← Beranda
9 Kebiasaan Orang yang Mudah Mendapat Kepercayaan Menurut Psikologi, Begini Tipsnya
Mohammad Maulana IqbalKamis, 30 Juli 2026 | 18.55 WIB
Kebiasaan orang yang mudah mendapat kepercayaan menurut psikologi / foto : Magnific/ pressfoto

JawaPos.com – Psikologi menjelaskan bahwa membangun kepercayaan tidak terjadi hanya lewat kesan pertama yang baik.

Kepercayaan justru tumbuh dari kebiasaan konsisten yang menunjukkan keandalan dan rasa hormat.

Orang yang cepat dipercaya biasanya menerapkan kebiasaan tersebut secara alami setiap hari.

Dilansir dari laman YourTango pada Kamis (30/7), berikut sembilan kebiasaan yang membantu seseorang cepat dipercaya oleh orang lain.

Baca Juga: 9 Kebiasaan Orang yang Merasa Kaya tapi Tak Memiliki Apa-apa Menurut Psikologi

1. Menunjukkan empati yang tulus

Sebagian orang secara alami membuat orang lain merasa nyaman berada di dekat mereka. Mereka berusaha memahami perasaan orang lain secara lebih mendalam, bukan sekadar permukaan.

Alih-alih langsung memberi solusi, mereka lebih memilih memberikan dukungan emosional terlebih dahulu.

Empati yang tulus tanpa mengharap balasan inilah yang membuat mereka mudah dipercaya.

2. Lebih banyak mendengarkan daripada berbicara

Orang yang mudah dipercaya selalu berusaha membuat lawan bicara merasa benar-benar didengar.

Mereka tetap memberi pendapat atau saran, tetapi mendengarkan menjadi prioritas utama mereka.

Rasa ingin tahu yang tulus membuat mereka mengajukan pertanyaan yang penuh perhatian.

Sikap mendengarkan tanpa terburu-buru menanggapi menciptakan ruang aman bagi lawan bicara.

3. Selalu bersikap jujur

Kejujuran tidak selalu berarti berbicara secara blak-blakan tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain.

Orang yang cepat dipercaya mampu menyeimbangkan ketulusan dengan cara penyampaian yang penuh kebaikan.

Sikap ini membuat mereka dapat diandalkan karena orang lain tidak perlu menebak-nebak sikap mereka.

Kejujuran yang konsisten mendorong orang lain untuk turut bersikap jujur sebagai balasannya.

4. Tetap tenang di bawah tekanan

Orang yang mudah dipercaya jarang panik atau bereaksi berlebihan saat situasi mulai kacau.

Mereka lebih memilih menenangkan diri sejenak sebelum mencari solusi atas masalah yang muncul. Kehadiran yang tenang semacam ini membuat orang di sekitarnya merasa lebih aman.

Ketenangan mereka membantu berpikir jernih pada momen-momen yang benar-benar penting.

5. Mengakui kesalahan

Orang yang dapat dipercaya tidak berpura-pura selalu benar dalam segala hal. Mereka mengakui kesalahan tanpa mencari alasan atau menyalahkan orang lain terlebih dahulu.

Pengakuan sederhana atas kesalahan menunjukkan kepercayaan diri sekaligus rasa hormat pada orang lain.

Sikap bertanggung jawab ini membuat orang lain semakin yakin untuk mempercayai mereka.

6. Menghormati batasan orang lain

Orang yang membuat orang lain merasa aman memahami pentingnya rasa saling menghormati.

Mereka memperhatikan kebutuhan orang lain serta menghormati batasan yang telah ditetapkan.

Mereka juga menyampaikan batasan pribadi secara jelas dan dengan cara yang baik. Orang lain merasa nyaman karena tidak pernah merasa dipaksa membuka diri berlebihan.

7. Menepati janji

Kepercayaan tidak dibangun lewat momen besar, melainkan tindakan konsisten sehari-hari.

Ketika seseorang mengatakan akan melakukan sesuatu dan benar-benar melakukannya, itu menunjukkan keandalan.

Mereka menghindari membuat janji yang sebenarnya sulit mereka penuhi di kemudian hari.

Menetapkan ekspektasi yang jujur sejak awal menjadi kunci menjaga kepercayaan orang lain.

8. Memberi pengakuan atas usaha orang lain

Orang yang dapat dipercaya membuat orang lain merasa dihargai lewat pengakuan yang tulus. Mereka tidak membiarkan usaha atau pencapaian orang lain berlalu tanpa diperhatikan.

Memberi apresiasi tidak harus dilakukan lewat cara yang besar atau berlebihan. Rasa dihargai yang muncul dari hal kecil ini membuat kepercayaan tumbuh secara alami.

9. Menghindari gosip

Orang yang dapat dipercaya menjaga cerita pribadi yang dibagikan orang lain kepada mereka.

Mereka lebih memilih dikenal sebagai orang yang mampu menyimpan rahasia dengan baik.

Meski tetap membicarakan orang lain, mereka melakukannya dengan penuh empati dan kebaikan.

Kebiasaan menjaga percakapan tetap positif ini membuat orang lain semakin nyaman berbagi cerita.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho