← Beranda
9 Kebiasaan di Tempat Kerja yang Membuat Anda Langsung Tidak Disukai, Menurut Pakar Etika
Endah Primasari UtamiKamis, 4 Juni 2026 | 21.05 WIB
Ilustrasi kebiasaan di tempat kerja yang membuat Anda tidak disukai (Magnific/Garetvisual)

JawaPos.com - Etika dan tata krama menyelimuti seluruh kehidupan sosial Anda, tak terkecuali di tempat kerja.

Rosalinda Randall, seorang pakar etika membagikan tanda Anda harus mengevaluasi diri, salah satunya jika rekan kerja menghindari duduk di samping Anda saat rapat.

Sementara itu, Kristi Spencer, pendiri The Polite Company mengatakan bahwa lingkungan kerja adalah tempat dengan tingkat stres tinggi yang memengaruhi kesadaran dan perilaku seseorang hingga membuat kesal yang lainnya.

Supaya itu tidak terjadi, Anda perlu membaca ini. Dilansir JawaPos.com dari parade pada Rabu (3/6), berikut ini sembilan kebiasaan di tempat kerja yang membuat Anda langsung tidak disukai menurut pakar etika.

Baca Juga: Pilih 1 Tempat Tidur yang Menurut Anda Paling Nyaman Berbaring di Atasnya, Maka akan Terungkap Aroma yang Cocok untuk Anda

1. Tidak Mengucapkan Salam dan Perpisahan

Para pakar etika mengatakan bahwa kebiasaan tidak memberikan ucapan salam saat datang maupun pulang di tempat kerja akan membuat Anda tidak disukai.

Spencer menjelaskan, perilaku ini akan membuat rekan kerja Anda bertanya-tanya 'apakah ada yang salah?' atau 'apakah Anda marah kepada mereka?'.

Alhasil, mereka membuang-buang waktu hanya untuk khawatir daripada fokus pada pekerjaannya.

2. Terus Bekerja saat Seseorang Berbicara kepada Anda

Semua orang di kantor pasti sibuk dan mencoba menyelesaikan tugasnya masing-masing.

Tapi, Spencer memperingatkan, saat ada rekan kerja berbicara kepada Anda, fokuslah kepada mereka terlebih dahulu.

Ketika Anda mencoba melakukan keduanya, fokus pada pekerjaan dan mendengarkan rekan kerja sekaligus, sering kali tidak berhasil, karena tidak ada orang yang benar-benar multitasker.

Lalu, prioritaskan kontak mata saat berbicara dengan rekan kerja. Ini menandakan bahwa Anda fokus pada mereka.

Percakapan yang terfokus akan berjalan lebih cepat dan mencapai lebih banyak daripada yang tidak.

3. Mengeluh

Pasti ada di setiap kantor orang yang suka mengeluh. Jika itu Anda, berhentilah.

Mungkin Anda menganggapnya sebagai pembelaan diri, tapi ketahuilah negativitas semacam itu justru menurunkan moral dan membebani seluruh tim.

4. Berbicara dengan Keras

Anda boleh berbicara keras, tapi saat presentasi, bukan saat Anda membuat janji dengan dokter atau bertengkar dengan pasangan Anda.

Randall mengatakan bahwa memaksa orang lain mendengarkan percakapan Anda, baik secara langsung maupun melalui sambungan telepon adalah perilaku yang tidak sopan.

Ini menyulitkan rekan kerja melanjutkan percakapan dengan client atau sekadar mempertahankan konsentrasi mereka.

5. Menggunakan Benang Gigi dan Tindakan Kebersihan Pribadi Lainnya di Tempat Umum

Randall menyebutkan kalau segala jenis kebersihan pribadi harus tetap bersifat pribadi.

Anda tidak boleh menggunakan benang gigi atau tidakan kebersihan diri lainnya di meja makan siang saat Anda dikelilingi oleh rekan kerja Anda.

Ini untuk menghindari sisa makanan yang lengket di gigi atau jenis kotoran lainnya mengenai pipi rekan kerja Anda.

Baca Juga: 11 Hal yang Dilakukan Suami Tanpa Disadari hingga Istri Merasa Diabaikan Menurut Psikologi

6. Bau Napas yang Tidak Sedap

Randall mengucapkan bahwa bau napas adalah pelayanan publik. Jika bau napas Anda tidak sedap, pasti rekan kerja Anda akan terganggu.

Jadi, usahakan setelah konsumsi makanan atau minuman yang membuat napas Anda tidak sedap, lakukan sesuatu untuk mengurangi baunya terlebih dahulu sebelum kembali berkumpul dengan rekan kerja Anda.

7. Jarang Tersenyum atau Menyapa Orang Lain

Kebiasaan ini sering kali berawal dari ketidaksengajaan karena fokus, introversi, atau netralitas emosional Anda terganggu.

Tapi, Genevieve Dreizen, COO dan salah satu pendiri Fresh Starts Registry dan pakar etika serta batasan modern menjelaskan, perilaku demikian menandakan kalau diri Anda tertutup dan tidak ingin didekati.

8. Merespons dengan Skeptisisme atau Kritik Langsung

Memang penting untuk berpikir kritis di tempat kerja. Tapi, ada kalanya reaksi skeptis justru mengganggu.

Dreizen mengungkapkan, mungkin bagi beberapa rekan kerja respons skeptis atau kritik Anda menjadi bahan analisis.

Tapi, bagi yang lain respons seperti itu justru membuat mereka merasa kalau ide-idenya ditolak sebelum didengar sepenuhnya.

9. Membuat Rapat Berpusat pada Diri Sendiri

Dreizen menjelaskan kalau mengubah setiap topik rapat menjadi cerita Anda akan membuat rekan kerja merasa terjebak.

Meski Anda pintar dan berniat baik, tapi perilaku tersebut justru terlihat egois dan tidak sadar situasi sekitar.

Baca Juga: 9 Kualitas Langka Perempuan yang Punya Kepribadian Unggul Menurut Psikologi

EDITOR: Candra Mega Sari