotan lain dapat memberikan sensasi seperti memiliki ruangan baru. Tata letak yang berbeda membuat suasana rumah terasa lebih segar tanpa membutuhkan biaya besar.

Bagi sebagian orang, menata ulang perabot juga menjadi cara sederhana untuk mengubah rutinitas dan keluar dari suasana yang selama ini terasa membebani.

Ruang yang familiar dapat menghadirkan energi berbeda ketika ditata dengan cara baru.

3. Membereskan Ruang yang Selama Ini Terabaikan

Masa sulit sering membuat pekerjaan rumah tertunda. Setelah keadaan mulai membaik, banyak orang terdorong untuk membersihkan laci, gudang, garasi, lemari, atau sudut rumah yang sebelumnya tidak terurus.

Membuang barang yang sudah tidak dibutuhkan dapat menciptakan rasa lega. Rumah yang lebih rapi juga membuat lingkungan terasa lebih tenang dan memberikan sensasi memiliki kembali kendali atas kehidupan sehari-hari.

4. Mengecat Ulang atau Mengganti Warna Dekorasi

Warna memiliki peran besar dalam mengubah suasana sebuah ruangan. Karena itu, mengecat ulang dinding sering menjadi pilihan ketika seseorang ingin memberikan nuansa baru pada rumah.

Warna yang terasa gelap atau mengingatkan pada periode tertentu dapat diganti dengan warna yang lebih cerah, lembut, atau menenangkan.

Jika tidak ingin mengecat ulang seluruh ruangan, mengganti sarung bantal, karpet, tirai, atau aksesori dekorasi juga dapat memberikan perubahan yang cukup terasa.

5. Membuat Sudut Nyaman untuk Diri Sendiri

Setelah terlalu lama mengutamakan kebutuhan orang lain, seseorang mungkin mulai menyadari pentingnya memiliki ruang pribadi.

Sudut baca, area untuk menikmati kopi, atau bagian sofa dengan selimut dan bantal favorit dapat menjadi tempat untuk beristirahat.

Ruang kecil tersebut bukan sekadar dekorasi. Kehadirannya menjadi pengingat bahwa kenyamanan dan kebutuhan diri sendiri juga layak mendapatkan perhatian.

6. Mengganti Barang Lama yang Sudah Tidak Sesuai

Setelah melewati masa sulit, cara seseorang memandang rumah dan kebutuhan sehari-hari dapat berubah. Barang-barang yang sebelumnya dianggap cukup mungkin mulai terasa tidak lagi sesuai dengan kehidupan yang ingin dibangun.

Mengganti benda yang sudah usang dengan sesuatu yang lebih nyaman atau benar-benar disukai dapat menjadi bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.

Tidak harus membeli banyak barang baru. Satu atau dua perubahan yang bermakna pun sudah dapat membuat rumah terasa berbeda.

7. Menambahkan Tanaman dan Unsur Alam

Tanaman hias, bunga segar, furnitur kayu, atau sekadar membuka jendela untuk membiarkan udara segar masuk dapat membuat rumah terasa lebih hidup.

Merawat tanaman juga dapat memberikan pengalaman simbolis tentang proses pertumbuhan. Tanaman membutuhkan waktu, perhatian, dan perawatan untuk berkembang.

Hal tersebut dapat menjadi pengingat bahwa membangun kembali kehidupan setelah masa sulit juga merupakan proses yang berlangsung secara bertahap.

8. Membuat Kamar Tidur Lebih Nyaman

Setelah melewati periode yang melelahkan, kualitas tempat beristirahat menjadi semakin penting. Kamar tidur kemudian tidak hanya dipandang sebagai tempat untuk tidur, tetapi juga sebagai ruang untuk memulihkan energi.

Mengganti seprai, menggunakan pencahayaan yang lebih hangat, memasang tirai yang mengurangi cahaya, atau mengurangi barang yang tidak diperlukan dapat menciptakan suasana yang lebih tenang.

Kamar yang nyaman membantu membangun rutinitas istirahat yang lebih menyenangkan.

9. Mendekorasi Rumah Sesuai Kepribadian

Masa sulit terkadang membuat seseorang terlalu banyak berkompromi dengan keadaan. Ketika kehidupan mulai lebih stabil, muncul keinginan untuk kembali mengenali diri sendiri, termasuk melalui cara mendekorasi rumah.

Memilih warna, furnitur, karya seni, foto, tanaman, atau aksesori yang benar-benar disukai membuat rumah terasa lebih personal.

Hunian akhirnya bukan sekadar tempat tinggal, tetapi ruang yang mencerminkan perjalanan, karakter, dan kehidupan baru pemiliknya.

EDITOR: Hanny Suwindari