← Beranda
10 Kebiasaan Gaya Hidup ala Orang Asia Tenggara yang Bikin Awet Muda dan Mendukung Kesehatan
Mohammad Maulana Iqbal• Selasa, 9 Juni 2026 | 18.03 WIB
Kebiasaan gaya hidup ala orang asia tenggara yang bikin awet muda dan mendukung kesehatan / foto : Magnific/ pressfoto

JawaPos.com – Gaya hidup ala orang Asia Tenggara menyimpan kearifan lokal yang secara ilmiah terbukti mendukung kesehatan dan membantu seseorang terlihat serta merasa awet muda.

Dari cara makan hingga cara beristirahat, kebiasaan sederhana sehari-hari di kawasan ini ternyata menjadi kunci panjang umur yang sering diabaikan oleh dunia modern.

Penelitian menunjukkan bahwa ritual-ritual kecil yang sudah lama dipraktikkan masyarakat Asia Tenggara memiliki manfaat nyata bagi kesehatan fisik dan mental jangka panjang.

Dilansir dari laman YourTango pada Selasa (9/6), berikut sepuluh kebiasaan dari kawasan Asia Tenggara yang bisa kamu terapkan untuk memperlambat penuaan dan menikmati kualitas hidup yang lebih baik.

Baca Juga: 6 Kebiasaan Pagi untuk Mengurangi Peradangan dan Perpanjang Umur, Yuk Lakukan!

1. Makan hanya sampai 80 persen kenyang

Konsep makan hingga delapan puluh persen kenyang, yang dikenal dalam budaya Jepang sebagai hara-hachi-bu, juga dipraktikkan secara alami di berbagai penjuru Asia Tenggara.

Makan dengan porsi moderat, tanpa tergesa-gesa, dan dalam suasana sosial yang hangat terbukti membantu tubuh mengatur asupan kalori secara lebih efektif.

Sebelum mengambil suap terakhir, ada baiknya bertanya pada diri sendiri apakah kamu benar-benar lapar atau hanya mencari kenyamanan dari makanan tersebut.

2. Berkeringat setiap hari meskipun tanpa olahraga berat

Iklim tropis Asia Tenggara secara alami mendorong tubuh untuk aktif bergerak dan berkeringat sebagai bagian dari rutinitas harian yang tidak terencana.

Berjalan lebih banyak dan membiarkan tubuh mengatur suhunya sendiri adalah cara sederhana yang memiliki efek detoksifikasi yang sering diremehkan.

Keringat ternyata adalah salah satu mekanisme penyembuhan paling alami dan efektif yang dimiliki tubuh manusia tanpa perlu suplemen atau peralatan mahal.

3. Menjaga kesucian pagi hari

Di banyak komunitas Asia Tenggara, pagi hari diisi dengan gerakan lambat dan penuh kesadaran seperti tai chi, jalan kaki tanpa alas kaki, atau sekadar menikmati kopi tanpa ponsel.

Penelitian menunjukkan bahwa tiga puluh menit ketenangan di pagi hari secara konsisten meningkatkan suasana hati dan kemampuan memori seseorang.

Memberikan diri sendiri waktu pagi yang tenang dan tidak terburu-buru adalah cara paling efektif untuk memastikan harimu berjalan lebih terarah dan bermakna.

4. Melepas alas kaki sebagai ritual transisi

Kebiasaan melepas sepatu sebelum memasuki rumah, kuil, atau bahkan kafe tertentu di Asia Tenggara bukan sekadar tradisi kebersihan, melainkan juga ritual kesadaran diri.

Jeda kecil yang terjadi saat melepas alas kaki menjadi momen alami untuk menarik napas dalam dan memasuki ruang baru dengan pikiran yang lebih segar.

Kebiasaan sederhana ini mengajarkan tubuh dan pikiran untuk berpindah dari satu mode ke mode lainnya dengan lebih tenang dan tidak terburu-buru.

5. Belajar dari cara para lansia bergerak

Di banyak negara Asia Tenggara, para lansia tetap aktif secara fisik dengan cara yang sangat alami sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.

Penuaan di sini tidak terlihat seperti kemunduran, melainkan seperti kesinambungan yang anggun dari kebiasaan yang sudah dibangun selama puluhan tahun.

Melihat bagaimana para lansia bergerak dengan mudah dan penuh martabat memberikan gambaran konkret tentang apa yang bisa dicapai dengan gaya hidup aktif yang konsisten.

6. Menggunakan tangan lebih sering dalam keseharian

Di beberapa bagian Malaysia, makan dengan tangan adalah tradisi yang kaya makna dan sangat dinikmati oleh mereka yang mempraktikkannya.

Penelitian menunjukkan bahwa makan dengan tangan membuat orang merasakan makanan sebagai sesuatu yang lebih lezat dan memuaskan, terutama ketika dilakukan dengan penuh kehadiran.

Melibatkan indera secara langsung dalam aktivitas sehari-hari adalah cara sederhana untuk lebih hadir dan menikmati momen yang sedang berlangsung.

7. Membiarkan keindahan hadir dalam hal-hal fungsional

Di Asia Tenggara, benda-benda sehari-hari seperti cangkir teh, tangga, dan sandal sering dirancang dengan keanggunan yang sederhana namun disengaja.

Mengelilingi diri dengan barang-barang yang diperlakukan dengan hati-hati mendorong seseorang untuk lebih menghargai waktu dan energi yang dimiliki.

Lebih sedikit kekacauan dan lebih banyak keindahan fungsional adalah filosofi hidup yang secara diam-diam meningkatkan martabat dan kualitas keseharian seseorang.

8. Memilih berjalan kaki meski jalannya lebih panjang

Di Singapura dan Penang, orang-orang memilih tangga daripada lift dan tidak berhenti berjalan meski hujan ringan turun di atas kepala mereka.

Longevitas dimulai dari kecepatan tiga mil per jam, dan kita telah terlalu banyak merancang jalan kaki keluar dari kehidupan modern tanpa menyadarinya.

Tidak pernah ada kata terlambat untuk mengklaim kembali kebiasaan berjalan kaki sebagai bagian penting dari rutinitas harian yang mendukung kesehatan jangka panjang.

9. Mengutamakan kebersamaan lintas generasi

Kehidupan multigenerasi sangat umum di Asia Tenggara, di mana kakek-nenek, orang tua, dan anak-anak sering menghabiskan waktu bersama dalam keseharian.

Kesepian terbukti mempercepat penuaan otak, sementara rasa kebersamaan dan komunitas yang kuat bisa membalikkan dampak buruk tersebut secara nyata.

Merawat koneksi sosial yang bermakna dengan berbagai generasi adalah salah satu investasi terbaik yang bisa dilakukan untuk kesehatan jangka panjang.

10. Memperlakukan istirahat sebagai kebutuhan bukan kelemahan

Tinjauan besar tahun 2022 menemukan bahwa periode istirahat singkat yang dilakukan secara teratur berkaitan dengan penuaan otak yang lebih lambat dan peningkatan memori.

Di beberapa wilayah Malaysia, toko-toko tutup di tengah hari bukan karena malas, melainkan karena istirahat dipahami sebagai ritme alami yang harus dihormati.

Memasukkan istirahat yang disengaja ke dalam rutinitas harian bukan kemunduran, melainkan strategi cerdas untuk menjaga energi dan kejernihan pikiran sepanjang hari.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho