JawaPos.com - Fenomena perasaan kosong setelah acara besar seperti konser, pesta, atau perayaan ternyata bukan hal yang asing.
Mengutip laman Alodokter yang telah ditinjau oleh dr. Gracia Fensynthia (2025), kondisi ini berkaitan dengan apa yang disebut post concert amnesia dan juga post concert depression, yakni perubahan emosi setelah mengalami euforia tinggi.
Sementara itu, Dalam sebuah penelitian berjudul 'ARMYs Post-Concert Depression as A Clinical Phenomenon', peneliti Lyen Krenz Yap menyebutkan bahwa perasaan hampa setelah acara besar merupakan sebuah 'downward crash' sebuah kejatuhan emosi mendadak setelah seseorang merasakan puncak kebahagiaan yang sangat tinggi.
Meskipun gejalanya mirip depresi klinis, fenomena ini sebenarnya adalah respon emosional yang normal bagi manusia.
Berikut enam penjelasan emosional yang membuat kondisi ini bisa terjadi:
1. Lonjakan emosi yang terlalu tinggi
Selama acara berlangsung, tubuh memproduksi hormon seperti dopamin dan endorfin dalam jumlah tinggi. Kondisi ini membuat seseorang merasa sangat bahagia, bahkan euforia.
Namun setelah acara selesai, lonjakan tersebut berhenti secara tiba-tiba. Perubahan yang cepat ini membuat emosi terasa “jatuh”, sehingga muncul perasaan kosong.
2. Otak kewalahan memproses pengalaman
Dalam kondisi sangat bahagia atau terstimulasi, bagian otak seperti hippocampus yang berperan dalam memori bisa tidak bekerja optimal.
Hal ini membuat pengalaman yang seharusnya terekam dengan baik justru terasa samar atau sulit diingat. Ketika momen tidak tersimpan jelas, perasaan puas pun ikut berkurang.
3. Stimulasi berlebihan selama acara
Acara besar biasanya melibatkan suara keras, cahaya terang, dan keramaian yang intens. Rangsangan sensorik yang berlebihan ini dapat membuat tubuh dan pikiran kelelahan.
Setelah semuanya berhenti, tubuh butuh waktu untuk menyesuaikan diri kembali, yang sering kali terasa sebagai kehampaan.
4. Efek “turun dari momen puncak”
Penelitian tentang post-concert depression menunjukkan adanya pola penurunan emosi setelah seseorang mengalami momen yang sangat ditunggu.
Setelah berada di titik puncak kebahagiaan, kondisi normal sehari-hari bisa terasa lebih datar. Perbandingan ini yang memunculkan kesan kosong atau kehilangan.
5. Keterikatan emosional yang tiba-tiba berakhir
Selama acara, seseorang bisa merasa terhubung dengan banyak hal sekaligus, mulai dari musik, suasana, hingga orang-orang di sekitarnya.
Ketika acara selesai, keterikatan tersebut juga ikut berakhir. Perubahan mendadak ini dapat memicu rasa sepi atau kehilangan, meski hanya berlangsung sementara.
6. Faktor kelelahan dan kondisi fisik
Kurang tidur, kelelahan, atau bahkan stres sebelum dan sesudah acara juga berperan. Kondisi fisik yang menurun membuat tubuh lebih sulit menstabilkan emosi. Dalam situasi ini, rasa lelah bisa memperkuat perasaan kosong yang muncul setelah acara berakhir.