← Beranda
Ingin Hidup Bahagia? Terapkan 11 Prinsip Utama Ini Menurut Psikologi
Rabbany WanadrianiJumat, 29 Mei 2026 | 03.23 WIB
Ilustrasi orang yang hidup bahagia / Foto: Freepik

JawaPos.com - Kebahagiaan sering kali terdengar sederhana, namun pada kenyataannya tidak semua orang mudah menemukannya. Bahkan, bagi sebagian orang, meraih rasa bahagia terasa lebih sulit dibandingkan mengejar kesuksesan karier atau memperoleh banyak materi.

Setiap individu memiliki makna kebahagiaan yang berbeda-beda. Ada yang menemukannya melalui cinta, ada yang merasa bahagia lewat kebebasan, sementara sebagian lainnya merasakan ketenangan sebagai sumber utama kebahagiaan hidup.

Dalam dunia psikologi, terdapat sejumlah prinsip universal yang umumnya dimiliki oleh orang-orang yang mampu menjalani hidup dengan bahagia. Prinsip tersebut membantu mereka menjaga ketenangan dan keseimbangan diri, meskipun sedang menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Mengutip dari YourTango, berikut 11 prinsip penting yang sering diterapkan oleh orang-orang bahagia dan layak untuk Anda pahami.

Baca Juga: 10 Hal yang Paling Membuat Orang Cerdas Frustrasi saat Percakapan Menurut Psikologi

1. Cinta tumbuh ketika dibagikan

Individu yang bahagia lebih cenderung membantu orang lain dan menyumbangkan waktu atau sumber daya mereka.

Hal ini tidak mengurangi kebahagiaan mereka, melainkan melipatgandakannya.

2. Kita semua mendambakan kebahagiaan

Rasa sakit fisik dan emosional adalah sinyal bahwa ada sesuatu yang salah dalam hidup.

Mencari dukungan atau bantuan adalah hal yang wajar karena tidak ada seorang pun yang ditakdirkan untuk menderita.

3. Kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan uang

Keuangan dapat membuat hidup lebih mudah, tetapi tidak menjamin kebahagiaan.

Yang lebih penting daripada pendapatan itu sendiri adalah kemampuan untuk menggunakan sumber daya dan merasa aman.

4. Persahabatan itu penting

Teman sejati dapat membantu kita tetap tegar di saat-saat paling sulit. Koneksi sosial memiliki dampak langsung pada rasa bahagia seseorang.

Mereka memengaruhi bagaimana Anda memandang masalah dan apakah Anda dapat mencapai tujuan atau sebaliknya, apakah Anda harus menghindari hal-hal tertentu.

5. Kasih sayang untuk diri sendiri

Memiliki rasa welas asih terhadap diri sendiri berarti mampu berbicara dengan baik kepada diri sendiri dan memperhatikan bahkan hal-hal kecil yang membahagiakan.

Ini membantu menjaga keseimbangan batin dan meningkatkan hubungan Anda dengan diri sendiri.

6. Kita membutuhkan orang lain

Kesepian membahayakan kesehatan sama seperti kebiasaan buruk. Kesepian meningkatkan risiko kematian dini sebesar 26 persen, isolasi sosial sebesar 29 persen, dan hidup sendirian hingga 32 persen.

7. Kebahagiaan adalah sebuah pilihan, tetapi tidak selalu mudah.

Banyak ahli percaya bahwa kita dapat memengaruhi rasa bahagia, tetapi ini bukan berarti mengabaikan kesulitan psikologis atau depresi.

8. Usia membawa kedamaian

Penelitian menunjukkan bahwa setelah usia 50 tahun, orang sering kali menjadi lebih bahagia, lebih menerima, dan lebih bijaksana.

9. Tersenyum itu berhasil

Bahkan senyum palsu pun dapat membantu meningkatkan suasana hati secara bertahap.

Tindakan kecil dapat mengubah keadaan secara keseluruhan. Orang dapat menipu diri sendiri agar percaya bahwa mereka bahagia.

10. Spiritualitas memberikan dukungan

Doa, meditasi, atau praktik spiritual lainnya membantu orang merasa lebih harmonis dan gembira.

Individu yang aktif berpartisipasi dalam komunitas keagamaan cenderung lebih bahagia dan lebih terlibat dalam kehidupan bermasyarakat dibandingkan mereka yang tidak memiliki afiliasi keagamaan.

11. Wanita lebih mampu mengatasi stres

Perempuan lebih sering mengalami kesulitan emosional, meskipun laki-laki cenderung mengatasinya dengan cara lain.

Pada saat yang sama, wanita memiliki risiko lebih tinggi terkena kecemasan dan depresi dibandingkan pria.

Di sisi lain, pria memiliki risiko lebih tinggi terkena gangguan yang berkaitan dengan alkohol.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho