← Beranda
7 Ciri Orang yang Selalu Kehabisan Uang meski Penghasilannya Terus Bertambah dari Waktu ke Waktu
Vindi Rayinda Ayudya• Jumat, 19 Juni 2026 | 01.46 WIB
Ilustrasi orang yang selalu kehabisan uang (Magnific)

JawaPos.com - Banyak orang beranggapan bahwa masalah keuangan akan selesai dengan sendirinya ketika penghasilan meningkat. 

Kenyataannya, hal tersebut tidak selalu benar. Tidak sedikit orang yang berhasil mendapatkan kenaikan gaji, bonus yang lebih besar, atau sumber pendapatan tambahan, tetapi tetap merasa kesulitan menyisihkan uang dan selalu menunggu gajian berikutnya.

Fenomena ini cukup umum terjadi. Dalam dunia keuangan, kondisi tersebut sering dikaitkan dengan gaya hidup yang terus meningkat seiring bertambahnya pendapatan. 

Akibatnya, setiap kenaikan penghasilan justru diikuti oleh kenaikan pengeluaran yang sama besar, bahkan lebih tinggi.

Baca Juga: 10 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Minum Kopi Hitam Menurut Psikologi, Apa Sajakah Itu?

Pada akhirnya, jumlah uang yang masuk memang bertambah, tetapi kondisi finansial tidak mengalami perubahan yang berarti. 

Dilansir dari Yourtango, inilah tujuh ciri yang sering dimiliki orang yang selalu kehabisan uang meski penghasilannya terus meningkat dari waktu ke waktu.

1. Pengeluaran Selalu Naik Setiap Kali Penghasilan Bertambah

Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah kebiasaan meningkatkan gaya hidup setiap kali memperoleh kenaikan pendapatan.

Ketika gaji naik, mereka segera mengganti ponsel, membeli kendaraan yang lebih mahal, berpindah ke tempat tinggal yang lebih besar, atau meningkatkan berbagai pengeluaran lainnya. 

Semua tambahan pendapatan langsung habis untuk memenuhi standar hidup yang baru.

Padahal, jika sebagian kenaikan penghasilan dialokasikan untuk tabungan atau investasi, kondisi keuangan bisa berkembang jauh lebih baik.

Kebiasaan ini membuat seseorang terlihat lebih sejahtera dari luar, tetapi sebenarnya tidak mengalami peningkatan kekayaan yang signifikan.

Baca Juga: Orang yang Memilih Kesendirian daripada Hubungan Dangkal Sering Kali Memiliki 7 Ciri Tersembunyi Ini Menurut Psikologi

2. Tidak Memiliki Anggaran yang Jelas

Orang yang sering kehabisan uang umumnya tidak memiliki gambaran yang jelas mengenai ke mana uang mereka pergi setiap bulan.

Mereka mengetahui jumlah penghasilan yang diterima, tetapi tidak benar-benar mencatat atau mengawasi pengeluaran yang dilakukan. 

Akibatnya, banyak uang keluar untuk hal-hal kecil yang tidak disadari.

Tanpa anggaran yang terencana, pengeluaran cenderung mengikuti keinginan sesaat. 

Kondisi ini membuat seseorang sulit mengendalikan keuangan meskipun pendapatannya terus meningkat.

Anggaran bukan tentang membatasi hidup, melainkan membantu memastikan bahwa uang digunakan sesuai prioritas.

3. Menabung dari Sisa Uang, Bukan dari Awal

Banyak orang berkata akan menabung jika masih memiliki uang di akhir bulan. Masalahnya, sisa tersebut sering kali tidak pernah ada.

Setelah semua kebutuhan dan keinginan dipenuhi, uang yang tersisa sangat sedikit atau bahkan habis sama sekali. Akibatnya, tabungan tidak pernah bertambah secara konsisten.

Orang yang kondisi keuangannya terus membaik biasanya melakukan hal sebaliknya. 

Mereka menyisihkan tabungan terlebih dahulu, kemudian mengatur pengeluaran dari sisa dana yang tersedia.

Kebiasaan menunda menabung sering menjadi salah satu alasan mengapa penghasilan besar tidak berujung pada kekayaan yang bertahan lama.

Baca Juga: Orang yang Baik Hati tetapi Tidak Memiliki Teman Dekat Biasanya Menunjukkan 7 Ciri Ini Menurut Psikologi

4. Terlalu Sering Membeli Berdasarkan Keinginan Sesaat

Belanja impulsif merupakan salah satu musuh terbesar kesehatan finansial.

Orang yang selalu kehabisan uang sering membeli sesuatu karena tergoda diskon, tren terbaru, promosi menarik, atau dorongan emosional. 

Mereka jarang memberikan waktu untuk mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan.

Mungkin satu pembelian terlihat tidak terlalu besar, tetapi jika dilakukan berulang kali, jumlahnya bisa sangat signifikan.

Kebiasaan membeli tanpa perencanaan membuat uang mengalir keluar lebih cepat daripada yang disadari.

5. Tidak Memiliki Dana Darurat

Banyak orang merasa tidak perlu menyiapkan dana darurat ketika penghasilannya sudah cukup tinggi. 

Padahal, besarnya penghasilan tidak menghilangkan kemungkinan munculnya kebutuhan mendadak.

Saat terjadi masalah kesehatan, perbaikan kendaraan, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan tak terduga lainnya, mereka terpaksa menggunakan kartu kredit, pinjaman, atau menguras seluruh tabungan yang dimiliki.

Ketiadaan dana darurat membuat kondisi keuangan mudah terguncang meskipun pendapatan bulanan tergolong besar.

Orang yang stabil secara finansial biasanya mempersiapkan cadangan dana untuk menghadapi berbagai situasi yang tidak direncanakan.

Baca Juga: 8 Ciri Orang EQ Tinggi yang Buktikan Kecerdasan Emosional Sulit Dipalsukan Menurut Psikologi

6. Terlalu Mengandalkan Utang untuk Menunjang Gaya Hidup

Kemudahan akses kredit sering membuat seseorang merasa mampu membeli apa saja. Namun bagi banyak orang, hal ini justru menjadi jebakan.

Mereka menggunakan kartu kredit atau cicilan untuk memenuhi gaya hidup yang sebenarnya belum sesuai dengan kemampuan finansial mereka.

Awalnya pembayaran cicilan mungkin terasa ringan. Namun ketika jumlahnya semakin banyak, sebagian besar penghasilan mulai terserap untuk membayar kewajiban tersebut.

Akibatnya, meskipun pendapatan meningkat, ruang untuk menabung dan berinvestasi menjadi semakin sempit.

7. Tidak Memiliki Tujuan Keuangan Jangka Panjang

Orang yang selalu kehabisan uang sering hidup tanpa arah finansial yang jelas. 

Mereka bekerja, menerima gaji, membayar kebutuhan, lalu mengulangi siklus yang sama setiap bulan.

Karena tidak memiliki tujuan yang spesifik, mereka cenderung menggunakan uang untuk memenuhi keinginan jangka pendek dibandingkan membangun masa depan.

Sebaliknya, orang yang memiliki target keuangan biasanya lebih disiplin dalam mengelola uang. 

Mereka mengetahui alasan mengapa harus menabung, berinvestasi, atau mengurangi pengeluaran tertentu.

Tujuan yang jelas membantu seseorang membuat keputusan finansial yang lebih bijaksana dan terarah.

Baca Juga: Orang yang Sering Memarkir Kendaraan dengan Cara Mundur Menunjukkan 8 Ciri Ini Menurut Psikologi

EDITOR: Candra Mega Sari