← Beranda
Orang yang Menggulir dan Memeriksa Ponsel Mereka saat Orang Lain Berbicara Biasanya Memiliki 7 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahKamis, 4 Juni 2026 | 21.39 WIB
Ilustras seseorang yang memeriksa ponsel saat orang lain berbicara (Magnific/Thanyakij-12)
JawaPos.com - Di era digital, ponsel telah menjadi bagian yang hampir tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang menggunakannya untuk bekerja, berkomunikasi, mencari informasi, hingga sekadar mengisi waktu luang. Namun, ada satu kebiasaan yang sering memunculkan pertanyaan dalam interaksi sosial: seseorang yang sesekali menggulir layar atau memeriksa ponselnya saat orang lain sedang berbicara.

Bagi sebagian orang, perilaku ini dianggap tidak sopan atau menunjukkan kurangnya perhatian. Namun, psikologi menunjukkan bahwa perilaku manusia jarang memiliki satu penjelasan sederhana. Seseorang yang memeriksa ponselnya ketika sedang berbincang tidak selalu berarti ia tidak menghargai lawan bicara. Dalam banyak kasus, kebiasaan tersebut dapat berkaitan dengan karakteristik kepribadian tertentu, pola pikir, maupun cara mereka berinteraksi dengan dunia modern yang penuh distraksi.

Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (4/6), terdapat tujuh ciri kepribadian yang sering ditemukan pada orang yang terkadang memeriksa ponselnya saat Anda berbicara.

Baca Juga: 7 Ciri Kepribadian Orang yang Tidak Bisa Dipercaya Menurut Psikologi

1. Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Tinggi

Orang dengan tingkat rasa ingin tahu yang tinggi cenderung ingin selalu mengetahui apa yang sedang terjadi di sekitar mereka. Mereka memiliki dorongan kuat untuk mendapatkan informasi baru, baik dari percakapan langsung maupun dari dunia digital.

Ketika ponsel mereka bergetar atau muncul notifikasi, pikiran mereka sering kali langsung bertanya-tanya: "Apa itu?" atau "Apakah ada sesuatu yang penting?" Dorongan untuk memeriksa informasi tersebut bukan selalu karena mereka bosan dengan percakapan, melainkan karena rasa ingin tahu mereka yang besar.

Dalam psikologi kepribadian, sifat ini sering dikaitkan dengan keterbukaan terhadap pengalaman (openness to experience), yaitu kecenderungan untuk mencari pengetahuan, ide, dan pengalaman baru.

2. Mudah Terdistraksi oleh Stimulus Eksternal

Sebagian orang memiliki tingkat sensitivitas yang lebih tinggi terhadap rangsangan dari lingkungan sekitar. Bunyi notifikasi, getaran ponsel, atau bahkan sekadar layar yang menyala dapat dengan mudah mengalihkan perhatian mereka.

Ini tidak selalu berarti mereka tidak tertarik pada apa yang sedang Anda katakan. Sebaliknya, otak mereka memang lebih responsif terhadap berbagai stimulus yang muncul secara bersamaan.

Dalam konteks psikologi kognitif, kemampuan untuk mempertahankan fokus berbeda pada setiap individu. Beberapa orang dapat mengabaikan gangguan dengan mudah, sementara yang lain lebih rentan kehilangan konsentrasi ketika ada rangsangan baru yang menarik perhatian.

3. Cenderung Multitasking

Banyak orang percaya bahwa mereka mampu melakukan beberapa hal sekaligus. Mereka mungkin mendengarkan percakapan, membaca pesan singkat, dan memikirkan pekerjaan secara bersamaan.

Meskipun penelitian menunjukkan bahwa multitasking sering kali menurunkan kualitas perhatian, individu yang terbiasa melakukannya sering merasa nyaman membagi fokus mereka ke beberapa aktivitas sekaligus.

Saat berbicara dengan mereka, Anda mungkin melihat mereka sesekali memeriksa ponsel tanpa merasa bahwa tindakan tersebut mengurangi keterlibatan mereka dalam percakapan. Dalam pandangan mereka, kedua aktivitas itu dapat berjalan bersamaan.

Baca Juga: Perempuan yang Jarang Memakai Riasan ke Tempat Kerja Biasanya Menunjukkan 9 Ciri Kepribadian yang Kuat Ini Menurut Psikologi

4. Memiliki Tingkat Kecemasan Sosial atau Kecemasan Umum yang Lebih Tinggi

Tidak semua orang membuka ponsel karena tertarik pada isinya. Dalam beberapa kasus, ponsel dapat menjadi alat untuk mengurangi rasa tidak nyaman.

Seseorang yang merasa canggung, gugup, atau tidak yakin dalam situasi sosial mungkin menggunakan ponsel sebagai "tempat berlindung" sementara. Memeriksa layar selama beberapa detik dapat memberi mereka rasa kontrol dan kenyamanan sebelum kembali terlibat dalam percakapan.

Psikolog sering menemukan bahwa perilaku ini dapat muncul pada individu yang memiliki kecenderungan kecemasan sosial atau tingkat stres yang relatif tinggi. Ponsel menjadi semacam mekanisme penenang yang membantu mereka menghadapi situasi yang terasa menekan.

5. Sangat Terhubung dengan Lingkungan Sosial dan Profesionalnya

Ada orang-orang yang merasa harus selalu siap merespons berbagai hal. Mereka mungkin menunggu kabar dari keluarga, mengawasi pekerjaan yang sedang berjalan, atau memantau tanggung jawab tertentu yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja.

Dalam situasi seperti ini, memeriksa ponsel bukanlah tanda ketidaksopanan, melainkan refleksi dari rasa tanggung jawab yang kuat.

Mereka sering kali memiliki kebutuhan untuk tetap terhubung dan memastikan bahwa tidak ada masalah mendesak yang terlewatkan. Walaupun hal ini dapat mengganggu kualitas interaksi tatap muka, motivasi di balik perilaku tersebut sering berasal dari komitmen terhadap orang lain.

Baca Juga: Orang yang Memilih Menyingkir untuk Berfoto dengan Orang Asing, Biasanya Memiliki 8 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

6. Memiliki Kebutuhan Tinggi Akan Stimulasi

Beberapa individu merasa nyaman ketika banyak hal terjadi sekaligus. Mereka menyukai aktivitas yang dinamis, cepat, dan penuh variasi.

Dalam psikologi kepribadian, sifat ini sering dikaitkan dengan pencarian stimulasi atau sensation seeking. Orang-orang seperti ini cenderung merasa bosan lebih cepat dibandingkan individu lain.

Ketika percakapan berjalan lambat atau membahas topik yang kurang menarik bagi mereka, mereka mungkin secara spontan mengambil ponsel untuk mendapatkan tambahan rangsangan mental. Hal ini bukan selalu karena mereka tidak menghargai lawan bicara, tetapi karena otak mereka secara alami mencari tingkat stimulasi yang lebih tinggi.

7. Adaptif terhadap Budaya Digital Modern

Generasi yang tumbuh bersama internet dan media sosial sering kali memiliki hubungan yang berbeda dengan teknologi dibandingkan generasi sebelumnya.

Bagi mereka, memeriksa ponsel sesekali selama percakapan tidak selalu dianggap sebagai tindakan yang mengganggu. Aktivitas online dan offline sering kali berjalan berdampingan dalam kehidupan sehari-hari.

Mereka terbiasa berpindah dengan cepat antara dunia fisik dan digital. Akibatnya, perilaku yang bagi sebagian orang terlihat tidak sopan mungkin dianggap normal oleh mereka karena sudah menjadi bagian dari kebiasaan sosial yang berkembang di era modern.

Apakah Kebiasaan Ini Selalu Berarti Tidak Menghargai Orang Lain?

Jawabannya adalah tidak selalu.

Meskipun memeriksa ponsel saat seseorang berbicara dapat dianggap kurang sopan dalam banyak konteks sosial, motivasi di balik perilaku tersebut sangat beragam. Bisa jadi seseorang sedang menunggu kabar penting, memiliki kecenderungan multitasking, mudah terdistraksi, atau sekadar terbiasa hidup dalam lingkungan digital yang serba cepat.

Namun demikian, psikologi juga menunjukkan bahwa perhatian penuh merupakan salah satu bentuk penghargaan paling kuat dalam komunikasi. Ketika seseorang merasa didengarkan dengan sungguh-sungguh, hubungan interpersonal cenderung menjadi lebih hangat, lebih dalam, dan lebih bermakna.

Karena itu, meskipun kebiasaan memeriksa ponsel tidak selalu mencerminkan sikap negatif, kemampuan untuk menyingkirkan distraksi dan hadir sepenuhnya dalam percakapan tetap menjadi keterampilan sosial yang sangat berharga.

Kesimpulan

Orang yang terkadang menggulir atau memeriksa ponselnya saat Anda berbicara tidak selalu sedang mengabaikan Anda. Menurut perspektif psikologi, perilaku tersebut dapat berkaitan dengan berbagai karakteristik kepribadian, mulai dari rasa ingin tahu yang tinggi, kecenderungan multitasking, kebutuhan akan stimulasi, hingga tingkat kecemasan tertentu.

Memahami alasan di balik perilaku ini membantu kita melihat interaksi sosial dengan lebih bijak. Daripada langsung menganggap seseorang tidak peduli, sering kali lebih akurat untuk mempertimbangkan faktor kepribadian, kebiasaan, dan tuntutan kehidupan modern yang memengaruhi cara mereka berkomunikasi. Pada akhirnya, kualitas hubungan tidak ditentukan oleh satu tindakan sesaat, melainkan oleh pola perhatian, rasa hormat, dan kepedulian yang ditunjukkan secara konsisten dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Orang yang Banyak Membaca Biasanya Menunjukkan 9 Ciri Kepribadian Unik Ini Menurut Psikologi

EDITOR: Candra Mega Sari