← Beranda
10 Tanda Burnout Seorang Karyawan di hari Minggu Malam Menurut Psikologi
Mohammad Maulana IqbalMinggu, 28 Juni 2026 | 06.13 WIB
Tanda burnout seorang karyawan saat minggu malam menurut psikologi./Magnific/ DC Studio

JawaPos.com – Psikologi kerja menjelaskan bahwa rasa cemas berlebihan menjelang Senin bukan sekadar kebiasaan biasa. Banyak karyawan mengalami burnout tanpa menyadari gejalanya sejak dini.

Kegelisahan yang muncul setiap Minggu malam sering disebut sebagai sinyal ketidakpuasan terhadap pekerjaan.

Dilansir dari laman YourTango pada Sabtu (27/6), berikut  sepuluh tanda kecil yang menunjukkan seseorang sudah sangat tertekan dengan rutinitas kerjanya.

1. Bangun tidur di pagi hari

Sebagian orang merasakan gelombang khawatir begitu alarm berbunyi karena hormon kortisol memang meningkat saat bangun.

Namun rasa enggan yang terus berulang setiap kali memikirkan alarm Senin pagi menandakan keinginan kuat menghindari pekerjaan.

Baca Juga: Bertambah Jadi 5 Orang, Calon Manajer Kopdes Merah Putih di Kalimantan Meninggal Dunia saat Latsarmil

Jika pola ini terus terjadi, tubuh sebenarnya sedang menolak rutinitas kerja yang dirasa menyiksa.

2. Beban kerja yang menumpuk

Tidak banyak orang beruntung menikmati pekerjaannya, sehingga wajar merasa malas menghadapi daftar tugas panjang.

Namun beban kerja yang terasa menguasai pikiran sejak Minggu malam menandakan tekanan yang sudah berlebihan.

Kondisi ini menjadi salah satu jalan tercepat menuju kelelahan emosional atau burnout yang serius.

3. Perjalanan menuju kantor

Macet saat berangkat dan pulang kerja hampir selalu dibenci banyak orang, terutama setelah masa kerja jarak jauh.

Lamanya waktu perjalanan terbukti berkaitan langsung dengan tingkat kepuasan seseorang terhadap pekerjaannya.

Mengkhawatirkan perjalanan jauh sebelum waktunya biasanya menandakan ada masalah lebih besar daripada sekadar kemacetan.

4. Kotak masuk yang penuh pesan

Datang ke kantor lalu disambut puluhan email yang belum terbaca tentu terasa melelahkan bagi siapa pun.

Kebanyakan orang langsung membuka email begitu diterima agar tidak terus memikirkannya sepanjang hari.

Kecemasan berlebihan soal email di Minggu malam biasanya mencerminkan beban kerja yang sudah terlalu menyita energi.

5. Berhadapan dengan rekan kerja yang sulit

Setiap tempat kerja pasti memiliki rekan yang lebih sulit dihadapi dibanding yang lain.

Mengetahui harus berinteraksi setiap hari dengan orang yang tidak cocok tentu membuat siapa pun frustrasi.

Jika kekhawatiran itu terus menghantui pikiran, mungkin pekerjaan tersebut memang bukan tempat yang tepat.

6. Menghadiri rapat yang dianggap tidak penting

Hampir tidak ada orang yang benar-benar menyukai rapat kerja, apalagi yang dirasa tidak perlu diadakan.

Banyak karyawan merasa waktunya bisa dipakai untuk hal lain yang lebih produktif daripada rapat semacam itu.

Mencemaskan rapat jauh sebelum hari Senin menunjukkan ketidakpuasan yang lebih luas terhadap pekerjaan secara keseluruhan.

7. Menangani keluhan klien atau pelanggan

Pekerjaan yang berhubungan langsung dengan publik pasti membawa keluhan dari pelanggan atau klien.

Sebagian keluhan terasa lucu, tetapi yang disampaikan dengan kasar sering terasa berat untuk dihadapi.

Terlalu terpaku pada keluhan tersebut menjadi tanda ketidakpuasan mendalam terhadap pekerjaan yang dijalani.

8. Berusaha mengejar target yang mustahil

Karyawan sering dituntut memenuhi banyak target sekaligus menjaga performa dan menghindari kesalahan.

Target yang realistis bisa memacu motivasi, tetapi target yang mustahil justru membuat semangat menurun.

Riset di jurnal Frontiers in Psychology menunjukkan kegagalan mencapai target dapat menurunkan rasa percaya diri seseorang.

9. Terjebak dalam rutinitas yang monoton

Rutinitas yang stabil biasanya membantu seseorang tetap teratur dan terarah dalam bekerja.

Namun melakukan hal yang sama setiap hari juga bisa membuat seseorang merasa terjebak dalam kebosanan.

Perasaan seolah mengulang hari yang sama tanpa tujuan menandakan perlunya perubahan besar dalam pekerjaan.

10. Menghitung waktu menuju libur berikutnya

Kembali bekerja setelah akhir pekan yang menyenangkan memang terasa berat bagi kebanyakan orang.

Wajar jika seseorang menghibur diri dengan menghitung hari hingga libur berikutnya tiba.

Namun jika perasaan itu berubah menjadi obsesi, hal tersebut bisa menandakan ketidakbahagiaan yang serius terhadap pekerjaan.

EDITOR: Hanny Suwindari