← Beranda
5 Tanda Rekan Kerja Toxic yang Perlu Diwaspadai Menurut Psikologi, Apa Saja?
Rabbany WanadrianiSenin, 6 Juli 2026 | 21.28 WIB
Ilustrasi rekan kerja yang mengobrol. (Freepik)

JawaPos.com - Lingkungan kerja memiliki peran penting dalam memengaruhi kenyamanan, produktivitas, dan kesehatan mental seseorang. Hubungan yang sehat dengan rekan kerja maupun atasan dapat menciptakan suasana kerja yang lebih positif.

Sebaliknya, kehadiran rekan kerja yang memiliki perilaku toxic dapat memicu konflik, menurunkan semangat kerja, merusak kekompakan tim, hingga memberikan tekanan emosional jika dibiarkan berlangsung dalam jangka panjang.

Mengutip Times of India, terdapat lima perilaku yang sering dikaitkan dengan rekan kerja toxic berdasarkan sudut pandang psikologi. Mengenali tanda-tandanya sejak dini dapat membantu Anda menjaga hubungan profesional sekaligus melindungi kesehatan mental di lingkungan kerja.

Baca Juga: 7 Bahasa Tubuh yang Kerap Dikaitkan dengan Kejujuran dan Ketulusan Menurut Psikologi

1. Mereka selalu berperan sebagai korban

Rekan kerja toxic menggambarkan diri mereka sebagai korban, disalahpahami, diperlakukan tidak adil, atau dibebani secara tidak adil.

Mereka tidak pernah bertanggung jawab atas tindakan sendiri, mudah menyalahkan orang lain, dan berperan sebagai korban.

Menurut psikologi, perilaku ini berasal dari kebutuhan untuk mengalihkan tanggung jawab dan memanipulasi simpati orang lain.

2. Mereka suka gosip dan drama

Rekan kerja yang beracun memanfaatkan drama kantor dan menggunakan gosip sebagai senjata.

Psikologi mencatat bahwa gosip dapat menjadi bentuk agresi tidak langsung, cara untuk merusak reputasi seseorang tanpa konfrontasi langsung.

Perilaku ini dapat meracuni dinamika tim, menyebarkan ketakutan, dan menciptakan budaya ketidakpercayaan.

3. Mereka menyindir dengan halus

Rekan kerja yang beracun sering merasa iri terhadap orang lain dan mereka secara halus meremehkan potensi dan prestasi orang lain.

Ketika tidak menyukai seseorang, mereka secara halus menyindir orang lain.

Psikologi menyebut ini sebagai perilaku pasif-agresif, cara untuk mengekspresikan permusuhan tanpa konfrontasi langsung.

4. Mereka memanipulasi orang lain dengan pesona

Tidak semua rekan kerja toxic terang-terangan negatif, beberapa dari mereka sangat menawan, menyenangkan, dan bahkan menarik.

Ini juga merupakan bentuk manipulasi untuk mengendalikan orang dan bagaimana mereka berperilaku.

Mereka mungkin menyanjung atasan, memanfaatkan kemurahan hati orang lain, atau memainkan peran berbeda tergantung pada audiensnya.

5. Mereka menguras energi Anda

Secara psikologis, orang-orang yang membuat Anda merasa lelah secara mental dan emosional sering disebut sebagai vampir emosional.

Orang-orang ini menuntut waktu, energi, dan tenaga emosional Anda tetapi jarang menawarkan dukungan sebagai balasannya.

Seiring berjalannya waktu, berinteraksi dengan mereka dapat membuat Anda merasa stres, cemas, atau bahkan terkuras secara fisik.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho