JawaPos.com - Setiap orang ingin berkembang. Kita belajar keterampilan baru, membangun kebiasaan yang lebih baik, bekerja lebih keras, dan berusaha menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Namun, ada satu pertanyaan yang sering muncul di tengah perjalanan:
"Apakah saya benar-benar berkembang, atau saya hanya merasa jalan di tempat?"
Menariknya, psikologi menunjukkan bahwa manusia memang cenderung sulit menilai kemajuan dirinya sendiri. Bahkan ketika seseorang sebenarnya telah mengalami peningkatan yang signifikan, otaknya bisa saja mengatakan bahwa ia belum berubah sama sekali.
Hal ini bukan berarti Anda gagal. Sebaliknya, cara kerja pikiran memang membuat kemajuan sering kali terasa tidak terlihat.
Dilansir dari Psychology Today pada Senin (20/7), terdapat delapan alasan mengapa sangat sulit mengetahui apakah Anda benar-benar mengalami kemajuan menurut psikologi.
1. Anda Melihat Diri Sendiri Setiap Hari
Salah satu alasan terbesar adalah karena perubahan terjadi secara bertahap.
Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai adaptasi terhadap perubahan. Ketika perubahan berlangsung sedikit demi sedikit, otak menganggapnya sebagai sesuatu yang normal sehingga tidak lagi menarik perhatian.
Bayangkan Anda menumbuhkan rambut sepanjang satu sentimeter setiap bulan. Orang yang baru bertemu Anda setelah enam bulan mungkin langsung menyadari perbedaannya. Namun Anda yang bercermin setiap hari mungkin merasa tidak ada perubahan sama sekali.
Hal yang sama berlaku untuk perkembangan diri.
Anda mungkin menjadi lebih sabar, lebih percaya diri, atau lebih terampil dalam pekerjaan, tetapi karena perubahan itu terjadi setiap hari dalam jumlah kecil, otak gagal menganggapnya sebagai kemajuan besar.
2. Otak Lebih Mudah Mengingat Kesalahan daripada Keberhasilan
Psikologi mengenal konsep negativity bias, yaitu kecenderungan manusia lebih fokus pada pengalaman negatif dibandingkan pengalaman positif.
Misalnya, dalam satu minggu Anda berhasil menyelesaikan sembilan tugas dengan baik, tetapi melakukan satu kesalahan kecil.
Anehnya, pikiran justru terus memutar ulang kesalahan tersebut.
Akibatnya, Anda merasa tidak berkembang meskipun bukti nyata menunjukkan sebaliknya.
Bias ini dulunya membantu manusia bertahan hidup karena nenek moyang kita harus lebih waspada terhadap ancaman daripada keberhasilan. Namun di dunia modern, kecenderungan ini sering membuat kita meremehkan pencapaian sendiri.
3. Standar Anda Terus Naik
Semakin berkembang seseorang, semakin tinggi pula ekspektasinya terhadap dirinya sendiri.
Fenomena ini sering disebut sebagai goalpost shifting.
Dulu Anda mungkin bangga bisa membaca satu buku dalam sebulan. Setelah berhasil melakukannya selama setahun, Anda mulai merasa itu bukan lagi pencapaian yang istimewa.
Kemudian target berubah menjadi dua buku.
Lalu tiga buku.
Begitu seterusnya.
Akibatnya, rasa puas terus bergeser sehingga Anda selalu merasa belum cukup baik.
Ironisnya, standar yang lebih tinggi sebenarnya merupakan tanda bahwa Anda telah berkembang.
4. Anda Terlalu Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Teori Social Comparison dari psikolog Leon Festinger menjelaskan bahwa manusia secara alami mengevaluasi dirinya melalui perbandingan dengan orang lain.
Masalahnya, di era media sosial, kita hampir selalu membandingkan kehidupan nyata kita dengan potongan terbaik kehidupan orang lain.
Kita melihat:
promosi jabatan orang lain,
bisnis yang tampak sukses,
tubuh ideal,
perjalanan mewah,
atau pencapaian akademik.
Yang tidak kita lihat adalah kegagalan, rasa takut, utang, tekanan mental, atau perjuangan panjang di balik semua itu.
Semakin sering membandingkan diri, semakin sulit menghargai kemajuan pribadi.
5. Otak Cepat Terbiasa dengan Keberhasilan
Psikologi menyebut fenomena ini sebagai hedonic adaptation.
Ketika mencapai sesuatu yang dulu sangat diinginkan, kebahagiaan yang muncul biasanya hanya bertahan sementara.
Setelah itu, keberhasilan tersebut terasa biasa saja.
Misalnya:
mendapatkan pekerjaan impian,
membeli kendaraan pertama,
lulus kuliah,
atau mencapai target berat badan.
Beberapa bulan kemudian, semuanya terasa normal.
Karena itulah banyak orang merasa hidupnya tidak berubah, padahal sebenarnya mereka sudah mencapai banyak hal yang dahulu hanya menjadi impian.
6. Kemajuan Psikologis Sulit Diukur
Tidak semua perkembangan memiliki bentuk yang nyata.
Beberapa perubahan justru terjadi di dalam diri, seperti:
lebih mampu mengendalikan emosi,
tidak mudah marah,
lebih cepat bangkit setelah gagal,
lebih berani mengatakan "tidak",
lebih tenang menghadapi kritik,
atau lebih percaya diri.
Perubahan seperti ini tidak memiliki angka yang bisa dihitung.
Tidak ada sertifikat yang menunjukkan bahwa Anda kini 40% lebih sabar dibanding tahun lalu.
Karena sulit diukur, banyak orang menganggap perubahan tersebut tidak ada, padahal justru inilah bentuk pertumbuhan yang paling penting.
7. Anda Terlalu Fokus pada Tujuan Akhir
Psikologi motivasi menunjukkan bahwa manusia sering mengalami apa yang disebut arrival fallacy, yaitu keyakinan bahwa kebahagiaan baru akan datang setelah mencapai tujuan tertentu.
Misalnya:
"Saya akan bahagia kalau sudah punya rumah."
"Saya akan merasa berhasil kalau gaji saya naik."
"Saya akan percaya diri kalau tubuh saya ideal."
Akibatnya, seluruh perhatian hanya tertuju pada garis akhir.
Padahal selama perjalanan menuju tujuan tersebut, Anda mungkin sudah mengalami banyak perkembangan.
Ketika hanya melihat tujuan akhir, Anda melewatkan semua kemajuan kecil yang sebenarnya sedang membentuk diri Anda.
8. Kemajuan Terasa Lambat Saat Sedang Menjalaninya
Ada sebuah prinsip psikologi yang sangat menarik.
Perubahan besar hampir selalu terlihat kecil ketika sedang berlangsung.
Namun ketika kita melihat kembali perjalanan beberapa tahun terakhir, perubahan tersebut tampak luar biasa.
Cobalah pikirkan diri Anda lima tahun yang lalu.
Kemungkinan besar Anda sekarang:
memiliki cara berpikir yang berbeda,
lebih dewasa,
lebih berpengalaman,
lebih mampu mengatasi masalah,
dan memiliki pemahaman hidup yang jauh lebih luas.
Perubahan itu terjadi sedikit demi sedikit sehingga hampir tidak terasa setiap harinya.
Tetapi jika dilihat dari jarak waktu yang cukup panjang, kemajuannya menjadi sangat jelas.
Bagaimana Cara Menyadari Bahwa Anda Sebenarnya Sedang Berkembang?
Psikologi menyarankan beberapa cara sederhana untuk melihat perkembangan diri secara lebih objektif.
Catat pencapaian kecil
Menulis jurnal perkembangan membantu otak melihat bukti nyata bahwa Anda terus bergerak maju.
Bandingkan diri dengan masa lalu, bukan dengan orang lain
Lawan terbaik Anda adalah versi diri Anda sendiri beberapa bulan atau beberapa tahun yang lalu.
Rayakan proses, bukan hanya hasil
Belajar menghargai konsistensi akan membuat motivasi lebih bertahan lama dibanding hanya mengejar hasil akhir.
Mintalah umpan balik dari orang terdekat
Sering kali keluarga, teman, atau rekan kerja dapat melihat perubahan positif yang luput dari perhatian Anda sendiri.
Kesimpulan
Merasa tidak berkembang bukan berarti Anda benar-benar berhenti bertumbuh. Menurut psikologi, otak manusia memang memiliki berbagai bias yang membuat kemajuan sulit dikenali.
Kita terbiasa dengan perubahan kecil, lebih mengingat kegagalan daripada keberhasilan, terus menaikkan standar, dan sering membandingkan diri dengan orang lain.
Karena itu, jangan hanya menilai hidup dari seberapa jauh tujuan akhir masih tersisa. Lihat juga seberapa jauh Anda telah melangkah.
Pertumbuhan sejati sering kali tidak datang dalam bentuk perubahan besar yang terjadi dalam semalam. Ia hadir melalui kebiasaan kecil yang dilakukan berulang-ulang, keputusan yang lebih bijaksana, kemampuan mengelola emosi yang semakin baik, dan keberanian untuk terus maju meskipun hasilnya belum langsung terlihat.
Pada akhirnya, kemajuan bukan selalu tentang menjadi orang yang sempurna. Kemajuan adalah ketika Anda menjadi sedikit lebih baik daripada diri Anda kemarin—dan jika hal itu terjadi secara konsisten, maka sesungguhnya Anda sedang bertumbuh, meski pikiran Anda belum sepenuhnya menyadarinya.