JawaPos.com – Mengenali red flag sejak awal hubungan adalah langkah penting yang secara psikologi melindungi seseorang dari pola yang terus berulang dan menyakitkan.
Pria yang tidak bisa dipercaya dalam hubungan biasanya mengungkapkan sifat aslinya melalui ucapan-ucapan tertentu yang diulang-ulang seiring waktu berjalan.
Memahami makna di balik kata-kata ini memberi kamu kemampuan untuk mengenali pola berbahaya sebelum terlalu jauh terlibat secara emosional.
Dilansir dari laman YourTango pada Minggu (31/5), berikut 12 kebiasaan spesifik yang paling sering dimiliki oleh orang-orang yang terlalu menganggap serius diri mereka sendiri.
Baca Juga: 10 Tanda Psikologi Suami yang Telah Merusak Kepercayaan dalam Pernikahan Berulang Kali
1. "Aku mencintaimu" (tapi diucapkan jauh terlalu cepat)
Salah satu hal pertama yang menarik perhatian dari tipe pria ini adalah betapa cepatnya ia mengungkapkan cinta dan keinginan untuk berkomitmen.
Dalam beberapa minggu pertama kencan, ia sudah menjadikanmu cinta hidupnya, memberikan hadiah, janji-janji manis, dan perhatian yang mengalir deras tanpa henti.
Kamu mungkin merasa tersanjung sekaligus sedikit kewalahan dengan betapa cepatnya segalanya bergerak dalam hubungan ini.
Namun pria yang seimbang secara emosional akan meluangkan waktu untuk benar-benar mengenalmu sebelum menawarkan komitmen yang serius dan mendalam.
Tipe pria ini hidup dalam dunia fantasi di mana emosinya sangat dangkal dan ia bisa jatuh cinta ataupun berhenti mencintai dalam sekejap mata.
Ia akan melepaskan komitmennya secepat ia memberikannya, meninggalkan kebingungan dan luka yang jauh lebih dalam dari yang kamu bayangkan sebelumnya.
2. "Tidak ada yang peduli padamu seperti aku"
Di awal hubungan, tanda-tanda kecemburuan dan posesifnya mungkin tidak terlihat sama sekali dan semuanya tampak manis dan penuh perhatian.
Namun setelah komitmen terbentuk, versi dari kalimat ini akan mulai sering muncul dan perlahan mengubah dinamika hubungan secara fundamental.
Ia akan mulai menunjukkan bagaimana teman-temanmu memperlakukanmu dengan buruk atau keluargamu memanfaatkanmu demi keuntungan mereka sendiri.
Tujuannya adalah membuatmu perlahan menarik diri dari sistem dukungan sosialmu agar ia bisa memperkuat kendali atas hidupmu secara penuh.
Semua ini berakar dari rasa tidak aman yang dalam, yang mendorongnya untuk terus memantau keberadaan dan pergerakanmu setiap saat.
Pola ini adalah bentuk manipulasi yang bertujuan mengisolasi, dan mengenalinya lebih awal adalah kunci untuk melindungi diri dari dampak yang lebih besar.
3. "Bisa pinjamkan aku uang sampai gajian?"
Di awal hubungan, ia akan bersikeras membayar segalanya untuk menciptakan kesan bahwa ia adalah sosok yang mapan dan dermawan secara finansial.
Namun kedermawanan ini ada batas waktunya dan perlahan-lahan masalah keuangan kecil akan mulai bermunculan dengan berbagai alasan yang terdengar masuk akal.
Tidak butuh lama sampai kamu menyadari bahwa kamu telah berubah fungsi menjadi sumber finansial yang terus-menerus ia andalkan tanpa rasa sungkan.
Sebagian besar tipe pria ini hidup di luar kemampuan finansialnya dengan bergantung pada kredit dan memiliki rasa berhak yang sangat besar atas sumber daya orang lain.
Hadiah-hadiah mewah di awal hubungan bisa berakhir dengan kamu yang menanggung biayanya, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Tipe pria seperti ini tidak hanya meninggalkan patah hati, tetapi juga sering kali meninggalkan beban finansial nyata yang membutuhkan waktu lama untuk dipulihkan.
4. "Tapi bagaimana dengan aku?"
Tipe pria ini sangat egois dan benar-benar terobsesi dengan dirinya sendiri serta citra yang ingin ia tampilkan kepada dunia di sekitarnya.
Ia mendominasi percakapan dengan membicarakan dirinya sendiri dan memberimu sangat sedikit ruang untuk berbagi pikiran atau perasaanmu secara tulus.
Peranmu dalam hubungan ini pada dasarnya hanya untuk membuatnya merasa baik tentang dirinya sendiri, bukan untuk didengar atau dihargai.
Ia tidak memiliki empati yang cukup untuk berhenti sejenak dan mempertimbangkan bagaimana tindakannya memengaruhi perasaan dan kehidupanmu.
Egosentrisnnya terlihat di mana-mana, mulai dari cara ia memperlakukan orang asing hingga bagaimana ia merespons kebutuhan dan perasaanmu dalam hubungan.
Pola ini tidak akan berubah dengan sendirinya, dan semakin lama kamu bertahan, semakin besar harga emosional yang harus kamu bayar nantinya.