← Beranda
8 Ciri Kepribadian Orang yang Tidak Dekat dengan Orang Tua Saat Tumbuh Dewasa Menurut Psikologi, Apa Saja?
Mohammad Maulana IqbalSelasa, 30 Juni 2026 | 03.45 WIB
Kepribadian tidak dekat dengan orang tua saat tumbuh dewasa menurut psikologi

JawaPos.com – Hubungan seseorang dengan orang tua pada masa pertumbuhan memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian dan cara mereka menjalani kehidupan di masa dewasa. Kurangnya kedekatan emosional dalam keluarga dapat meninggalkan dampak psikologis yang terlihat dari perilaku sehari-hari.

Menurut psikologi, kondisi tersebut sering kali berkaitan dengan pengalaman masa kecil yang minim dukungan emosional. Hal ini dapat memengaruhi cara seseorang membangun hubungan, mengelola emosi, hingga merespons situasi tertentu di kehidupan dewasa.

Mengutip geediting.com pada Senin (29/6), terdapat delapan ciri kepribadian yang menurut psikologi kerap muncul pada orang yang tidak memiliki kedekatan dengan orang tua saat tumbuh dewasa.

Baca Juga: Orang dengan Jiwa Welas Asih Tinggi Biasanya Menunjukkan 6 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

1. Kesulitan membangun hubungan yang mendalam

Mereka yang tumbuh dengan ikatan tak dekat bersama orangtua kerap menghadapi tantangan dalam menjalin relasi yang berarti di masa dewasa. Hal ini terjadi karena orangtua seharusnya menjadi figur pertama dalam pembelajaran membangun hubungan yang sehat, namun ketika ikatan itu tidak terbentuk dengan baik, pemahaman tentang relasi yang sehat menjadi kabur.

Kepercayaan menjadi sesuatu yang sulit diberikan, seolah ada tembok tak kasat mata yang membuat mereka selalu waspada akan kemungkinan penolakan atau kekecewaan. Meski demikian, bukan berarti mereka tidak mampu membangun hubungan yang dalam, hanya saja dibutuhkan waktu dan usaha yang lebih besar dibanding orang lain.

2. Kebutuhan akan kemandirian

Ketika seseorang tidak merasakan kedekatan dengan orangtua semasa kecil, mereka cenderung mengembangkan kemandirian yang sangat kuat. Kebutuhan ini muncul sebagai bentuk adaptasi, di mana mereka belajar untuk tidak bergantung pada orang lain sejak dini.

Kemampuan mengelola diri sendiri, baik secara emosional maupun praktis, menjadi prioritas utama dalam hidup mereka. Namun terkadang, kemandirian yang berlebihan ini justru membuat mereka enggan meminta bantuan bahkan ketika benar-benar membutuhkannya.

3. Pencapaian tinggi

Menariknya, mereka yang tidak merasakan kedekatan dengan orangtua sering kali tumbuh menjadi individu dengan pencapaian tinggi. Dorongan untuk unggul dalam karir atau akademik seringkali muncul sebagai cara mencari pengakuan dan validasi yang tidak mereka dapatkan semasa kecil.

Namun di sisi lain, hal ini bisa berujung pada perfeksionisme yang berlebihan dan ketakutan akan kegagalan. Sikap ini kadang menciptakan tekanan yang berat dalam hidup mereka.

4. Kesulitan mengekspresikan emosi

Mereka yang tumbuh tanpa kedekatan dengan orangtua seringkali kesulitan mengungkapkan perasaan saat dewasa. Lingkungan yang tidak mendukung untuk mengekspresikan emosi di masa kecil membuat mereka terbiasa menyimpan segala perasaan sendiri.

Kebiasaan ini dapat menimbulkan rasa terisolasi dan mengganggu hubungan dengan orang lain. Kondisi ini sering membuat mereka perlu bekerja lebih keras dalam membangun kecerdasan emosional dan kemampuan berkomunikasi.

5. Mendambakan penerimaan

Mereka yang tidak merasakan kedekatan dengan orangtua sering menyimpan kerinduan mendalam akan penerimaan dari orang lain. Keinginan ini bisa membuat mereka rela melakukan apa saja untuk menyenangkan orang lain, bahkan mengorbankan kebutuhan pribadi mereka sendiri.

Hasrat untuk diterima ini bukanlah sekadar mencari perhatian, melainkan kebutuhan mendalam untuk merasa berharga dan dicintai. Perasaan ini sering muncul sebagai kompensasi atas kurangnya kasih sayang yang mereka terima di masa kecil.

6. Ketakutan akan ditinggalkan

Rasa takut ditinggalkan menjadi momok tersendiri bagi mereka yang tidak dekat dengan orangtua semasa kecil. Ketakutan ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari sikap terlalu lengket dalam hubungan hingga sebaliknya, menghindari hubungan sama sekali.

Ketakutan ini seringkali membuat mereka membangun dinding emosional, menjaga jarak aman dengan orang lain untuk menghindari rasa sakit. Namun pemahaman akan akar dari ketakutan ini bisa menjadi langkah awal menuju penyembuhan.

7. Ketangguhan mental

Di balik tantangan yang mereka hadapi, orang-orang yang tidak merasakan kedekatan dengan orangtua justru sering mengembangkan ketangguhan mental yang luar biasa. Menghadapi situasi sulit sejak dini membuat mereka mahir dalam beradaptasi dan bangkit dari keterpurukan.

Ketangguhan ini menjadi aset berharga yang membantu mereka menghadapi berbagai tantangan hidup dengan lebih baik. Meski demikian, penting bagi mereka untuk tetap membuka diri dan mencari dukungan ketika diperlukan.

8. Kemampuan berempati

Pengalaman tumbuh tanpa kedekatan dengan orangtua sering kali melahirkan individu dengan kemampuan berempati yang mendalam. Mereka yang pernah merasakan jarak emosional atau kesulitan di masa kecil cenderung lebih peka terhadap perasaan orang lain.

Kepekaan ini membuat mereka menjadi pendengar yang baik dan mampu memahami sudut pandang orang lain dengan lebih dalam. Kemampuan ini sering menjadikan mereka teman, pasangan, dan pemimpin yang luar biasa dalam berbagai aspek kehidupan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho