← Beranda
7 Ciri Seseorang yang Bakal Kaya di Usia Lanjut, Apa Saja?
Rabbany WanadrianiSabtu, 16 Mei 2026 | 03.41 WIB
Ilustrasi, orang yang sukses dan kaya raya di usia lanjut. Freepik/ freepik.

JawaPos.com – Tidak semua orang mencapai titik terbaik dalam hidupnya saat berusia 20 atau 30 tahun. Banyak yang justru berkembang secara perlahan seiring waktu.

Dengan bertambahnya usia, mereka mulai mengambil keputusan yang lebih matang dan bijak, terutama dalam hal keuangan serta karier.

Hal inilah yang membuat sebagian orang mampu membangun kekayaan dan mencapai kestabilan finansial ketika memasuki usia 40, 50 tahun, atau bahkan lebih.

Dilansir dari Geediting, berikut tujuh tanda orang yang berpotensi menjadi kaya dan sukses secara finansial di usia yang lebih matang.

Baca Juga: 4 Makanan Ini Bikin Berat Badan Naik Jika Dikonsumsi Berlebihan, Penasaran?

1. Mereka menghargai waktu

Kekayaan datang dari tindakan-tindakan kecil yang dilakukan bertahun-tahun. Konsistensi mengalahkan kecepatan.

Kebiasaan menabung yang stabil, rencana investasi bulanan, dan pengembangan keterampilan secara teratur menjadi satu kesatuan.

2. Mereka menjaga pikiran pemula di usia berapa pun

Kesuksesan di masa depan bergantung pada proses melupakan. Pasar berubah dan mereka pun ikut berubah.

Mereka memperbarui keyakinan ketika data berubah. Mereka tetap ingin tahu, mengajukan pertanyaan yang lebih baik, dan membiarkan jawaban baru menggantikan kebiasaan lama.

3. Mereka merancang gaya hidup tenang

Penghasilan memang penting, tetapi desain gaya hidup jauh lebih penting. Mereka yang terlambat berkembang memilih kedamaian dan kejelasan.

Mereka menghabiskan uang untuk kesehatan, hubungan, lingkungan yang suportif, dan mereka memangkas sisanya.

4. Mereka memperlakukan hubungan seperti aset

Jaringan adalah modal kehidupan. Mereka menepati janji, membuat komitmen yang jelas dan spesifik.

Kepercayaan berlipat ganda. Peluang mengalir kepada orang-orang yang dapat diandalkan dan murah hati.

5. Mereka berlatih mengatur emosi

Orang yang membangun kekayaan di kemudian hari tidak menyangkal perasaan. Mereka bekerja dengan perasaan tersebut.

Ketika kecemasan meningkat, mereka berhenti sejenak. Ketika rasa iri muncul, mereka menjauh dari media sosial. Ketika rasa FOMO muncul, mereka kembali pada rencana semula.

Alat-alat sederhana membantu. Meditasi, latihan pernapasan, dan jalan kaki mengurangi keputusan impulsif.

6. Mereka jujur

Mereka memantau kekayaan bersih, arus kas, landasan pacu, dan beberapa metrik yang mendorong karier atau bisnis.

Mereka juga menghadapi kenyataan ketika keinginan berjalan tidak sesuai rencana. Umpan balik yang jujur mempersempit kesenjangan antara usaha dan hasil.

7. Mereka menetapkan batasan

Orang yang membangun kekayaan di kemudian hari menggunakan batas-batas yang jelas.

Mereka menentukan apa yang akan dilakukan dan apa yang tidak akan diambil.

Batasan melindungi perhatian yang dibutuhkan untuk kerja keras dan pengembangan jangka panjang.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho