← Beranda
9 Hal yang Dilakukan Orang yang Sangat Ingin Tahu yang Membuat Hari-Hari Biasa Terasa Menarik Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahSenin, 13 Juli 2026 | 13.20 WIB
seseorang yang membuat hari biasa terasa menarik./Magnific/lifestock

JawaPos.com - Pernahkah Anda bertemu seseorang yang tampaknya selalu menemukan sesuatu yang menarik, bahkan dari hal-hal yang terlihat biasa?

Saat orang lain menganggap perjalanan ke kantor membosankan, mereka justru memperhatikan perubahan cuaca, mengamati perilaku orang di sekitar, atau menemukan ide baru dari percakapan singkat.

Ketika orang lain mengeluh rutinitas yang monoton, mereka justru merasa setiap hari menawarkan kesempatan untuk belajar sesuatu yang belum pernah diketahui sebelumnya.

Perbedaannya bukan karena mereka menjalani kehidupan yang lebih mewah atau penuh petualangan. Yang membedakan adalah rasa ingin tahu (curiosity) yang tinggi.

Dalam psikologi, rasa ingin tahu dipandang sebagai salah satu karakter positif yang berperan besar dalam pembelajaran, kreativitas, kebahagiaan, dan kepuasan hidup. Orang yang memiliki rasa ingin tahu tidak hanya mencari jawaban, tetapi juga menikmati proses menemukan pertanyaan-pertanyaan baru.

Dilansir dari Hack Spirit pada Sabtu (11/7), penelitian menunjukkan bahwa individu dengan tingkat curiosity yang tinggi cenderung memiliki kesejahteraan psikologis yang lebih baik, lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan, serta lebih terbuka terhadap pengalaman baru. Mereka mampu melihat peluang belajar di hampir setiap situasi.

Lalu, kebiasaan apa saja yang membuat hidup mereka terasa lebih menarik? Berikut sembilan hal yang sering dilakukan oleh orang-orang yang sangat ingin tahu menurut psikologi.

1. Mereka Lebih Sering Bertanya daripada Berasumsi

Salah satu ciri utama orang yang memiliki rasa ingin tahu tinggi adalah mereka tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.

Alih-alih merasa sudah mengetahui segalanya, mereka justru bertanya:

Mengapa hal ini terjadi?
Bagaimana prosesnya?
Apa yang membuat seseorang berpikir seperti itu?
Apakah ada sudut pandang lain?

Psikologi menyebut pola pikir ini sebagai epistemic curiosity, yaitu dorongan untuk memperoleh pengetahuan baru demi mengurangi ketidakpastian.

Orang yang terbiasa bertanya memiliki peluang lebih besar untuk belajar dibandingkan mereka yang merasa sudah mengetahui jawabannya. Sikap ini juga membuat mereka lebih rendah hati secara intelektual karena menyadari bahwa pengetahuan mereka selalu bisa berkembang.

2. Mereka Memperhatikan Hal-Hal Kecil yang Sering Diabaikan Orang Lain

Bagi kebanyakan orang, secangkir kopi hanyalah kopi.

Namun bagi orang yang penuh rasa ingin tahu, kopi bisa memunculkan berbagai pertanyaan:

Mengapa aromanya berbeda?
Dari mana asal bijinya?
Mengapa metode seduh tertentu menghasilkan rasa berbeda?

Begitu pula ketika berjalan di taman, mereka memperhatikan bentuk daun, suara burung, pola awan, atau perubahan musim.

Psikologi menunjukkan bahwa kemampuan memperhatikan detail meningkatkan pengalaman hidup menjadi lebih kaya. Otak memperoleh lebih banyak rangsangan sehingga rutinitas terasa tidak monoton.

Mereka menemukan keajaiban dalam hal-hal sederhana.

3. Mereka Senang Mencoba Pengalaman Baru

Curiosity mendorong seseorang keluar dari zona nyaman.

Pengalaman baru tidak selalu berarti perjalanan jauh atau aktivitas ekstrem. Bisa sesederhana:

mencoba makanan yang belum pernah dicicipi,
membaca genre buku yang berbeda,
belajar keterampilan baru,
berbicara dengan orang dari latar belakang berbeda,
atau mengambil rute pulang yang berbeda.

Menurut psikologi, pengalaman baru membantu membentuk koneksi saraf baru di otak sekaligus meningkatkan fleksibilitas kognitif.

Semakin banyak pengalaman yang dimiliki seseorang, semakin kaya pula cara mereka memandang dunia.

4. Mereka Menikmati Proses Belajar, Bukan Hanya Hasilnya

Sebagian orang belajar karena harus.

Sebaliknya, orang yang sangat ingin tahu belajar karena mereka memang menikmatinya.

Mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam membaca tentang astronomi, sejarah, psikologi, memasak, teknologi, atau topik lain hanya karena merasa penasaran.

Psikologi menyebut dorongan ini sebagai motivasi intrinsik, yaitu keinginan belajar yang muncul dari dalam diri, bukan karena hadiah atau tekanan dari luar.

Inilah yang membuat mereka terus berkembang sepanjang hidup.

Belajar bukan beban, melainkan hiburan.

5. Mereka Mendengarkan Orang Lain dengan Tulus

Orang yang penasaran tidak hanya tertarik pada fakta, tetapi juga pada manusia.

Saat berbicara dengan seseorang, mereka benar-benar mendengarkan.

Mereka ingin tahu:

bagaimana pengalaman hidup orang tersebut,
apa yang membentuk cara berpikirnya,
bagaimana ia menghadapi tantangan,
dan pelajaran apa yang bisa dipetik.

Dalam psikologi sosial, mendengarkan secara aktif membantu membangun hubungan yang lebih hangat sekaligus meningkatkan empati.

Setiap orang dipandang sebagai sumber cerita dan pengetahuan yang unik.

6. Mereka Tidak Takut Mengatakan "Saya Tidak Tahu"

Banyak orang merasa malu ketika tidak mengetahui sesuatu.

Namun orang yang sangat ingin tahu justru melihat ketidaktahuan sebagai awal pembelajaran.

Kalimat seperti:

"Saya belum tahu, bisa jelaskan?"

bukanlah tanda kelemahan.

Sebaliknya, itu menunjukkan keberanian intelektual.

Psikologi menunjukkan bahwa individu yang mengakui keterbatasan pengetahuannya cenderung lebih mudah menerima informasi baru dibandingkan mereka yang selalu ingin terlihat benar.

Mengakui tidak tahu membuka pintu menuju pengetahuan.

7. Mereka Mengubah Kesalahan Menjadi Bahan Eksperimen

Alih-alih terus menyalahkan diri sendiri saat gagal, mereka bertanya:

Apa yang sebenarnya terjadi?
Apa yang bisa saya pelajari?
Bagaimana cara memperbaikinya?

Pola pikir ini dikenal sebagai growth mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan dapat berkembang melalui usaha dan pembelajaran.

Kesalahan bukan akhir perjalanan.

Bagi mereka, kegagalan hanyalah data yang membantu mengambil keputusan lebih baik di masa depan.

Karena itu mereka lebih berani mencoba hal-hal baru tanpa terlalu takut gagal.

8. Mereka Selalu Menghubungkan Berbagai Ide

Orang yang penuh rasa ingin tahu jarang melihat pengetahuan sebagai sesuatu yang terpisah.

Mereka menghubungkan psikologi dengan bisnis.

Menghubungkan sejarah dengan teknologi.

Menghubungkan seni dengan sains.

Kemampuan menghubungkan berbagai bidang ini merupakan salah satu dasar kreativitas.

Psikologi kreativitas menunjukkan bahwa ide-ide inovatif sering muncul ketika seseorang mampu mengombinasikan konsep-konsep yang tampaknya tidak berkaitan.

Semakin luas rasa ingin tahu seseorang, semakin besar kemungkinan munculnya ide-ide segar.

9. Mereka Menemukan Makna dalam Hal-Hal Sederhana

Mungkin inilah kebiasaan yang paling membuat hidup mereka terasa menarik.

Mereka tidak menunggu liburan besar atau pencapaian luar biasa agar merasa bahagia.

Sebaliknya, mereka menemukan kegembiraan dalam:

percakapan singkat,
buku yang bagus,
hujan sore,
resep baru,
lagu yang belum pernah didengar,
atau sekadar melihat langit saat matahari terbenam.

Psikologi positif menunjukkan bahwa kemampuan menghargai pengalaman sehari-hari berkaitan dengan tingkat kepuasan hidup yang lebih tinggi.

Rasa ingin tahu membuat dunia terasa selalu baru, meski tempatnya sama.

Mengapa Rasa Ingin Tahu Membuat Hidup Lebih Bahagia?

Banyak penelitian psikologi menemukan bahwa curiosity berkaitan dengan berbagai manfaat, seperti:

meningkatkan kreativitas,
memperkuat kemampuan memecahkan masalah,
memperluas wawasan,
meningkatkan kualitas hubungan sosial,
mengurangi kebosanan,
memperkuat kesehatan mental,
meningkatkan kebahagiaan dan kepuasan hidup.

Ketika seseorang selalu terbuka terhadap pengalaman baru, otaknya terus menerima rangsangan yang membuat kehidupan terasa lebih hidup.

Alih-alih melihat rutinitas sebagai penjara, mereka melihatnya sebagai ladang penemuan.

Penutup

Hidup yang menarik tidak selalu bergantung pada tempat yang dikunjungi, pekerjaan yang dimiliki, atau jumlah uang di rekening. Sering kali, semuanya bergantung pada cara kita memandang dunia.

Orang yang sangat ingin tahu mampu menemukan pelajaran dalam setiap percakapan, inspirasi dalam setiap pengalaman, dan keindahan dalam setiap hari yang tampak biasa. Mereka tidak menunggu sesuatu yang luar biasa datang menghampiri, tetapi secara aktif mencari makna di balik hal-hal sederhana.

Kabar baiknya, rasa ingin tahu bukanlah bakat bawaan yang hanya dimiliki segelintir orang. Dengan membiasakan diri bertanya, mencoba hal baru, mendengarkan lebih banyak, serta berani mengakui bahwa kita belum mengetahui segalanya, siapa pun dapat melatih curiosity.

Dan ketika rasa ingin tahu tumbuh, Anda mungkin akan menyadari bahwa hidup sebenarnya tidak pernah benar-benar membosankan. Yang berubah bukanlah dunia di sekitar Anda, melainkan cara Anda melihatnya.

EDITOR: Hanny Suwindari