← Beranda
4 Alasan Psikologis Mengapa Anda Impulsif Belanja Online
Rabbany WanadrianiJumat, 15 Mei 2026 | 23.55 WIB
ilustrasi orang yang berbelanja online. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Di dunia yang serba cepat seperti sekarang ini, segala sesuatu ada di ujung jari Anda.

Mulai dari pakaian hingga bahan makanan, banyak orang hampir tidak meluangkan waktu untuk berpikir dan berbelanja.

Inilah alasan utama mengapa pengeluaran tanpa tujuan telah menjadi kendala terbesar bagi kesehatan keuangan.

Baca Juga: 3 Mindset Psikologis yang Tanpa Disadari Menghambat Potensi Diri dan Kesuksesan Jangka Panjang

Pembelian impulsif bukanlah keputusan yang dipikirkan matang-matang.

Terkadang orang menghabiskan lebih banyak uang untuk belanja impulsif daripada total penghasilan dengan dalih terapi belanja.

Dilansir English jagran, berikut empat alasan psikologis mengapa Anda impulsif dalam belanja online.

1. Sensasi dopamin dari kepuasan instan

Banyak orang menyukai perasaan membeli sesuatu untuk diri sendiri, ini memicu pelepasan dopamine, yang menyebabkan kecanduan belanja impulsif.

Alhasil Anda benar-benar lupa untuk memeriksa dompet, jadi menyesali pembelian tersebut kemudian.

Alasan utama mengapa Anda kecanduan kebiasaan ini adalah kemudahan berbelanja yang disediakan oleh aplikasi, beserta opsi pembelian sekali klik.

Cara yang tepat untuk mengatasi masalah pembelian impulsif ini dengan aturan '48 jam'.

Artinya, sebelum pembelian besar, Anda akan menunggu selama 48 jam sebelum benar-benar membeli produk tersebut.

2. FOMO

Kebiasaan membeli secara impulsif juga disebabkan oleh pengaruh media sosial.

Anda melihat produk yang hampir semua orang di internet memilikinya dan kemudian karena takut ketinggalan (FOMO), Anda membelinya.

Terlepas dari apakah barang itu berguna atau tidak. FOMO mengeksploitasi naluri dasar untuk tidak ketinggalan.

Cara yang tepat untuk memperbaiki kebiasaan boros ini adalah bertanya pada diri sendiri berapa kali Anda akan menggunakan produk tersebut dan apa alasan Anda membelinya.

3. Diskon dan penawaran

Pengatur waktu palsu dan peringatan 'stok rendah', diskon dan obral kilat, semuanya menciptakan rasa urgensi, yang juga mengarah pada pembelian impulsif.

Anda merasa bahwa saat ini produk tersebut murah, jadi harus membeli sebelum harganya mahal.

Cara terbaik untuk berbelanja adalah membuat daftar barang yang Anda butuhkan, kemudian periksa tanggal penjualan kilat dan kemudian beli produk yang benar-benar Anda butuhkan secara strategis.

4. Keadaan emosional

Sebagian besar orang berbelanja ketika sedih atau terlalu bahagia.

Anda memanfaatkan sensasi ini, menyebutnya terapi belanja untuk mengalihkan perhatian, menghilangkan stres, kesedihan, atau kecemasan.

Cara terbaik untuk menghentikan kebiasaan belanja impulsif ini adalah tidak memesan atau membeli saat sedang dalam keadaan buruk atau rentan.

Masak makanan sehat atau duduklah dan merenung, nantinya dompet Anda akan berterima kasih.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho