← Beranda
Jangan Sampai Terlambat, Kenali 10 Kebiasaan Makan yang Berdampak Buruk bagi Jantung
Rabbany WanadrianiSenin, 27 Juli 2026 | 17.13 WIB
ilustrasi kebiasaan makan tidak sehat. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Pola makan sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan jantung. Tanpa disadari, sejumlah kebiasaan makan yang tampak sepele justru dapat meningkatkan risiko penyakit jantung jika dilakukan secara terus-menerus dalam jangka panjang.

Mengonsumsi makanan yang kurang bergizi, makan secara berlebihan, hingga sering melewatkan waktu makan dapat memengaruhi metabolisme tubuh, kadar kolesterol, tekanan darah, serta keseimbangan hormon. Kondisi tersebut pada akhirnya berpotensi membebani sistem kardiovaskular dan meningkatkan risiko gangguan pada jantung.

Yang perlu diwaspadai, kebiasaan-kebiasaan ini sering berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala yang jelas. Akibatnya, banyak orang baru menyadari dampaknya ketika masalah kesehatan jantung mulai muncul.

Dirangkum dari NDTV, berikut 10 kebiasaan makan yang sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Mengenali dan mengubah pola makan sejak dini menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Baca Juga: 7 Alasan Mengapa Anda Harus Berhenti Menyembunyikan Kebiasaan Buruk Anda dari Anak-Anak Anda Menurut Psikologi

1. Mengonsumsi terlalu banyak makanan olahan

Mengonsumsi camilan kemasan, mi instan, makanan siap saji, dan daging olahan secara teratur bisa berbahaya.

Makanan-makanan ini mengandung lemak trans, pengawet, dan natrium, yang meningkatkan kadar kolesterol dan tekanan darah, faktor risiko utama penyakit jantung.

2. Konsumsi gula berlebihan

Konsumsi minuman manis, permen, dan sereal terlalu sering dapat meningkatkan kadar gula darah dan insulin sehingga meningkatkan penyimpanan lemak dan peradangan.

Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan resistensi insulin, diabetes, dan penyakit jantung.

3. Konsumsi garam tinggi

Menambahkan terlalu banyak garam ke makanan Anda atau mengonsumsi camilan asin dapat meningkatkan tekanan darah, merusak pembuluh darah dan jantung.

Makanan olahan juga merupakan sumber tersembunyi natrium tinggi.

4. Melewatkan sarapan secara teratur

Melewatkan waktu makan pertama dapat menyebabkan ngemil yang tidak sehat, metabolisme yang buruk, dan peningkatan kadar kortisol.

Seiring waktu, hal ini meningkatkan risiko kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan obesitas.

5. Makan larut malam

Makan larut malam, terutama makanan berat, memberi tekanan ekstra pada sistem pencernaan dan mengganggu kontrol gula darah serta metabolisme lemak.

Hal ini juga dapat mengganggu tidur, yang selanjutnya memengaruhi kesehatan jantung.

6. Asupan serat rendah

Pola makan rendah serat, terutama dari buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian utuh, dapat menyebabkan pencernaan yang buruk dan kolesterol tinggi.

Serat larut membuang kelebihan kolesterol dari aliran darah sehingga bantu melindungi jantung.

7. Makan daging merah atau olahan secara berlebihan

Konsumsi daging merah seperti sapi dan domba secara teratur, serta daging olahan seperti sosis dan nugget dikaitkan dengan asupan lemak jenuh yang lebih tinggi dan peningkatan risiko penyumbatan jantung.

8. Makan gorengan dan cepat saji

Sering mengonsumsi makanan yang digoreng seperti kentang goreng, ayam goreng, dan burger menyumbang lemak dan kalori tidak sehat, yang menyebabkan penambahan berat badan dan penumpukan plak arteri.

9. Minuman manis mengandung gula

Soda, minuman berenergi, dan jus manis mengandung gula tambahan yang tinggi.

Minuman-minuman ini meningkatkan kadar trigliserida dan menurunkan HDL (kolesterol baik) sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

10. Pola makan tidak teratur atau makan berlebihan

Pola makan yang tidak teratur dapat membebani jantung dengan menyebabkan lonjakan gula darah dan tekanan darah.

Stres metabolik yang tidak teratur ini berbahaya bagi ritme dan fungsi jantung.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho